Polda Jateng Buru Tukang Timbun dan Mainkan Harga  Sembako

Petugas Dinas Perdagangan bertanya kepada salah satu pedagang beras di pasar baru, Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mengeluarkan ancaman terhadap para mafia yang suka menimbun dan memainkan harga sembako. Polda memerintahkan jaringan untuk membekuk melakukan penindakan.

Hal ini ditegaskan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari, dalam kegiatan operasi pasar dan gerakan stabilisasi pangan (GSP), di halaman kantor gubernuran, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (13/12/2017).

Ia menyatakan, satgas pangan akan terus melakukan pemantauan. Jika ada yang berspekulasi harga atau melakukan penimbunan jelas akan langsung diproses secara hukum.

“Stok bahan pokok aman, jadi tidak ada alasan kenaikan harga. Tim satgas pangan akan memonitor. Kalau ada indikasi tidak benar, akan lakukan langkah lebih lanjut. Semoga tidak ada spekulasi harga, hindari penimbunan, karena itu pidana,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, selaku Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Sri Puryono mengatakan, terdapat komoditi beras, gula pasir dan minyak goreng yang dikirim ke enam eks-karesidenan di Jateng.

“Ada tambahan daging beku. Dikirim ke 6 eks-karisidenan mulai Pekalongan, Banyumas, Semarang, Pati, Solo, dan Magelang. Baru nanti ke titik-titik pasar yang ramai masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya soal operasi pasar, Sri Puryono mengatakan tim akan menindak tegas pihak-pihak yang melakukan kecurangan. Seperti halnya menaikkan harga bahan pokok atau melakukan penimbunan. Ancamannya yakni pidana karena hal itu melanggar hukum.

Komoditi untuk operasi pasar itu dibawa dengan menggunakan sebanyak 20 truk dan dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dari Kepolisian, Bulog sub Divre Jawa Tengah, dan pimpinan OPD. 

Ganjar sendiri mengatakan stok beras di Jateng saat ini masih aman hingga Februari 2018 mendatang. Stok beras masih ada 130 ribu ton. Sedangkan gula pasir 43 ribu ton, dan minyak goreng 230 ribu ton.

Editor : Ali Muntoha