Musim Baratan, Beras Cadangan di Karimunjawa Mulai Dibagikan

Petugas memeriksa ketersediaan beras, belum lama ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Musim baratan (angin kencang dan gelombang tinggi) mulai berembus di perairan Jepara. Hal itu memengaruhi sediaan logistik di Pulau Karimunjawa. Kini stok beras cadangan sudah mulai didistribusikan. 

Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Kecamatan Karimunjawa Nor Sholeh. Menurutnya, pihaknya memiliki pasokan sebanyak delapan ton beras. 

“Sudah mulai didistribusikan ke desa-desa yang ada diwilayah Karimunjawa. Kemarin untuk Desa Parang dan Kemujan sudah diambil,” ujarnya, Senin (18/12/2017).

Dirinya merinci, sediaan sebanyak 8 ton beras itu masing-masing untuk Desa Karimun sebanyak 3 ton, Desa Kemujan 2,5 ton, Desa Parang 1,5 ton dan Desa Nyamuk 1 ton. Selain untuk pulau-pulau tersebut, sebagian jatah untuk Karimunjawa juga didistribusikan untuk warga yang ada di Pulau Genting. 

Sholeh mengatakan, musim baratan biasanya berlangsung hingga tiga bulan lamanya. Dimulai pada akhir Desember sampai akhir Februari atau awal Maret. Namun demikian, pada tahun 2017 baratan  datang lebih awal, pada awal Desember. 

“Kami khawatir durasi baratan akan berlangsung lebih lama dari tahun sebelumnya. Tinggi gelombang bisa mencapai empat meter di bulan-bulan Januari,” tuturnya. 

Editor: Supriyadi