Keliling Kudus Cukup Seliter Bensin Bareng Mio S

MuriaNewsCom, Kudus – PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing area Jateng-DIY menggelar turing keliling Kota Kudus, menggunakan Yamaha Mio S, Sabtu (13/1/2018). Diikuti oleh pewarta, blogger dan pegiat media sosial, ajang bertajuk “1 Liter Challenge Bareng Mio S” itu ingin membuktikan kecanggihan dan iritnya konsumsi bahan bakar dari varian Mio tipe S (Smart and Sophisticated)

Keberangkatan tim turing dimulai dari dua titik, yakni Dealer Yamaha Harpindo Jaya di kawasan Pentol Jl Jendral Sudirman 168 Kudus dan Yamaha Mataram Sakti Jl Sunan Kudus, sekitar 20 peserta diajak berkeliling kota Kudus. Dari titik awal, masing-masing kendaraan diisi satu liter BBM.

Menggunakan metode full to full,kendaraan yang telah terisi bbm, lantas diberi segel pada tutup tanki bensin.

Destinasi pertama adalah Gor Wergu Kudus. Titik tersebut adalah check point, sebelum melanjutkan perjalanan ke Museum Kretek, Gerbang Kudus Kota Kretek dan berakhir di Masjid Menara Kudus.

MuriaNewsCom, yang diajak serta menggunakan Yamaha Mio S berwarna toska, satu dari empat varian warna yakni merah, putih dan hitam. Saat pertama kali menaikinya, pijakan kaki terasa lega, bahkan untuk meletakan tas berisi komputer jinjing, buku, wadah air minum kemasan 1,5 liter, jaket dan peralatan pendukung liputan.

Selain itu, hal menonjol lain adalah kehadiran panel lampu hazard yang belum banyak ditemui pada motor jenis matic sejenis. Selain itu, tampilan lampu depan yang menggunakan LED dan kedua ban yang telah memakai tubeless menjadikannya mantap dikendarai.

Selain itu, motor ini dibekali dengan teknologi Blue Core yang membuat konsumsi bahan bakar irit.

“Tidak hanya irit di konsumsi BBM, tetapi juga hemat biaya perawatan lantaran mesinnya dilengkapi dengan forged piston dan diasil cylinder. Apalagi dengan teknologi Blue Core membuat iritnya sempurna,” kata Zaldiansyah Perdana Promotion Manager PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Area Jateng-DIY.

Ia menambahkan, dengan teknologi Blue Core pembakaran Yamaha Mio S lebih optimal. Meskipun kapasitas mesinnya terhitung besar, yakni 125 cc namun jauh lebih irit dibanding mesin 110 cc.

Pada kontrol panel juga terdapat fitur Eco Lamp. Dengan fitur ini pengendara akan tahu, apakah yang bersangkutan telah berkendara dengan irit atau tidak.

“Indikasinya, jika indikator Eco Lamp menyala (hijau) maka pengendara telah berkendara secara irit. Namun jika indikatornya mati, maka yang terjadi adalah sebaliknya,” terang Zaldiansyah.

Terkait pangsa pasar, Yamaha Mio S banyak diminati oleh kalangan perempuan. Mulai dari mahasiswi hingga ibu rumah tangga. Hal itu karena motor ini mengusung bodi yang lebih ramping dan ringan.

Di Kudus sendiri untuk varian Mio Series terjual rerata 100 unit per bulan.

Di akhir sesi, tim mekanik lantas mengukur penggunaan BBM tiap pengendara Mio S. Setelah diukur, dengan rute tersebut, untuk satu liter bahan bakar kendaraan tersebut rerata dapat menempuh 62 kilometer.

Editor: Supriyadi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *