Bujono Pirukun, Tradisi Natal GKJ Kaliceret Grobogan yang Diuri-uri Selama Ratusan Tahun

Puluhan jemaat GKJ Kaliceret, Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan melangsungkan tradisi Bujono Pirukun, Senin (25/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah tradisi Natal yang dinamakan Bujono Pirukun masih dilestarikan oleh jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kaliceret, Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, Senin (25/12/2017). Tradisi ini diperkirakan sudah dilakukan ratusan tahun dan terus dilestarikan sampai sekarang.

Tradisi Bujono Pirukun ini bentuk kegiatannya berupa makan sederhana secara bersama di dalam gereja atau dalam istilah Jawa dikenal dengan nama klumpukan. Tradisi ini maknanya sebagai pengingat jika kedudukan dan derajat semua jemaat itu sama dihadapan Tuhan.

Sebelum tradisi dimulai, para jemaat melangsungkan kebaktian di gereja. Setelah itu, mereka pulang untuk mengambil makanan yang dimiliki dan dibawa lagi ke gereja. Sehabis itu, barulah mereka bersama-sama makan secara lesehan dalam gereja.

Pendeta GKJTU Kaliceret Agus Tri Sarjoko menyatakan, tradisi itu sudah ada sejak jaman dahulu yang bertujuan untuk menyukuri nikmat Tuhan karena telah diberi rezeki yang melimpah. Aneka makanan yang dibawa merupakan masakan tradisional dari hasil bumi.

“Mayoritas penduduk desa sini berprofesi sebagai petani ini. Oleh sebab itu, makanan yang dibawa dalam tradisi ini berasal dari hasil bumi yang ditanam,” katanya.

Editor: Supriyadi