Bantuan Beras Pada Nelayan Jepara Masih Kurang

Pedagang beras di Pasar Jepara Satu. Pemerintah menyiapkan 30 ton untuk nelayan selama musim baratan, namun jumlahnya masih kurang. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Jelang musim baratan, DKPP Jepara mempersiapkan 30 ton beras bagi nelayan. Namun jumlah itu dirasa masih kurang untuk mencukupi 1.128 KK nelayan.

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara memperkirakan perlu sekitar 52 ton guna menjangkau keseluruhan keluarga pencari ikan.

Ketua HNSI Jepara Sudiyatno mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan lobi kepada pemerintah, baik pemprov dan pemkab untuk mencukupi kebutuhan tersebut.

“Kami sedang mencari tambahan dari tingkat I (Pemprov Jateng) dan berbagai pihak untuk dapat memenuhi kebutuhan beras,” ucapnya, Kamis (21/12/2017).

Dibanding tahun 2016, lanjut Sudiyatno, bantuan dari pemerintah (DKPP Jepara) menurun. Ia merinci, bantuan dari pemprov mencapai 10 ton, ditambah dari DKPP Jepara 37 ton dan Dinas Sosial Jepara sebanyak 8 ton.

Dengan jumlah bantuan (2016) mencapai 55 ton lebih, hal itu dinilai mencukupi bagi nelayan. 

Meskipun terdapat penurunan bantuan, namun dirinya tak mempermasalahkannya. Hal itu karena stok yang dimiliki oleh DKPP Jepara hanya tersedia sejumlah 30 ton. 

Informasi yang diterimanya, pihaknya akan menerima bantuan dari Dinas Sosial Jepara sebanyak 9 ton lebih. Namun demikian, realisasi bantuan tersebut baru bisa dilaksanakan pada tahun 2018. 

“Kita masih kurang sekitar 15 ton. Untuk bantuan dari Dinsos, kemungkinan baru bisa turun 2018. Tapi harapan kami bisa turun cepat, sekitar awal Januari tahun depan‎,” harapnya.

Terkait musim baratan (angin dan gelombang kencang)‎ Sudiyatno memperkirakan durasinya akan lebih lama. Meski demikian, dirinya berharap agar cuaca buruk tidak berlangsung terlalu lama.

“Sekarang saja curah hujan sekitar 300 milimeter, belum lagi pada bulan Januari nanti bisa diperkirakan meningkat. Hanya saja kami berharap agar hujanya bisa agak reda di penghujung bulan Februari, agar nelayan tidak terlalu lama di rumah,” tutur dia.

Editor : Ali Muntoha