Karutan Purworejo Ngaku Dititipi Uang Sancai, Tapi Bantah jadi Jaringan Narkoba

MuriaNewsCom, Semarang – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Purworejo Cahyono Adhi Satriyanto (42), ditangkap BNN dan BNNP Jateng karena diduga mengendalikan peredaran narkoba oleh jaringan Kristian Jaya Kusuma alias Sancai.

Kini Kementerian Hukum dan HAM mencopot jabatan Cahyono dan menggantinya dengan pelaksana tugas (plt). Eko Bekti Susanto, ditugaskan sebagai Plt Kepala Rutan Purworejo, mulai Rabu (17/1/2018) hari ini.

Cahyono ditengarai menerima kucuran dana dari Sancai untuk memuluskan peredaran narkoba di Rutan Purworejo. Diketahui Cahyono mulai mengenal Sancai sejak Cahyono bertugas sebagai Kepala Rutan Narkoba Nusa Kambangan.

Saat diperiksa Kanwil Kemenkumham Jateng, Cahyono membantah menjadi jaringan narkoba. Meski demikian, ia tak membantah jika pernah menerima uang dari Sancai.

Namun uang itu diakuinya bukan untuk memuluskan aksi jaringan Sancai mengedarkan narkoba di penjara.

“Menurut pengakuannya ya, dia tidak terlibat jaringan narkoba. Memfasilitasi tidak, hasil pemeriksaan tadi dia pernah dikasih uang. Besaraannya cuma sedikit, sejuta (rupiah),” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Djoni Priyatno kepada wartawan.

Pengakuan Cahyono, uang yang diberikan Sancai itu merupakan uang titipan koperasi. Pemberian uang ini juga saat Cahyono masih menjabat sebagai Kepala Lapas Narkotika Nusakambangan. Saat itu Sancai ditahan di penjara ini, sebelum dipindah ke Lapas Pekalongan.

“Kadang-kadang, uang istilahnya mau bayar di koperasi melalui dia. Kalau penitipan di koperesi dibenarkan, kalau melalui pegawai ini nanti didalami, menurut aturan tidak boleh,” jelasnya.

Baca : Kendalikan Narkoba di Penjara, Kepala Rutan Purworejo Ditangkap BNN

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Ibnu Chuldun memastikan Cahyono sudah tak terdaftar lagi sebagai pegawai di Rutan Purworejo.

“Ini satu bukti kesungguhan Menkumham untuk melakukan langkah tegas terkait zero narkoba, zero toleran, termasuk pungli di seluruh jajaran,” katanya, Rabu (17/1/2018).

Untuk mengisi kekosongan setelah Cahyono ditangkap, pihaknya telah menunjuk Eko Bekti Susanto sebagai plt kepala. Eko merupakan Kepala Balai Pemasyarakatan Klaten, dan tugasnya merangkap sebagai Plt Kepala Rutan Purworejo.

Menurut dia, penunjukan ini penting karena sangat mendesak. Karena ada pelayanan dan administrasi yang harus diselesaikan kepala rutan.

“Hal ini menjadi penting karena kebutuhan organisasi, institusi, karena Rutan Purworejo harus berproses memberi pelayanan dan administrasi termasuk fasilitatif keuangan dan sebagainya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *