Asyik, Pembangunan Bendungan Randugunting di Japah Blora Segera Dimulai

MuriaNewsCom, Blora – Setelah tertunda beberapa tahun, pembangunan Bendungan Randugunting di Kecamatan Blora akan segera dimulai tahun ini. Bendungan yang akan ditempatkan di wilayah Kecamatan Japah tersebut sedikit banyak akan mampu mengatasi kesulitan air bagi warga setempah. Selain itu, bendungan ini juga akan menjangkau kebutuhan air bagi sebagian warga Pati dan Rembang.

Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWS Pemali Juana Dwi Cahyo Handono Setyawan mengatakan, rencana pembangunan bendungan sudah ada sejak 2005-2017. Namun, realisasinya baru akan dimulai tahun ini dan direncanakan selesai pada tahun 2020 nanti.

”Bendungan Randugunting ini merupakan proyek sangat strategis nasional, dan Bapak Presiden sudah merencakanan 65 bendungan se-Indonesia,” jelasnya saat sosialisasi pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Randugunting di kantor Camat Japah, Selasa (30/1/2018).

Dijelaskan, selain mengairi kawasan pertanian, maksud dan tujuan di bangunnya bendungan randugunting ini untuk menyediakan tampungan air untuk memenuhi kebutuhan air di Blora, Rembang dan Pati.

Selain itu, bendungan tersebut nantinya juga diharapkan bisa dimanfaatkan untuk sektor pariwisata kabupaten Blora sehingga mampu meningkatkan sektor perekonomian warga sekitar bendungan.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman menegaskan, dengan adanya bendungan akan bermanfaat baik untuk sektor pertanian maupun sektor lainnya. Untuk itu, Pemkab Blora akan terus mengawal dan mendukung pembangunan bendungan tersebut.

”Insyallah, kalau ada bendungan ini nanti akan bermanfaat baik untuk sektor pertanian maupun sektor lainnya. Dengan adanya bendungan akan mampu meningkatkan sektor pertanian yang ada di kecamatan japah, khususnya di Desa Gaplokan dan Desa Kalinanas,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Usai Pensiun, Noor Yasin Bakal All Out Hadapi Pilbup Kudus 2018

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah pensiun dari jabatan Sekretaris Daerah Kudus, Noor Yasin mengaku akan all out menghadapi Pilbup-Pilwabup Kudus 2018. Hal itu disampaikannya, seusai menghadiri upacara pelepasan di Pendapa kabupaten, Rabu (31/1/2018).

“Saya sekarang bukan PNS maka saya akan berjuang dan all out untuk menjadi penerus beliau (sambil mencondongkan badan ke arah Bupati Musthofa),” ungkap Noor Yasin.

Baca: Sudjatmiko Gantikan Noor Yasin Sebagai Sekda Kudus

Seperti diketahui, Noor Yasin merupakan bakal calon wakil bupati Kudus,  mendampingi Masan yang sekarang menjadi Ketua DPRD Kudus. Ia maju dari jalur partai, diusung PDIP, Golkar, PAN dan Demokrat.

Yasin melanjutkan, upayanya maju sebagai Wabup merupakan cita-citanya untuk mewujudkan Kudus yang lebih baik.

“Kami akan berjuang secara optimal sesuai dengan cita-cita yang kita inginkan. Amanah (dari partai pengusung) akan kita jalankan untuk memberikan perbaikan (pada masyarakat Kudus),” tutur dia.

Editor: Supriyadi

Sudjatmiko Gantikan Noor Yasin Sebagai Sekda Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kudus Sudjatmiko, diangkat sebagai penjabat Sekretaris Daerah Kudus, menggantikan Noor Yasin yang memasuki masa pensiun.

Upacara pelepasan sekda dihelat di Pendapa Kabupaten Kudus, dengan diikuti unsur pegawai negeri, pelajar, mahasiswa, Kepala Desa dan relawan bencana, Rabu (31/1/2018).

Bupati Kudus Musthofa, langsung mengumumkan pergantian Sekda, didepan hadirin yang ada di Pendapa. Ia mengatakan, tak ingin ada kekosongan jabatan di masa akhir kepemimpinannya.

“Saya tak ingin posisi Sekda kosong, maka saya akan langsung menyerahkan (SK penunjukan penjabat sekda), karena saya ingin kerja cepat. Karena saya sudah tak punya wakil bupati selama empat tahun, sekarang saya punya sekda apik juga pensiun. Maka hari ini saya ingin menyerahkan SK Penjabat Sekda yang baru kepada Sudjatmiko,” tuturnya, sambil menyerahkan surat keputusan.

Dirinya mengatakan, pengabdian Noor Yasin sebagai pegawai negeri selama 40 tahun tak meninggalkan jejak buruk. “Harapan saya (Noor Yasin) tak berhenti mengabdi disini (Kudus). Namun demikian karena sudah memasuki masa pensiun, hari ini saya menunjuk penjabat sekda. Mudah-mudahan segalanya bisa berjalan dengan baik,” ungkap dia.

Sementara itu, Noor Yasin berharap penerusnya dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. “Mudah-mudahan (Sudjatmiko) dapat melaksanakan yang terbaik bagi warga Kudus dan pegawai negerinya,” pesan Yasin.

Menanggapi itu, Sudjatmiko berjanji menjalankan amanah yang diberikan kepadanya secara bertanggungjawab. Ia mengaku akan melaksanakan semua tugas yang ditinggalkan oleh Yasin.

“Termasuk nantinya mempersiapkan pengisian Sekda definitif,” katanya.

Disinggung mengenai tugas ganda sebagai Kepala Bapelitbangda dan Sekda, Sudjatmiko mengaku akan mengemban keduanya secara proporsional dan profesional.

Editor: Supriyadi

Sekda Grobogan Imbau PNS Salurkan Zakat Lewat Baznas

MuriaNewsCom, Grobogan – Sekda Grobogan Moh Sumarsono mengimbau para PNS supaya menyalurkan zakatnya melalui lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Hal itu disampaikan Sumarsono saat menghadiri acara pelantikan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai SKPD yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Rabu (31/1/2018).

”Jumlah PNS yang menyalurkan zakat lewat Baznas memang mulai meningkat. Saya mengimbau kalau bisa zakat PNS bisa disalurkan lewat Baznas. Sejauh ini, saya juga menyalurkan zakat lewat Baznas. Setiap bulan, gaji saya otomatis langsung dipotong zakatnya,” cetusnya.

Ia menilai, kinerja Baznas selama ini sudah cukup bagus. Meski baru ada pada tahun 2015 lalu namun jumlah zakat dan infak uang yang dikelola sudah mencapai Rp 2 miliar per tahun.

Ia juga mengapresiasi banyaknya program pendistribusian zakat yang sudah dilakukan Baznas sejauh ini. Seperti, rehab rumah tidak layak huni, bantuan panti asuhan, dan layanan ambulans gratis.

Sekda menegaskan, Pemkab Grobogan akan terus mendorong supaya kinerja Baznas bisa terus meningkat. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah mengalokasikan bantuan hibah Baznas senilai Rp 100 juta pada tahun lalu. Sedangkan pada tahun anggaran 2018 dinaikkan sebesar Rp 200 juta.

Editor: Supriyadi

Nyambi Jadi Pengedar Sabu, 2 Petugas Cleaning Service di Grobogan Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, GroboganSelain sopir truk, ternyata ada dua tersangka lagi yang diamankan aparat Satresnarkoba Polres Grobogan pada pekan lalu. Kedua tersangka lainnya diketahui bernama Bagus Suryo (30), warga Kecamatan Purwodadi dan Yudi Priyanto (31), warga Blora.

Penangkapan kedua tersangka ini dilakukan pada lokasi berbeda. Tersangka Bagus diamankan lebih dulu di salah satu hotel di Purwodadi, Jumat (26/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat digeledah, polisi berhasil menemukan satu paket narkoba jenis sabu-sabu yang dibawa pria beprofesi sebagai karyawan cleaning service tersebut.

”Barang bukti sabu yang kita amankan dari tersangka totalnya seberat 0,33 gram,” ungkap Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa saat jumpa pers, Rabu (31/1/2018).

Baca: Konsumsi Sabu untuk Tambah Stamina, Sopir Truk di Grobogan Ditangkap Polisi

Setelah diinterograsi lebih lanjut, tersangka mengaku mendapatkan barang dari teman kerjanya bernama Yudi. Berbekal informasi ini, petugas kemudian bergerak memburu Yudi dan akhirnya berhasil meringkusnya.

Kasat Narkoba AKP Abdul Fatah menambahkan, pelaku sudah jadi target sejak tahun 2017. Namun, mereka berhasil lolos dari incaran hingga akhirnya berhasil diamankan pekan lalu.

Status kedua tersangka merupakan pengedar. Mereka ini mengantar narkoba dengan modus diselipkan dalam kemasan makanan dan diantarkan pada pemesannya yang sebelumnya sudah pesan kamar di hotel atau penginapan.

”Kita masih mengembangkan penyelidikan mengenai pemasok barangnya Kedua tersangka mengaku mendapatkan barang dari seseorang yang saat ini masih kita kejar,” jelas Fatah.

Editor: Supriyadi

Pedagang Barito Kudus Berharap Peruntungan di Tempat Baru

MuriaNewsCom, Kudus – Seperti direncanakan, pedagang-pedagang Pasar Bantaran Kali Gelis (Barito) akan mulai berpindah tempat, ke kompleks Pasar Burung Jati, esok (Kamis 1/2/2018). Lalu apa harapan mereka terkait tempat yang baru?

Daryono pedagang batu akik di Pasar Barito berharap rezekinya semakin lancar di tempat baru. Dirinya mengaku, di tempat lawas bila sedang ramai ia bisa meraup untung bersih sebesar tiga juta rupiah.

“Ya harapannya, paling tidak sama dengan yang di pasar Barito dulu, atau lebih baik,” tuturnya.

Baca: Pedagang Barito Kudus Diberi Tenggat Waktu 5 Hari untuk Pindah

Dirinya mengatakan, dengan kios yang baru pihaknya akan melihat reaksi pasar. Bila memungkinkan, ia akan berdagang barang lain seperti pakaian dan sejenisnya.

“Nanti lihat pasarnya seperti apa, kalau batu akik kan bukan tujuan utama jadi nanti kita lihat saja kalau bisa nambah-nambah dagangan,” ujarnya.

Pedagang lain Edy, mengaku senang dengan rencana kepindahan mereka ke lokasi pasar baru. “Harapannya lebih baik lah disini (Kompleks Pasar Burung Jati),” ungkapnya.

Baca: Pedagang Barito di Bantaran Kaligelis Kudus Hanya Bisa Pasrah Kena Relokasi

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Barito Ali Nor Faiz mengungkapkan, semua pedagang akan memulai aktifitasnya di tempat baru pada tanggal 5 Februari 2018.

“Semua pedagang rosok (second) yang ada disana harus pindah. Namun kalau yang menyewa tempat di bangunan milik warga dan berada di bantaran sungai, beda lagi, masih boleh berjualan disana paling tidak sampai masa sewanya habis. Namun untuk yang rosok harus pindah, maksimal tanggal tersebut,” ucapnya.

Terkait woro-woro kepindahan kepada pelanggan, pihaknya mengaku sudah melakukannya dengan memasang spanduk pengumuman.

Editor: Supriyadi

Puluhan Pelajar di Karimunjawa Diangkut Polisi ke Sekolah, Ada Apa?

MuriaNewsCom, Jepara – Puluhan pelajar di Kepulauan Karimunjawa, Jepara terpaksa diangkut menggunakan mobil polisi ke sekolah. Hal itu dilakukan lantaran tak adanya pasokan BBM di Karimunjawa akibat cuaca buruk hingga melumpuhkan transportasi ke sekolah yang jaraknya mencapai belasan kilometer.

Kapal tanki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang berlayar dari Semarang terhalang ombak dan angin kencang. Akibatnya pasokan BBM untuk masyarakat tak bisa diantar.

Hal itu praktis memengaruhi pasokan bahan bakar khususnya pertalite dan premium di SPBU Karimunjawa dan persediaan bensin milik masyarakat termasuk para pelajar, yang tak bisa masuk sekolah.

“Kami akhirnya menempuh solusi untuk menjemput siswa yang tidak bisa sekolah karena ketiadaan BBM di motor-motor milik mereka. Ada lima kendaraan yang disiapkan, dua milik Taman nasional, dua milik masyarakat dan satu milik Kapolsek,” ujar Sekretaris Kecamatan Karimunjawa Noor Sholeh, Rabu (31/1/2018).

Menurutnya, ada sekitar 100 pelajar berikut pengajar yang terkendala transportasi ke sekolah. Dengan lima kendaraan yang disiapkan, pihak kecamatan mengaku hal itu sudah mencukupi.

Sholeh menyebut, antar jemput siswa dan pengajar akan dilakukan selama tiga hari ke depan, hingga Jumat (2/2/2018). Saat itu, diharapkan kapal tanki pengangkut BBM dari Semarang bisa berlabuh di Karimunjawa dan bisa menyuplai kebutuhan bahan bakar untuk warga.

“Untuk antar jemput siswa dan pelajar berasal dari MTS dan setingkat SMA yang ada di pulau utama Karimunjawa. Mereka sebagian berasal dari Kemujan. Adapun lima kendaraan yang digunakan menggunakan jenis bahan bakar solar, yang masih tersisa,” jelasnya.

Terkait pasokan bahan makanan, Sholeh menyebut hingga saat ini masih aman. Hal itu karena wilayah kepulauan tersebut sudah mendapatkan droping beras.

“Cadangan beras masih aman, begitu pula dengan gas, karena kami terakhir mendapatkan pasokan elpiji pada tanggal 22 Januari lalu. Beras juga demikian masih aman, kalau untuk lauk disini melimpah ikan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Susah Payah Bobol Alfamart, Maling Ini Hanya Bawa Kabur Rokok

MuriaNewsCom, Cilacap – Minimarket Alfamart di Jalan Penyu, Kabupaten Cilacap, Rabu (31/1/2018) dibobol kawanan maling. Pencuri masuk ke minimarket dengan memanjat tembok dan menjeblon palfon.

Setelah berhasil masuk, pencuri mengobrak-abrik barang-barang yang ada di dalam Alfamart itu. Setelah puas, mereka lalu membawa kabur rokok yang dijual.

Namun jangan salah, jumlah rokok yang dibawa kabur tidak hanya satu atau dua bungkus saja, melainkan 1.723 bungkus. Bahkan pihak Alfamart harus menderita kerugian mencapai Rp 30 juta, setelah ribuan bungkus rokok itu diembat maling.

Peristiwa pencurian ini diperkirakan terjadi pada dini hari, namun baru diketahui sekitar pukul 06.45 WIB, setelah pegawai mulai masuk ke dalam toko. Saat itu, salah satu karyawan mendapati tiang penyangga monitor CCTV roboh dan tergeletak di pinggir lantai.

“Setelah dicek barang dagangan yang ada didalam minimarket sudah dalam keadaan berantakan dan beberapa jenis barang telah hilang,” kata Kapolsek Cilacap Selatan, AKP Totok Nuryanto, saat memimpin olah TKP.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi mendapati kawat pengaman duri yang berada di atas tembok rusak dan plafon di dalam toko Alfamart dijebol.

”Diduga pelaku masuk dengan cara memanjat tembok belakang Alfamart menggunakan tangga. Kemudian masuk ke dalam toko dengan cara menaiki atap dan menjebol plafon,” ujarnya.

Untuk menghilangkan jejak, para pelaku merusak kamera CCTV yang terpasang di dalam ruangan.

Meski mencoba menghilangkan jejak dan bukti, pelaku masih cukup teledor. Pelaku pencurian ternyata meninggalkan sandal warna merah yang mereka pakai.

Sandal ini pun langsung diamankan untuk dilakukan identifikasi. Tak hanya itu, tangga yang digunakan untuk memanjat yang tertinggal di lokasi kejadian juga diamankan.

Atas kejadian tersebut pihak Alfamart menderita kerugian berupa berupa 1.723 bungkus rokok berbagai merkm serta barang lainnya yang ditaksir mencapai 30 juta rupiah.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan kasus ini. Sejumlah saksi dan bukti mulai diperiksa untuk mendeteksi para pelaku pencurian.

Editor : Ali Muntoha

Konsumsi Sabu untuk Tambah Stamina, Sopir Truk di Grobogan Ditangkap Polisi

MuriaNewsCom, GroboganAparat Satresnarkoba Polres Grobogan berhasil membekuk pria bernama Pusdiyono, warga Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer. Saat digeledah, polisi berhasil menemukan satu paket narkoba jenis sabu-sabu dalam saku pria yang beprofesi sebagai sopir truk antar kota tersebut.

”Barang bukti sabu yang kita amankan dari tersangka totalnya seberat 0,34 gram. Tersangka kita amankan pekan lalu,” kata Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa saat jumpa pers, Rabu (31/1/2018).

Penangkapan sopir truk berusia 40 tahun itu dilakukan di tempat parkir RSUD Purwodadi, Rabu (24/1/2018) sekitar pukul 19.00 WIB. Beberapa jam sebelumnya, tersangka diketahui menitipkan motornya di tempat parkiran tersebut.

Setelah itu, tersangka keluar dari lokasi parkir untuk menemui seseorang yang diindikasikan sebagai pemasok narkoba. Usai mendapatkan barang, tersangka kemudian kembali lagi ke lokasi parkir RSUD untuk mengambil kendaraannya.

”Saat tersangka mau ambil motornya, langsung kita amankan. Sebelumnya, kami sudah dapat info bakal ada transaksi narkoba di lokasi parkiran itu. Kita masih mengembangkan penyelidikan mengenai pemasok barangnya,” imbuh Kasat Narkoba AKP Abdul Fatah.

Sopir truk tersebut mengaku sudah beberapa kali mengonsumsi sabu. Pemakaian sabu dilakukan untuk menambah stamina sehingga bisa mengemudikan kendaraan tanpa mengalami rasa lelah.

”Tersangka beralasan memakai sabu untuk menguatkan stamina. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan. Justru orang yang mengonsumsi narkoba sangat berbahaya jika sedang mengemudi,” imbuh Fatah.

Editor: Supriyadi

Polisi di Brebes Dipecat Karena Asusila dan Penipuan

MuriaNewsCom, Brebes – Kepolisian kembali mengambil tindakan tegas kepada anggotanya yang terlibat kejahatan dan pelanggaran kode etik. Seorang polisi berpangkat Briptu di Polres Brebes, dipecat dengan tidak hormat setelah sebelumnya terlibat kasus asusila dan penipuan.

Polisi yang dipecat diketahui bernama Dika Yusniawan (32). Proses pemecatan dilakukan dengan upacara penanggalan seragam polisi yang dipimpin Kapolres Brebes AKBP Sugiarto, di halaman Mapolres Brebes, Rabu (31/1/2018).

Pemecatan ini tertuang dalam surat keputusan Polda Jateng Kep/2777/XII/2017. Dalam SK itu, Briptu Dika Yusniawan ditetapkan untuk di PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat) terhitung mulai 29 Desember 2017.

Kaporles menjelaskan, anggota ini diberhentikan karena melanggar pasal 12 ayat (1) huruf a PPRI no 1 th 2003 jo pasal 21 ayat (3) a dan i Perkap 14 th 2011 tentang KKEP. “Sudah sering melakukan tindakan indisipliner, jadi saya laksanakan perintah dari Polda ini,” katanya.

Ia berharap pemecatan dengan tidak hormat kali ini menjadi yang terakhir. Ia juga mengingatkan kepada jajarannya untuk menjadikannya sebagai evaluasi. “Ini untuk instrospeksi kita semua, supaya melaksanakan tupoksi kita sebagai anggota Polri,” ujarnya.

Baca : Polda Jateng Pecat 50 Polisi Secara Tak Hormat, 4 Perwira Juga Kena

Ditambahkan, pihaknya selain memberikan punisment juga memberikan reward. Bagi anggota yang melanggar kode etik dan profesi Polri maupun pidana akan ditindak dengan punisment. ”Sedangkan yang berprestasi tentunya akan kami berikan penghargaan (reward),” imbuhnya.

Sementara itu kepada anggota yang diberhentikan, Kapolres Berharap tetap menjaga nama baik institusi kepolisian. “Kepada Pak Dika, semoga moment pagi ini menjadi titik balik, supaya bisa mengubah sikap di masyarakat dan tetap menunjukkan nama baik Polri,” pesannya.

Sebelum dipecat Dika bertugas di Kesatuan Sabhara Polres Brebes. Dika diketahui telah beberapa kali melanggar kode etik, termasuk terlibat kasus asusila dan penipuan.

Sebelumnya Dika telah melalui proses sidang kode etik, dan beberapa kali menjalani hukuman tahanan, hingga akhirnya dipecat dengan tidak hormat.

Editor : Ali Muntoha

Pedagang Barito Kudus Diberi Tenggat Waktu 5 Hari untuk Pindah

MuriaNewsCom, Kudus – Pedagang Pasar Bantaran Kali Gelis (Barito) Kudus, hari ini (Rabu, 31/1/2018) menerima kunci lapak yang baru dari Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus. Penyerahan dilakukan secara langsung di lokasi pasar yang baru di Pasar Burung Kecamatan Jati.

Kepada para pedagang, Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Sudiharti menitipkan pesan agar segera membereskan dagangan dan memindahkannya. Mereka diberi tenggat waktu selama lima hari terhitung tanggal 1 Februari 2018.

“Jika hingga tanggal 5 Februari 2018 masih ada pedagang di wilayah tersebut (Bantaran Kali Gelis), maka akan diambil tindakan oleh Satpol PP,” tegasnya.

Baca: Pedagang Barito di Bantaran Kaligelis Kudus Hanya Bisa Pasrah Kena Relokasi

Menurutnya, di lokasi tersebut terdapat 190 los yang telah disiapkan pemkab, untuk merelokasi pedagang dari Bantaran Kali Gelis ke Pasar Burung Jati. Adapun, di lokasi yang baru pemkab telah menyediakan lapak-lapak berukuran kurang lebih 1,85×2 meter, bersebelahan dengan para penjual burung.

Menurut Sudiharti, seluruh pedagang di Barito akan tertampung di lokasi yang baru. Hal itu mengingat jumlah los yang tersedia, melebihi pedagang.

Menurut Ketua Paguyuban PKL Pasar Barito Sebelah utara Ali Nor Faiz, pasar tersebut dibagi menjadi dua bagian. Sebelah utara dan selatan. Di utara Kali Gelis ada 116 pedagang dan di selatan ada 62 pedagang.

Baca: Melawat ke Pasar Barito Kudus untuk Kali Terakhir

“Kalau untuk hari ini, pedagang masih berjualan seperti biasa. Namun untuk besok, sudah mulai bersiap-siap pindah. Hari ini juga ada sih yang sudah mulai kemas-kemas. Namun kita mulainya besok sampai tanggal 5 Februari,” ungkap Ali.

Ia mengatakan, dengan tenggat waktu pindah yang diberikan Pemkab Kudus, pedagang dapat melaksanakannya. Dirinya memperkirakan, untuk pedagang onderdil berskala besar perpindahan hanya membutuhkan waktu dua sampai tiga hari.

“Ya bisa lah nanti pindah kesini dengan waktu yang telah ditentukan,” urainya.

Editor: Supriyadi

Wilayah Banjarejo Grobogan Dulunya Ternyata Sebuah Lautan, Ini Penjelasannya

MuriaNewsCom, GroboganMakin banyaknya temuan fosil gigi hiu makin menguatkan dugaan jika di wilayah Banjarejo dulunya berupa lautan lalu berubah jadi daerah rawa dan daratan. Hal ini diprediksi dari jenis fosil yang sudah berhasil ditemukan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Sebelumnya, jenis hewan purba berdasarkan fosil yang ditemukan selama ini berasal dari sekitar 12 spesies binatang. Antara lain, gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, kerang, antelope, menjangan, ikan laut termasuk hiu yang hidup diperairan dangkal.

Baca: Leyeh-leyeh di Bawah Pohon Jati, Warga Banjarejo Grobogan Temukan 11 Fosil Gigi Hiu Berusia Ratusan Tahun

Ahli Geologi dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Suwito Nugraha menyatakan, dari analisanya, kondisi alam di kawasan Banjarejo dimungkinkan beralih dari lautan kemudian darat dan laut lagi.

Dalam survei dan ekskavasi yang sudah dilaksanakan dua tahun terakhir di Banjarejo diketahui, fosil binatang yang ditemukan menunjukkan kondisi lingkungan yang berasal dari daratan dan tepi pantai serta laut.

Lebih lanjut dijelaskan, lapisan tanah yang ditemukan di dalam tiga kotak ekskavasi yang dibuka pada tahap penelitian berupa gamping konglomeratan. Yakni tanah dengan campuan cangkang kerang, organisme laut, pecahan batu dan lumpur karbonat.

Pada temuan di kotak ekskavasi penelitian juga ditemukan lapisan tanah diduga dari laut dengan indikasi tanah berwarna biru dan tanah bau anyir. “Bisa jadi dulunya kawasan ini semula berupa lautan lalu jadi rawa dan daratan,” katanya saat melangsungkan penelitian di Banjarejo akhir tahun 2017 lalu.

Editor: Supriyadi

Masih Banyak Balita Kena Gizi Buruk di Jateng, Pemerintah Diminta Lakukan Ini

MuriaNewsCom, Semarang – Jawa Tengah ternyata belum bebas dari kasus gizi buruk. Ratusan kasus ditemukan di berbagai daerah di provinsi ini, dan yang paling banyak penderita gizi buruk terjadi di Kabupaten Brebes.

Yang terbaru juga ditemukan kasus gizi buruk di Kabupaten Purbalingga. Ada belasan balita di daerah ini yang terkena gizi buruk. Kondisi ini mendapat sorotan dari kalangan DPRD Jateng.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Karsono menyayangkan di tahun 2018 masih ditemui kasus gizi buruk di Jateng. Ia menyebut, dari pemantauannya ada 16 balita terserang gizi buruk.

Belasan balita penderita gizi buruk itu, tersebar di enam kecamatan. Yakni Kecamatan Mrebet enam kasus, Kemangkon, Pengadegan, dan Karangmoncol masing-masing 2 kasus. Sementara di Bukateja, Kejobong, Purbalingga dan Kalimanah masing-masing satu kasus.

“Kasus gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Purbalingga tentu membuat kita prihatin. Sebab, ternyata kasus gizi buruk masih terjadi di wilayah Indonesia, khususnya di Jateng,” katanya dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Ia mendesak Pemprrov Jateng dan pemerintah kabupaten/kota mengerahkan semua kemampuan untuk mengatasi masalah gizi buruk yang terhadu di provinsi ini.

Tim kesehatan yang lengkap juga harus dikirim sampai ke pelosok. Koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat juga harus cepat dalam mengirimkan tim kesehatan.

“Ini penting untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat di sana. Juga harus mengirimkan bahan-bahan makanan untuk memperbaiki gizi di masyarakat sana,” ujarnya.

Menurutnya langkah tersebut harus dilakukan secara terus-menerus dan ke semua wilayah sampai yang terpencil. Tujuannya, agar kasus serupa tidak terulang. Pihaknya tidak mau jika bantuan hanya diberikan saat ada kasus seperti di Purbalingga.

Selain itu menurut dia, penemuan kasus gizi buruk di Purbalingga dinilai sebagai bentuk kelalaian pemerintah dalam memperhatikan kualitas sumber daya manusia yang ada di Jateng. Pasalnya Jateng punya target untuk menekan angka gizi buruk di bawah 5 persen.

“Terdapat dua penyebab dari munculnya kasus gizi buruk di Kabupaten Purbalingga, yakni masalah kesehatan dan kemiskinan yang belum juga bisa terselesaikan,” terangnya.

Pemprov Jateng, kata Karsono, perlu kembali fokus pada pembangunan sumber daya manusia. Karena dari sumber daya manusia yang berkualitaslah akan menunjang kemajuan bangsa Indonesia kedepan.

Selain Purbalingga, sejumlah daerah lain di Jateng yang rawan gizi buruk adalah di Brebes dengan 82 balita yang menderita per tahun 2016. Sementara terendah ada di Surakarta sebagai satu-satunya daerah yang bersih dari gizi buruk, baru disusul Salatiga dengan tiga penderita.

Berdasarkan grafik sisa kasus gizi buruk (menurut indeks berat badan/tinggi badan (BB/TB) per 30 September 2017, di Jateng tercatat ada 980 kasus. Jumlah terbanyak Kabupaten Brebes dengan 107 kasus, disusul Kabupaten Banyumas 70 kasus, dan Kabupaten Tegal dengan 61 kasus.

“Kasus gizi buruk di Kabupaten Brebes menduduki posisi pertama di Jawa Tengah. Namun, gizi buruk yang dialami warga Brebes bukan karena kurang makan, melainkan infeksi penyakit, sampai saat ini, ada 107 kasus gizi buruk dari laporan 38 puskesmas di Kabupaten Brebes. Jumlah tersebut menempatkan Brebes sebagai kabupaten di Jateng dengan kasus gizi buruk terbanyak,” kata Karsono.

Editor : Ali Muntoha

Tak Sekedar Beladiri, Dalmas Polres Blora Juga Dibekali ‘Ilmu Sakti’ untuk Hadapi Penjahat

MuriaNewsCom, Blora – Para pelaku tindak kejahatan di Kabupaten Blora sepertinya harus berpikir dua kali untuk beraksi di Kota Mustika. Pasalnya, belasan Dalmas Sat Shabara Polres Blora ternyata dibekali ilmu beladiri yang tak biasa.

Hal itu terlihat saat 15 anggota Dalmas unjuk kebolehan beladiri di Halaman Belakang Polres Blora, Selasa (30/8/2018) usai apel pagi. Belasan anggota itu memperagakan atraksi memecahkan dan melumat Batako yang ditumpuk beberapa Lapis.

Mereka juga memamerkan cara beladiri bertarung menghadapi pelaku kejahatan yang membawa pistol, tongkat, dan pisau.

Setiawan, instrukutur beladiri Merpati Putih mengatakan seluruh gerakan yang diperagakan merupakan bagian dari pengamanam yang dilakukan Polri dalam menyikapi pelaku kejahatan yang sewaktu-waktu terjadi.

”Sebelum memecahkan batako dan lempeng besi kali ini, seluruh personil Dalmas Polres Bora melewati latihan ilmu beladiri Merpati Putih selama beberapa bulan dengan materi yang berbeda dan ternyata berhasil,” ucap Setiawan seperti dikutip dari Tribratanews.

AKP Siswanto Kasat Sabhara mengatakan seluruh gerakan yang diperagakan merupakan bagian dari latihan yang dilakukan Anggota Dalmas supaya memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Sebab, tantangan tugas kedepan semakin berat apalagi jelang masa kampanye Pilkada tahun 2018 ini.

”Pasukan Dalmas adalah pasukan utama Polres Blora yang sebagian besar anggotanya masih berusia muda, maka dari itu ketahanan fisik dan mental perlu diasah terus untuk membentuk kepribadian Polri yang handal,” katanya.

Kasat Sabhara menambahkan, pematahan balok juga lempeng besi dengan kepala dan tangan itu tidak ada unsur mistis sama sekali. Hal itu bisa terjadi karena memanfaatkan tenaga dalam yang selama ini dipelajari pada ilmu beladiri Merpati Putih.

Kemampuan mematahkan balok dan lempeng besi tersebut ternyata menjadi perhatiam Kapolres Blora AKBP Saptono. Karena, hal itu tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa adanya pengalaman dan juga latihan yang dilakukan oleh orang yang melakukannya.

Kapolres Blora menjelaskan, peragaan beladiri tidak lain hanya bagian dari unjuk keterampilan yang dimiliki anggotanya. Dan bukan sebagai ajang untuk menyombongkan diri serta besikap sewenang-wenang ketika berada di tengah masyarakat.

”Ini bagian dari show of force kami. Bahwa kami siap melayani dan mengayomi masyarakat. Yang paling penting keahlian ini bukan untuk disombongkan atau disalah gunakan sewenang-wenang,” terang AKBP Saptono.

Editor: Supriyadi

Leyeh-leyeh di Bawah Pohon Jati, Warga Banjarejo Grobogan Temukan 11 Fosil Gigi Hiu Berusia Ratusan Tahun

MuriaNewsCom, GroboganJumlah koleksi fosil purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan bertambah lagi. Hal ini menyusul adanya penemuan potongan fosil hewan purba terbaru pada Selasa (30/1/2018) kemarin. Benda purbakala terbaru ini berupa fosil gigi hiu purba yang diperkirakan berusia ratusan ribu tahun.

”Jumlahnya ada 11 fosil gigi ikan hiu purba. Lokasi penemuan ada di kebun jati di sebelah utara Dusun Barak. Selasa siang kemarin ditemukan dan baru diserahkan menjelang magrib,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik, Rabu (31/1/2018).

Fosil gigi hiu purba ditemukan warga Banjarejo bernama Tarno (50). Ceritanya, pada Selasa siang, Tarno sedang ngaso atau istirahat di bawah pohon jati tidak jauh dari ladangnya.

Saat itulah, ia melihat ada benda mirip fosil di dekat akar jati yang posisinya menyembul dipermukaan tanah. Setelah diambil dan diperhatikan, benda tersebut ternyata fosil gigi hiu purba. Selanjutnya, Tarno mencari lagi disekitar lokasi itu dan akhirnya mendapatkan 11 potongan fosil yang bentuk dan ukurannya berbeda-beda.

”Fosil gigi hiu ini kecil sekali ukurannya. Paling besar ukurannya sekitar 3 x 3 centimeter. Kebanyakan bentuk fosil gigi hiu ini kayak logo mobil mercy,” sambung Taufik.

Menurut Taufik, sebelumnya sudah ada penemuan fosil gigi hiu purba. Yakni, pada tahun 2016 dan 2017, masing-masing ada penemuan lima fosil gigi hiu purba. Ditambah penemuan terbaru, jumlahnya ada 21 fosil gigi hiu purba.

Dari 21 fosil ini, sebanyak 20 fosil merupakan gigi hiu banteng yang punya nama latin Carcharhinus Leucas. Sedangkan satu fosil gigi lagi yang ditemukan di Dusun Nganggil berasal dari jenis hiu putih.

”Untuk 20 fosil gigi hiu banteng purba, semuanya ditemukan Pak Tarno. Lokasi penemuan pada kawasan yang sama, yakni di sekitar kebun jati dekat sawahnya. Jadi, boleh dibilang, Pak Tarno ini spesialis penemu fosil khusus gigi hiu purba,” imbuh Taufik.

Editor: Supriyadi

Hati-hati! Modus Kejahatan Ganjal Mesin ATM Kembali Marak

MuriaNewsCom, Kebumen – Kejahatan dengan modus mengganjal mesin ATM kembali marak di sejumlah daerah. Yang terbaru di Kebumen, tanbungan milik seorang laki-laki parah baya dikuras oleh penjahat yang berpura-pura menolong saat kartu ATM tak bisa keluar dari mesin.

Korbannya adalah Agung Riswanto (55), warga Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor, Kebumen. Uang tabungannya sebesar Rp 65 juta dikuras orang tak bertanggungjawab saat melakukan transaksi di mesin ATM BRI yang berada di Indomart Desa Jatinegara, Kecamatan Sempor, Selasa (30/1/2018) kemarin.

Uang miik korban diduga dikuras oleh orang yang pura-pura menolongnya saat kartu ATM terganjal. Pelaku berani menjalankan aksinya meski lokasi ATM berada di dalam toko modern.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas AKP Masnudin mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan kasus tersebut. Saat ini tim Resmob Polres Kebumen dan Reskrim Polsek Sempor tengah melakukan penyelidikan.

Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula saat kroban melakukan transaksi di mesin ATM sekitar pukul 10.00 WIB. Usai melakukan tarik tunai, kartu ATM miliknya tak bisa dikeluarkan, seperti ada sesuatu yang mengganjal kartu.

“Saat korban panik, ada seorang pria menghampiri korban untuk membantu mengeluarkan. Tanpa sadar, si korban memberikan pin ATM kepada pria tersebut,” katanya.

Tidak hanya itu saja. Drama kejahatan semakin rapih, saat si pria meminta korban untuk pulang mengambil pinset di rumah.

Korban yang pada saat itu pulang ke rumah terkejut. Tiba-tiba ada pesan masuk melalui SMS Banking di ponselnya telah ada transaksi uang sebesar Rp 65 juta.

Korban yang panik, saat itu juga melaporkan ke Polsek Sempor mengenai kejadian itu. “Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Petugas di lapangan masih melakukan penyelidikan kasus itu,” ujarnya.

Modus kejahatan ganjal mesin ATM bukan hal pertama terjadu di Kebumen. Kasus semacam ini marak terjadi di beberapa kota di luar Kebumen. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada jika akan bertransaksi di mesin ATM.

“Jika perlu, saat akan menggunakan mesin ATM, alangkah baiknya kita gunakan mesin yang berada di kantor bank. Jika terjadi masalah segera laporkan ke petugas Satpam yang berada di bank, sehingga bisa terhindar dari aksi kejahatan,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Begal Kembali Berulah di Rembang, Begini Tips Jitu dari Kepolres

MuriaNewsCom, Rembang – Kelompok begal kembali berulah di Rembang. Terakhir, dua orang bekal beraksi di ruas Jalan Rumbutmalang-Dresi Kecamatan Kaliori.

Salah satu korbannya adalah seorang bidan desa, Sofiah. Sepeda motor jenis Supra Fit milik korban dirampas. Hanya saja, kasus yang terjadi Sabtu (27/1/2018) malam itu masih belum terang perkembangan penyelidikannya.

”Masih belum terang penyelidikan pelakunya. Kami sudah memeriksa dua orang saksi dalam kasus tersebut, termasuk orang yang pertama kali menolong,” kata Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso seperti dikutip dari laman resmi Polres Rembang.

Atas kejadian itu, ia mengimbau warga berhati-hati melintas di jalur sepi. Tujuannya agar kasus serupa tidak terulang. ”Jangan melintas di jalur sepi sendiri. Kalau terpaksa keluar malam, ajak teman,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi tindak kejahatan, pihaknya juga sudah mengintensifkan patroli di jalur rawan kejahatan. Patroli BLP dilakukan dengan menggunakan mobil berlampu. Harapannya, begitu melihat lampu polisi, penjahat akan mengurungkan niatnya.

”Kejahatan bisa muncul kapan saja, 24 jam. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Hanya saja, Kapolres menyarankan agar warga tidak membawa senjata tajam. Sebab, menurutnya, saat situasi kepepet, apa pun bisa menjadi senjata. Misalnya helm yang dikenakan atau batu di dekatnya.

”Bila membawa senjata tajam, khawatir saja kalau korban justru dikira pelaku,” paparnya.

Selain kasus pembegalan di daerah Rumbutmalang Kaliori, polisi juga menyelidiki kasus ban bocor ramai-ramai di Jalur Pantura Dresi. Polisi mengaitkannya dengan modus kejahatan di malam hari.

Editor: Supriyadi

Jateng Wow, Cara Pemprov Atasi Paceklik Wisatawan di Awal Tahun

MuriaNewsCom, Semarang – Awal tahun menjadi masa-masa paceklik wisatawan di Jateng. Tingkat kunjungan wisata ke provinsi ini akan mengalami penurunan drastis, setelah masa libur akhir tahun usai.

Untuk mengatasi hal ini, Pemprov Jateng meluncurkan program ’Jateng Wow 2018’. Program ini menggandeng 148 pelaku wisata. Mulai dari destinasi wisata, hotel, restoran, biro perjalanan dan perusahaan transportasi.

Dengan program ini akan digelar berbagai amcam even yang mampu menarik wisatawan. Termasuk paket-paket wisata dengan harga miring, , potongan harga untuk hotel dan biaya masuk objek wisata.

Program Jateng Wow 2018 diluncurkan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Selasa (30/1/2018) malam di Wisma Perdamaian, Semarang. Program ini berlangsung mulai 1 Februari hingga 31 Maret 2018.

Ganjar mengakui, awal tahun merupakan low season, di mana kunjungan wisatawan mengalami penurunan setelah ramai di akhir tahun sebelumnya. Untuk itu dia berharap Jateng Wow bisa menjadi daya ungkit pariwisata Jawa Tengah.

Ganjar meminta para pegiat pariwisata ikut menyemarakan program Jateng Wow dengan membuat berbagai even yang dapat mendatangkan pengunjung. Khususnya bagi pelaku hotel dan destinasi wisata.

“Saya usul, bisa tidak antarhotel membuat even bersama, atau giliran minimal setiap weekend. Terbayangkan kalau setiap weekend akan ada show apapun di salah satu hotel atau di salah satu destinasi wisata dengan diskon yang diberikan,” ujarnya.

Ganjar juga meminta kepada para pegiat pariwisata untuk terus memublikasikan program Jateng Wow setiap harinya melalui media-media sosial. Tidak hanya memviralkan, mereka diminta menceritakan tempat-tempat destinasi wisata, kuliner-kuliner khas dan juga even-even yang diselenggarakan agar dapat diketahui oleh masyarakat luas.

“Seluruh pegiat pariwisata tiap hari harus memublikasikan even, kegiatan, dan diskon yang diberikan. Kalau perlu buat lomba kecil-kecilan yang menceritakan destinasi wisata, kuliner menarik baik berupa tulisan, gambar, maupun video, agar kita bisa mewujudkan Jateng benar-benar wow, wow, dan wow,” serunya.

Kepala Disporapar Jateng Urip Sihabuddin. menambahkan selama berlangsungnya program Jateng Wow, pihaknya menargetkan kenaikan kunjungan wisata sebesar 20 persen pada Februari-Maret 2018.

“Dari tahun ke tahun jumlah wisatawan pada Februari-Maret selalu lebih rendah dibandingkan bulan-bulan yang lainnya. Sehingga dengan adanya Jateng Wow ini kita targetkan kenaikan 20 persen,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Sebatang Kara di Gubuk Reyot, Kisah Hidup Kakek 80 Tahun di Grobogan Ini Bikin Nyesek

MuriaNewsCom, GroboganKondisi seorang kekek renta yang tinggal di Dusun Karasan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon membuat iba banyak orang. Soalnya, kakek bernama Sumardi tersebut, saat ini tinggal sendirian di sebuah gubug reyot dari bambu berukuran sekitar 4 x 5 meter.

Ironisnya, lahan yang digunakan untuk mendirikan gubug oleh kakek berumur 80 tahun tersebut bukan miliknya sendiri. Namun, tanah pekarangan milik tetangganya yang peduli dengan kondisinya.

”Saya sudah tinggal di sini lebih dari 20 tahun. Sekarang hanya sendirian,” kata Sumardi dalam Bahasa Jawa, Selasa (30/1/2018).

Rumah gubug itu dulunya sempat dihuni Sumardi bersama ibu serta istrinya. Namun, keduanya sudah meninggal. Akhirnya, Sumardi yang tidak memiliki anak tersebut tinggal sendirian hingga sekarang.

Sebelumnya, Sumardi masih mampu bekerja seadanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, untuk sekedar makan saat ini, dia hanya mengandalkan kebaikan tetangganya saja karena kondisinya sudah renta. Meski hidupnya berada dibawah garis kemiskinan, namun hingga saat ini, Sumardi mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah.

”Untuk makan hanya mengandalkan tetangga kiri kanan yang peduli. Kalau tidak ada yang memberi, saya hanya rebus air,’’ ujarnya dengan nada lirih.

Sementara itu, Kabid Sosial di Dinas Sosial Grobogan Kurniawan menyatakan, pihaknya akan segera mengupayakan penanganan terhadap Sumardi. Untuk penanganan tersebut tidak tertutup kemungkinan akan melibatkan dinas atau instansi terkait lainnya.

”Nanti segera kita cek ke lokasi. Terima kasih atas informasinya,” katanya.

Editor: Supriyadi

Puluhan PKL Bakal Direlokasi ke Pusat Kuliner Purwodadi, Ini Bocorannya

MuriaNewsCom, GroboganPuluhan PKL yang ada di Jalan R Suprapto dan kawasan Simpanglima Purwodadi dijadwalkan bakal direlokasi ke lokasi baru, dalam waktu dekat. Yakni, di lahan bekas pasar pagi atau eks koplak dokar yang sekarang sudah dibangun jadi Pusat Kuliner Purwodadi.

“Lokasi Pusat Kuliner Purwodadi sudah layak dan bisa digunakan berdagang. Hanya, ada beberapa yang perlu dilengkapi, seperti pintu rollingdoor dan instalasi pengolahan air limbah. Kita rencanakan pada bulan Februari nanti bisa untuk relokasi PKL,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Grobogan Karsono, Selasa (30/1/2018).

Untuk tahap awal, Pusat Kuliner Purwodadi tersebut hanya memiliki kios sebanyak 70 unit. Dengan kios sebanyak ini maka belum bisa menampung semua PKL di jalan R Soeprapto, Simpanglima, dan jalan Dr Soetomo yang jumlahnya mencapai 197 orang.

”Jadi untuk Pusat Kuliner nanti hanya bisa ditempati sebagian PKL. Sedangkan sisanya akan direlokasi ke Taman Hijau Kota Purwodadi,” jelasnya.

Ia menjelaskan, proyek pembangunan pusat kuliner dibiayai dengan dana APBD 2017 senilai Rp 4 miliar. Dana itu dialokasikan terlebih dahulu untuk membangun kios serta penataan lahan parkir agar bisa digunakan untuk relokasi. Sementara, untuk taman dan beberapa kelengkapan lainnya akan dikerjakan secara bertahap.

”Sesuai DED, keseluruhan proyek pembangunan Pusat Kuliner Purwodadi membutuhkan dana sekitar Rp 7 miliar. Namun, mengingat anggaran terbatas, pada tahap awal, anggaran yang disiapkan baru Rp 4 miliar,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

KPU Pati Verifikasi Kepengurusan dan Keanggotaan Parpol Selama 2 Hari

MuriaNewsCom, Pati – Selama dua hari ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati menggelar verifikasi faktual seluruh parpol calon peserta Pemilu 2019. Waktu dimulainya verifikasi tersebut, dilaksanakan pada 30-31 Januari 2018.

Komisioner KPU Kabupaten Pati Devisi Hukum Supriyanto mengatakan, pelaksanaan verifikasi tersebut, sebagai bentuk tindak lanjut hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 53/PUU-XV/2017 mengenai verifikasi faktual terhadap 12 parpol peserta Pemilu 2019.

“Kami targetkan akan diselesaikan selama dua hari ini. Kami akan langsung mendatangi ke tiap sekretariat partai,” katanya kepada awak media

Menurut dia, pada hari ini akan dilakukan verifikasi kepada lima partai di Pati. Kemudian besok, rencananya akan dilanjutkan dengan lima partai lagi. Sementara, dua partai baru sudah diverifikasi sebelumnya yaitu partai Garuda dan Berkarya.

“Verifikasi yang dilakukan kini bukanlah untuk partai baru saja. Namun untuk semua partai peserta pemilu 2019 yang terdapat di pati,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Hebat! Shinta dan Drupadi Pukau Puluhan Penonton FASBuK

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang di dukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus dan MuriaNewsCom berhasil menyedot perhatian penonton, Senin (29/1/2018) malam.

Pertunjukan Teater Bledog dari STIKes Muhammadiyah Kudus dengan lakon Shinta karya Aslam Mufit dan Monolog “Drupadi” oleh Laila Alfiyah berhasil menghipnotis penonton di Auditorium Universitas Muria Kudus.

Ketua Badan Pekerja FASBuK, Arfin AM mengatakan, kedua pertunjukan tersebut adalah pertunjukan teater dengan naskah yang terinspirasi oleh kisah Ramayana. Naskah Shinta karya Aslam Mufit ini mengangkat sosok perempuan yang senantiasa melindungi kesetiaan dan janji suci atas cintanya.

”Sedangkan pertunjukan monolog Drupadi akan menceritakan sosok perempuan yang tangguh dalam menjalani suratan takdir,” katanya.

Sementara, sang sutradara Laila Alfiyah seolah ingin menyampaikan tentang dua sosok tokoh perempuan dari cerita yang berbeda namun memiliki satu kesamaan. Yakni sebuah tekad yang kuat untuk dijunjung tinggi dan diperjuangkan.

Apiknya, konsep ide pertunjukan yang dibangun juga disesuaikan dengan kondisi jaman pada saat sekarang ini. Praktis pertunjukan berhasil dinikmati dan terlihat hidup.

”Itu terlihat dari antusiasme penonton. Mereka seolah-olah ikut dalam pertunjukan,” tegasnya.

Selain itu, diskusi seputar pertunjukan serta proses penciptaan usai penampilan juga begitu hangat. Para seniman yang pentas juga terlihat begitu terbuka. Terutama dalam hal kritik yang dianggap sangat membangun.

Editor: Supriyadi

Krisis BBM di Karimunjawa: Gubernur Minta Pertamina Bangun Bungker

MuriaNewsCom, Semarang – Persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Karimunjawa habis. Hal itu karena kapal pengangkut BBM dari Semarang terkendala cuaca buruk.

Praktis, kendaraan yang menggunakan BBM jenis pertalite dan premium tak bisa difungsikan karena kehabisan bahan bakar. Selain berdampak serius pada aktivitas warga, kondisi ini juga berdampak pada siswa yang tak bisa berangkat sekolah.

Merespon hal ini, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan jika pengiriman BBM akan dilakukan sembari menunggu informasi cuaca dari BMKG. Menurutnya, BBM sedianya bisa dikirim hari ini, namun karena ombak tinggi, dimungkinkan pengiriman baru besok dilakukan.

“Sudah dikoordinasikan dengan Pertamina, besok dipastikan sudah dikirim. Ini sudah proses pengiriman, mestinya hari ini, tapi karena menurut BMKG cuaca di Perairan Karimunjawa tidak mendukung, sehingga besok baru bisa dikirim. Mudah-mudahan besok cuacanya bagus,” katan Ganjar di Gedung Pascasarjana Unnes, Selasa (30/1/2018).

Ia juga menyatakan, pihaknya telah meminta PT Pertamina agar membangun bungker penyimpanan BBM di Kepulauan Karimunjawa. Bungker ini bisa dimanfaatkan untuk mengantisipasi terlambatnya pasokan BBM yang sering terjadi karena pengiriman yang tersendat akibat cuaca buruk.

“Jangka panjangnya mesti membangun bungker di Karimunjawa untuk menyimpan stok BBM. Sehingga pasokannya tidak terganggu seperti sekarang,” ujarnya.

Baca : Siswa di Karimunjawa Tak Bisa Sekolah Karena BBM Habis

Ia menyebut, usulan pembangunan bungker ini telah ia sampaikan ke Pertamina beberapa hari lalu. Menurut dia, tempat penyimpanan itu nantinya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Karimunjawa. Sehingga tidak ada kekhawatiran akan kehabisan BBM.

Seperti diketahui, sepekan terakhir warga di kepulauan Karimunjawa mengeluhkan susahnya mendapatkan BBM. Sebab sejak 18 Januari 2018, SPBU di Karimunjawa kehabisan stok BBM.

Cuaca buruk membuat aktivitas laut di sekitar Perairan Jepara menurun. Hal ini mengakibatkan tersendatnya pengiriman BBM ke Pulau Karimunjawa. Selain itu, nelayan pun tak berani melaut karena gelombang tinggi mencapai sekitar 2 meter dengan cekepatan 10-20 knot.

Editor : Ali Muntoha

Dhuh! Puluhan Siswa di Karimunjawa Tak Bisa Sekolah Karena BBM Habis

MuriaNewsCom, Jepara – Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Karimunjawa habis, puluhan siswa sekolah tak bisa masuk sekolah. Hal itu lantaran, tidak berfungsinya moda transportasi seperti sepeda motor akibat tak terisi oleh bahan bakar.

Hal itu dialami oleh sebuah sekolah tingkat SMP MTS Safinatyul Huda. Alwiyah, wakil kepala sekolah di tempat tersebut mengaku tidak hanya siswa yang terhambat kegiatan belajarnya, tercatat ada enam guru yang tak bisa melaksanakan kewajiban mengajar.

“Siswa yang tak masuk sekolah ada 35 anak, sementara gurunya ada enam. Adapun jumlah murid di sekolah kami ada 112, sejak Senin (29/1/2018) ada banyak siswa yang tak bisa berangkat akibat tak tersedia bahan bakar pada kendaraan yang biasa dipakai sebagai sarana ke sekolah,” ujarnya, Selasa (30/1/2018).

Baca: Pasokan BBM di Karimunjawa Habis, Aktifitas Belajar Siswa Terhenti

Dirinya menyebut, kebanyakan dari mereka yang tak bersekolah hari ini merupakan siswa dari Pulau Kemujan. Dari rumah ke sekolahan, jarak yang ditempuh adalah 15 kilometer. Menurutnya, kesulitan bahan bakar sudah terjadi sejak akhir pekan lalu.

Pasokan bahan bakar di kendaraan pribadi kian menipis. Sedangkan, persediaan BBM di SPBU tak kunjung terisi karena cuaca buruk sehingga kapal pengangkut tak berani menuju Karimunjawa.

Dirinya menuturkan, kondisi bisa saja bertambah buruk ketika pasokan BBM tak kunjung datang. “Hari ini saya masih bisa berangkat ke sekolah, namun kalau tidak kunjung ada pasokan BBM, bisa saja saya tidak berangkat,” keluhnya.

Menurut Sekretaris Kecamatan Karimunjawa, Nor Sholeh Eko Prasetyawan pasokan BBM terakhir ke pulau tersebut adalah 13 Januari 2018.

“Kami sedang mencari solusi agar anak-anak sekolah dapat kembali beraktifitas. Satu diantaranya adalah menyiagakan mobil pemerintah yang menggunakan solar untuk mengantarkan ke sekolah. Kami sedang mencari formulasinya dengan Muspika,” ungkap Sholeh.

Editor: Supriyadi

Awas! Saat Gerhana Bulan Merah Darah Akan Terjadi Hujan Lebat dan Banjir Rob di Pantura

MuriaNewsCom, Semarang – Rabu (31/1/2018) besok akan terjadi fenomena alam langka, yang terjadi sekitar 150 tahun sekali yakni gerhana bulan total blood moon (bulan darah merah). Jika cuaca tidak hujan dan mendung, fenomena alam ini bisa dilihat secara langsung dengan mata telanjang.

Keindahan fenomena alam langka ini sudah banyak ditunggu. Meski demikian, Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat, bahwa saat fenomena blood moon ini akan terjadi air pasang laut maksimum.

Air pasang maksimum dapat mencapai 100-140 sentimeter dan surut minuman 100-110 sentimeter pada 30 Januari sampai 1 Februari 2018.

Kepala Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang Tuban Wiyoso, juga mengimbau masyarakat untuk waspada tentang hal ini.

Menurut dia, naiknya air rob lantaran pada saat bersamaan juga terdapat supermoon. Kenaikan air rob harus diwaspadai masyarakat di pesisir pantai utara (pantura) Jawa, karena bisa memicu banjir rob dan menganggu aktivitas jalan raya.

“Fenomena gerhana bulan total bertepatan dengan munculnya supermoon di atas langit Jawa Tengah. Ada baiknya warga mewaspadai hal ini, karena ketinggian banjir rob mengalami kenaikan dibanding kondisi normal,” kata Tuban kepada wartawan, Selasa (30/1/2018).

Pihaknya juga meminta para nelayan yang melaut tetap waspada daat fenomena blood moon terjadi. Sebab, di perairan Laut Jawa ketinggian ombak laut mencapai 2,5 meter. Bahkan, tinggi ombak laut selatan atau Samudera Hindia maksimal bisa sampai 6 meter.

Baca : Bulan Merah Darah Jadi Objek Pengamatan NU Kota Semarang Saat Harlah

Selain itu, beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu satu pekan, mulai 29 Januari hingga 3 Februari 2018.

Penyebabnya adalah pergerakan massa udara dingin dari daratan Asia yang masih cukup aktif ditinjau dari indeks seruakan udara dingin (cold surge). Hal ini menyebabkan terbentuknya beberapa wilayah pertemuan angin yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan menjadi signifikan.

Berdasarkan data BMKG, gerhana bulan total terakhir kali muncul di Indonesia pada 30-31 Desember 1982 atau 36 tahun lalu. Sementara fenomena blood moon terakhir kali diamati pada 31 Maret 1866 atau 152 tahun yang lalu.

Pengamatan gerhana bulan total dapat dilihat secara ideal dari daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga daerah barat Sumatera. Termasuk kawasan Samudera Hindia karena merupakan zona bulan terbit saat fase gerhana berlangsung.

Editor : Ali Muntoha