Hebat, Warga Welahan Jepara Ini Sulap Limbah Kerang Jadi Lampu Hias

Gupomo menunjukkan lampu hias kulit kerang buatannya. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Gupomo (43) memanfaatkan limbah kerang laut untuk membuat lampu hias. Di bengkel kerjanya yang ada di Jl Kauman Lor, Desa Welahan, RT/RW : 2/4, Kecamatan Welahan, ia membuat berbagai kerajinan bermacam jenis. 

Ditemui di rumahnya, pertengahan minggu ini, ia nampak santai berbincang dengan rekan-rekan sekampungnya. Sambil duduk di sebuah sofa berhiaskan kerang simping, ia kemudian menyambut kedatangan MuriaNewsCom. 

Ia bercerita, usahanya dimulai pada tahun 2007 silam. Kala itu, ia baru saja menimba ilmu pembuatan lampu berbahan dasar kerang dari Cirebon. 

“Dulu memang saya pernah belajar di Cirebon, tentang pembuatan kerajinan tersebut. Setelahnya saya kemudian pulang ke Welahan dan memulai usaha sendiri,” katanya. 

Gupomo mengatakan, pembuatan kerajinan dari kerang sebenarnya cukup sederhana. Meskipun demikian, pengerjaannya membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Hal itu karena penataan letak kerang harus dilakukan secara manual. 

Selain kerang, unsur penting yang dibutuhkan dalam kerajinan ini adalah resin atau fiberglas. “Nah kalau untuk mencetak resin saya sudah punya cetakan yang saya buat sendiri. Mulai dari yang kecil hingga yang besar,” jelasnya. 

Untuk memromosikan barang kerajinannya, ia rajin mengikuti berbagai pameran pada awal tahun debutnya di Jepara. Selain itu, dirinya juga kerap menitipkan barangnya ke beberapa toko meubel besar. 

Adapun, barang-barang yang dihasilkannya seperti lampu hias, bingkai cermin, hingga kursi tamu yang dihias oleh kerang simping. 

“Selain itu, saya juga terkadang menerima order dari perusahaan meubel untuk memberikan ornamen kerang pada barang-barang dari kayu. Selebihnya, saya bereksperimen dengan berbagai macam bentuk lampu hias,” tuturnya. 

Karyanya ia jual dengan harga mulai Rp 150 ribu, hingga jutaan rupiah. Sementara bahan baku, diperolehnya dari lokal Jepara dan Demak. 

Dirinya menyebut, barang kerajinannya dipesan dari berbagai daerah semisal Yogyakarta, Jakarta, Semarang dan di Jepara sendiri. Kebanyakan konsumennya berasal dari Hotel

Meskipun telah mengikuti berbagai pameran dan promosi, namun ia mengeluh seretnya pesanan dari konsumen. Hal itu dimungkinkan, Jepara masih kalah dalam hal branding, dibandingkan Cirebon dalam hal lampu hias kerang. 

“Dukungan dari pemkab Jepara memang sudah banyak, selain pameran kita juga pernah diberikan alat untuk membersihkan kerang. Namun untuk pemasarannya saya kira masih sulit. Dulu pernah dibuatkan promosi secara online, namun tak berhasil. Ya sementara ini kalau ada pesanan saya kerjakan, kalau tidak ya nganggur,” ceritanya.

Editor: Supriyadi