Lubang di Jalan Diponegoro Purwodadi Membahayakan

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pengendara dan warga di sekitar Jalan Diponegoro Purwodadi berharap agar ada penanganan lubang jalan yang muncul di kawasan tersebut. Harapan itu dilontarkan lantaran keberadaan lubang jalan sudah membahayakan pengguna jalan. Khususnya, pengendara sepeda motor.

“Beberapa hari lalu, saya nyaris terperosok lubang di dekat Perempatan Danyang. Saya berharap lubang jalan ini segera ditutup karena membahayakan. Lebih-lebih kalau malam atau pas hujan karena lubangnya gak begitu kelihatan,” cetus Ari Ansori, warga Godong yang beberapa hari lalu sempat melintasi Jalan Diponegoro.

Dari pantauan di lapangan, keluhan warga ini memang ada benarnya. Pada ruas jalan sepanjang 1,5 km yang terbelah dua lajur ini memang banyak terdapat lubang jalan. Baik sisi timur menuju arah Solo maupun sisi barat yang mengarah ke kota Purwodadi.

Lubang yang ada di ruas Jalan Diponegoro membahayakan pengguna jalan dan butuh penanganan secepatnya.
(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Lubang jalan ini, ada yang berukuran kecil dan dangkal. Namun, banyak pula yang ukurannya lebar dan dalam sehingga membahayakan pengguna jalan.

Keberadaan lubang di Jalan Diponegoro ini paling banyak terdapat di sekitar traffic light Perempatan Danyang. Lubang jalan di sekitar sini ukurannya cukup lebar dan dalam.

Bahkan, tepat di tengah perempatan ada satu lubang cukup besar. Selain cukup dalam, pada lubangan ini juga nongol rel kereta api.

Sekadar diketahui, sisi timur jalan Diponegoro ini, dulunya memang merupakan jalur kereta api jurusan Purwodadi-Solo. Tetapi, setelah jalur itu tidak aktif, relnya tetap berada disitu dan ditutup aspal guna pelebaran ruas jalan.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panjie Gedhe Prabawa menyatakan, setelah masuknya musim hujan memang terdapat banyak lubang jalan bermunculan. Pihaknya, langsung melakukan pengecekan ke lapangan ke sejumlah ruas jalan menuju kota sekitar.

“Memang ada cukup banyak lubang jalan yang kita temukan. Nanti akan kita koordinasikan dengan instansi terkait agar segera ditangani,” jelasnya, Senin (01/01/2018).

Dijelaskan, sebelum dilakukan penanganan, upaya sementara sudah dilakukan. Yakni, memberi tanda di sekeliling lubang jalan dengan cat semprot. Upaya itu dilakukan agar pengendara sudah mengetahui ada lubang jalan dari kejauhan sehingga bisa mengurangi kecepatan.

Editor : Ali Muntoha

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *