Siswa SD di Jepara Dimanfaatkan jadi Kurir Narkoba

MuriaNewsCom, Jepara – Polres bersama Pemkab Jepara, melakukan deklarasi Pelajar Jepara Anti Narkoba 2018, Rabu (24/1/2018). Salah satu penyebabnya, adalah banyaknya penyalahgunaan narkotika di Bumi Kartini termasuk memanfaatkan pelajar.

“Latar belakang kegiatan ini mengingat bahaya narkoba semakin meningkat. Hal ini bisa menjadi bom waktu, bahkan ada murid SD di Jepara yang dimanfaatkan pengedar untuk menjadi kurir,” tutur Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho.

Ia menyebut, siswa sebuah sekolah dasar di Mlonggo tersebut memang dimanfaatkan pengedar narkoba karena ketidaktahuan. Yang bersangkutan diberikan uang untuk mengantarkan sebuah paket.

Baca: Asyik Pesta Miras, Belasan Pelajar di Kudus ’Diseret’ Ibu Kandung ke Kantor Polisi

Tak diketahui ternyata isi paket tersebut adalah narkoba. Menurutnya, saat ini pihaknya terus mengembangkan kasus tersebut.

“Sementara pelajar SD tersebut kami berikan pembinaan oleh tim kami. Adapun kejadiannya terjadi lebih kurang sebulan lalu,” ucapnya.

Diterangkannya, pada tahun 2017 ada 30 kasus narkoba dengan 36 tersangka. Sementara pada 2016 ada 26 kasus dengan 36 tersangka yang ditangani oleh Polres Jepara. Sedangkan, pada awal tahun 2018 ada tiga kasus yang sedang ditangani oleh Kepolisian Resort Jepara.

Oleh karena itu, Kapolres Jepara menganggap kerjasama antar lembaga dalam penanganan narkoba sangat penting. Selain deklarasi anti narkoba, kedepan polisi akan memberikan materi terkait pendidikan anti narkoba ke sekolah-sekolah.

“Kerjasama antar lembaga penting dilakukan, agar peristiwa seperti ini (kurir narkoba anak sd) tak terjadi lagi. Selain itu, kami ingin ada pembelajaran anti narkoba, supaya pelajar mengetahui bahayanya narkotika,” pungkas Yudi.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *