Sumanto Si Pemakan Mayat dan Bupati Purbalingga Jadi yang Pertama Dicoklit KPU

MuriaNewsCom, Semarang – Sumanto, yang dulu fenomenal karena aksinya membongkar makam dan memakan mayatnya, kini telah menjalani kehidupannya secara normal. Bahkan ia juga tercatat sebagai warga yang bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub Jateng 2018.

Saat ini Sumanto menetap di Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pubalingga.

Sabtu (20/1/2018) hari ini, Sumanto menjadi salah satu warga yang menjadi sampel pencocokan dan penelitian (coklit) calon pemilih oleh KPU Purbalingga. Coklit kepada Sumanto dilakukan pertama untuk dimulainya coklit secara serentak.

Ketua KPU Purbalingga, Sri Wahyuni mengatakan, dalam coklit in petugas akan mendatangi satu persatu rumah warga. Termasuk rumah Sumanto, untuk dilakukan coklit daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub Jateng 2018.

“Kami akan coklit data DPT terakhir, dengan daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4). Salah satunya ke tempat kediaman Sumanto .Kegiatan Coklit ini akan berlangsung hingga 18 Februari mendatang,”katanya.

Dalam kegiatan coklit serentak tersebut, lanjut Sri Wahyuni, seluruh komisioner KPU akan turun. Demikian juga seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK) yang tersebar di 18 kecamatan, dan  seluruh anggota panitia pemungutan suara  (PPS) yang tersebar di seluruh desa di Purbalingga, akan turun ke lapangan,mendampingi 1.655 PPDP.

Targetnya, satu PPDP akan melakukan coklit di hari pertama, sebanyak lima rumah. Jadi total ditargetkan ada 8.275 rumah yang didatangi.

Ada beberapa sampel masyarakat yang akan didatangi  untuk coklit serentak tersebut. Di antaranya adalah Sumanto, tokoh fenomenal yang dikenal sebagai manusia kanibal.

Selain Sumanto, yang menjadi sampel coklit adalah Bupati Purbalingga H Tasdi, Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, Wakil Gubernur Jawa tengah Heru Sudjatmoko dan sejumlah nama tokoh lainnya.

Diungkapkan, dalam kegiatan coklit ini, secara teknis petugas PPDP berkunjung dari rumah ke rumah. Sebelumnya, seluruh petugas PPDP akan melakukan apel serentak di kantor kecamatan masing-masing, pukul 07.00 WIB.

“Mereka membawa data DP4, itu dicek dari rumah ke rumah. Apakah benar di rumah ini ada tiga atau empat orang yang sudah masuk hak pilih, dicek tanggal lahirnya, penulisan nama, jenis kelamin, alamat rumah, dan seterusnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Sumanto dihukum penjara lima tahun. Namun setelah beberapa kali mendapat remisi, Sumanto dibebaskan pada 24 Oktober 2006, bertepatan dengan Idul Fitri.

Ia saat ini berada di Rumah Sakit Mental Bungkanel, Kecamatan Karanganyar Purbalingga, milik H Supono Mustajab. Sumanto sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh Supono, dan kini tinggal bersama.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *