Libur Akhir Tahun, Pantai Bandengan Sedot Ribuan Pelancong

MuriaNewsCom, Jepara – Libur akhir tahun obyek wisata Pantai Tirto Samudra, Bandengan di Jepara dipadati sekitar 2.000 wisatawan.

Namun jumlah itu diperkirakan masih bisa bertambah, karena puncak liburan diperkirakan berada di tanggal 1 Januari 2018.

Sabtu (30/12/2017) pelancong yang datang kebanyakan berasal dari luar Jepara. Mereka mengaku sengaja datang ke ‎obyek wisata tersebut guna menghabiskan sisa liburan akhir tahun.

Seperti Netta (18), ia mengaku datang ke Bumi Kartini dari Ibukota Jakarta, untuk menikmati liburan akhir tahun.

“Ke sini dengan keluarga, ya karena ingin berkunjung ke pantai ini mumpung ada libur akhir tahun,” ujarnya, seusai bermain air.

Hal serupa diakui oleh Manggar, pelancong dari Semarang itu datang bersama tujuh anggota keluarganya lain.

“Cari suasana baru saja, yang selain pantai di Semarang. Disini pantainya bagus pasirnya putih,” ungkapnya.

Pengunjung memadati area Pantai Tirto Samudera atau yang lebih kondang disebut Pantai Bandengan, menghabiskan sisa liburan akhir tahun, Sabtu (30/12/2017).
(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Selain mandi dan bermain pasir laut, wisatawan terlihat menikmati wahana bahana boatspeed boat atau sekedar bersantai di tikar.

Petugas loket di Pantai Bandengan Purwanto mengatakan, hari ini pantai dikunjungi sekitar 2000 orang. Jika dibandingkan dengan hari biasa, ada kenaikan sekira 40 persen.

“Kami perkirakan, puncak kunjungan akan ada di tanggal 1 Januari (2018). Namun kenaikan biasanya dimulai pada tanggal 31 Desember 2017‎,” jelasnya.

Meski demikian, wisata pantai sangat bergantung pada kondisi cuaca. Pihaknya berharap agar intensitas hujan tidak begitu tinggi hingga musim liburan berakhir.

“Kalau di pantai kan tujuannya mandi di laut, nah kalau hujan ya biasanya pengunjung batal berwisata ke pantai. Alhamdulillah beberapa hari ini cerah, di Natal kemarin juga cerah,” pungkas Purnomo.

Editor : Ali Muntoha

Begini Perjuangan Petani di Penawangan Grobogan Selamatkan Bawang Merah dari Banjir

MuriaNewsCom, GroboganPemandangan yang cukup bikin trenyuh terlihat di areal sawah di Desa/Kecamatan Penawangan. Sejumlah petani terlihat berjibaku memanen bawang merah.

Tindakan itu dilakukan karena diareal sawah sudah tergenang air cukup tinggi dan hampir merendam tanaman bawang merah. Lokasi sawah yang terdapat tanaman bawang merah berada di sekitar 400 meter disebelah barat sungai Serang.

“Air yang menggenangi areal sawah ini berasal dari luapan sungai Serang. Dalam beberapa hari terakhir, debit air sungai naik terus hingga menjangkau areal sawah disekitarnya. Terutama di kawasan sebelah barat sungai yang lokasinya agak rendah,” jelas Petugas Penyuluh Lapangan Dinas Pertanian wilayah Penawangan Bambang Sunarto, Sabtu (30/12/2017).

Untuk memanen bawang merah yang hampir terendam butuh perjuangan dan kehati-hatian. Setelah dicabut dari tanah, bawang merah dimasukkan dalam kantong rajut dan kemudian dibungkus ke dalam plastik besar serta ditutup rapat.

Hal ini untuk mencegah agar tidak ada air masuk dalam plastik yang bisa menyebabkan bawang merah jadi rusak. Selanjutnya, petani mendorong kantong plastik berisi bawang merah menyusuri air menuju ke pinggir sawah. Ketinggian air diareal sawah hampir setinggi dada.

Menurut Bambang, total areal bawang merah dilokasi tersebut sekitar 0,5 hektare. Sebenarnya, bawang merah itu belum waktunya dipanen karena masih berumur sekitar 53 hari.

“Idealnya, panen masih seminggu lagi. Tetapi, terpaksa dipanen lebih dini karena jika terendam air justru malah busuk. Kalau tanaman jagung masih kuat bertahan meski terendam beberapa hari,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, banjir yang terjadi sejak Kamis lalu menyebabkan ratusan hektare areal sawah terendam. Sebagian besar, areal sawah yang kebanjiran terdapat tanaman padi umur 20-60 hari.

Dijelaskan, dari pendataan sementara, sawah yang tergenang di Kecamatan Karangrayung seluas 29 hektare. Kemudian, Kecamatan Penawangan 243 hektare, Godong 26 hektare, dan Tegowanu 193 hektare.

Editor: Supriyadi

Malam Tahun Baru Alun-alun Kudus Ditutup, Ini Kantong Parkir yang Bisa Kamu Pilih

MuriaNewsCom, Kudus – Perayaan malam pergantian tahun di Kudus akan dipusatkan di Alun-alun Simpang Tujuh. Mulai petang hingga perayaan rampung, arus lalu lintas di kawasan ini akan ditutup.

Polres Kudus akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus yang menuju alun-alun. Kasatlantas Polres Kudus AKP Eko Rubianto mengatakan, selama malam tahun baru, kawasan simpang tujuh akan disterilkan dari semua kendaraan.

“Jadi skemanya mirip seperti Car Free Night (CFN) yang dilakukan pada malam Minggu oleh Pemkab Kudus. Bedanya, ini dilakukan malam Senin saat pergantian tahun,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/12/2017).

Pihaknya telah menyiapkan kantong-kantong parkir yang bisa digunakan masyarakat. Di antaranya di barat Simpang Tujuh Jalan Sunan Kudus, Gang I, II dan III, belakang Ramayana dan Jalan Pemuda.

Sejumlah titik juga akan dibuntu untuk kendaraan sama seperti CFN. Selain di kawasan alun-alun, penutupan jalan juga dilakukan di Perempatan Kojan, Jalan Ramlan, Jalan Ahmah Yani serta Gang I,II dan III.

“Jalur akan kami tutup mulai jam 18.00 WIB hingga jam 00.00 WIB. Jadi bagi yang hendak merayakan tahun baru di Simpang Tujuh Kudus, dapat mematuhinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, aparat akan melakukan pengamanan di sejumlah titik. Ratusan personel disiapkan untuk melakukan pengamanan.

Ia menyebut ada lima titip yang diperkirakan akan terjadi penumpukan. Yakni di kawasan alun-alun, kawasan Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK) Tanggulangin Jati, kawasan Gor Kudus dan Balai Jagong, kawasan Oasis dan Taman Bumi Wangi Jekulo.

Menurutnya, dari lima lokasi yang disebutkan, kawasan alun-alun menjadi hal yang paling diwaspadai. Untuk itu petugas yang disiagakan lebih banyak yaitu mencapai 125 personel.

Ia menyebut, jumlah petugas yang disiagakan sejumlah 820 petugas. Petugas itu merupakan gabungan dari Polres Kudus, Kodim 0722/Kudus, dan Satpol PP.

“Selain petugas yang stand by di lokasi tersebut, kami juga menyiagakan 79 petugas untuk berpatroli dengan lebih intens. Patroli dilakukan tak hanya menggunakan mobil, namun juga dengan kendaraan bermotor,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Kunjungi Desa Ngagel Pati, Mahasiswi Afganistan Ini Takjub dengan Kelapa Kopyor

MuriaNewsCom, Pati – Dua mahasiswi asing asal Afganistan, Ruqiya Azizi dan Farhana Frahmand takjub dengan kelapa kopyor saat mengunjungi Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati.

Menurut Ruqiya, kelapa kopyor berbeda dengan kelapa pada umumnya yang ia temui di Indonesia selama ini. Dagingnya hancur dengan rasa yang khas.

“Tekstur daging kelapanya berbeda. Rasanya lebih enak dan khas. Baru kali ini melihat pembibitan kelapa kopyor dan mencicipinya,” ungkap Ruqiya, Sabtu (30/12/2017).

Karena itu, dia memaklumi bila harga kelapa kopyor di pasaran lebih mahal dari kelapa pada umumnya. Selain karena langka, rasa dan kualitasnya diakui lebih enak.

Wawan, pemilik bibit kelapa kopyor menuturkan, sedikitnya ada 2.500 kelapa kopyor yang setiap hari dijual ke berbagai kota besar seperti Semarang, Surabaya hingga Jakarta.

Permintaan sebanyak itu diambil dari berbagai lokasi yang menjadi kebun kelapa kopyor. “Kami punya beberapa cabang penanaman kopyor. Jadi cukup bisa memenuhi permintaan sebanyak itu,” jelasnya.

Kedatangan Ruqiya dan Farhana sebetulnya untuk menghadiri kegiatan Holiday Smart Program (HSP) di MA Manahijul Huda Ngagel. Usai kegiatan tersebut, keduanya keliling desa naik dokar dan berburu kelapa kopyor.

Mereka berlibur di kawasan Dukuhseti dengan ditemani Uul, Vina, dan penanggungjawab Smart English Course MA Manahijul Huda Ahmad Khoirul Anwar.

Editor: Supriyadi

3 Parpol Bentuk Poros Baru di Pilgub Jateng, Siapa Calonnya?

MuriaNewsCom, Semarang – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 diperkirakan akan semakin sengit dengan muncul tiga pasang calon. Selain koalisi Gerindra, PAN, PKS yang mengusung Sudirman Said, serta kubu PDIP, ada tiga parpol lain yang memunculkan wacana untuk membuat poros baru.

Tiga parpol itu yakni PPP, Partai Demokrat dan Partai Golkar. Komunikasi politik antartiga parpol ini semakin gencar seiring dengan semakin dekatnya pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur di KPU.

Saat ini baru koalisi Gerindra, PAN dan PKS yang sudah memastikan mempunyai bakal calon gubernur, yakni mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Sementara PDIP masih menunggu rekomendasi dari Megawati, yang dikabarkan akan kembali mengusung gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Tiga parpol yang akan membuka poros baru ini, selain mematangkan komunikasi juga tengah menimbang-nimbang calon yang akan diusung. Kubu ini memastikan akan mengusung calon alternatif yang mampu menandingi Ganjar Pranowo dan Sudirman Said.

Siapapun calon yang akan diusung, poros baru ini diakui mempunyai kekuatan yang cukup. PPP tercatat memiliki 8 kursi di DPRD Jateng, Partai Golkar memiliki 10 kursi, dan Partai Demokrat memiliki 9 kursi. Dengan bekal 27 kursi itu, sudah melampaui batas minimal yang syarat yang ditetapkan KPU.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono membenarkan akan membentuk poros tengah bersama PPP dan Partai Demokrat.

Menurutnya, untuk menghadapi Pilgub Jateng 2018, Partai Golkar harus keluar dari poros yang ada saat ini, yakni PDI-P, serta koalisi Partai Gerindra, PAN, dan PKS. “Kami harus membuat poros baru, antara Golkar, Demokrat, dan PPP. Kami sudah sepakati,” katanya.

Begitu juga dengan Ketua DPW PPP Jateng, Masrukhan Syamsurie. Menurut dia, jika hanya ada dua pasang kandidat Pilgub Jateng 2018, pilihan masyarakat akan terbatas dan tidak dinamis.

“Jika dilihat dari jumlah kursi kami (PPP, Golkar, dan Demokrat) sudah memenuhi syarat minimal 20 kursi untuk mengusung pasangan calon,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Tengah Rinto Subekti juga mengakui sedang mempersiapkan untuk membangun poros baru bagi calon di Pilgub Jateng.  “Kami terus berkomunikasi dan mematangkan agar poros baru ini segera terbentuk,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Hebat, Replika Kapal Phinisi Buatan Warga Jepara Jadi Buruan Warga Mancanegara

MuriaNewsCom, Jepara – Meskipun lahir dari bengkel sederhana, replika kapal Phinisi buatan warga Jepara ini, ternyata kerapkali dipesan oleh warga mancanegara. Apalagi, sang pembuat sangat memperhatikan bagian-bagian terkecil kapal. Akibatnya banyak yang ketagihan dan memburu kapal meski harganya cukup tinggi.

Adalah Eko Wiyoto (35) dan anak buahnya, yang membuatnya. Saat MuriaNewsCom bertandang Sabtu (30/12/2017) siang, ia mengaku sedang membuat replika kapal pesanan pengusaha Cina.

“Ini pesanan dari Korea, orangnya datang ke sini untuk memesan langsung. Katanya mau dibawa ke negaranya sana,” ujarnya.

Saat itu ia sedang menyelesaikan kapal Phinisi dengan panjang 3,5 meter dan tinggi 2,4 meter. Ia menyebut, untuk membuat kapal dengan dimensi itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan.

Ditanya mengenai proses kreatif, Eko mengaku awal mula membuat kapal berawal dari suatu keterpaksaan. Saat itu, pada tahun 2006 ia hanya seorang buruh ukir dengan penghasilan Rp 30 ribu perhari.

“Saya rasa waktu itu dengan penghasilan itu rasanya tidak cukup, apalagi saat itu saya sudah nikah. Maka saya coba-coba membuat miniatur kapal. Awalnya sebagai sambilan, tetapi akhirnya jadi pekerjaan utama,” kenangnya.

Meskipun bergelut di dunia perkayuan, namun ia mengaku awalnya tak tahu akan pengetahuan membuat replika kapal. Sedikit nekat, ia lantas browsing ke internet, kemudian menemukan gambar-gambar tentang kapal, yang kemudian dicobanya untuk merealisasinya ke media kayu.

Selain kapal, ia mengaku membuat kerajinan lain seperti motor Harley Davidson atau mobil-mobilan mini.

“Ya awalnya coba-coba, kini sudah jadi yang utama. Bersama saudara-saudara saya, kini mengerjakan replika kapal. Untuk ukuran 3,5 meter harganya mencapai Rp 10 juta. Biasanya untuk dipajang di kafe-kafe,” tutup Eko.

Editor: Supriyadi

Kecelakaan Karambol di Jalan Juwana-Rembang, Begini Kondisi Korban

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan karambol terjadi di kawasan jalan pantura Juwana-Rembang, Mangunlegi, Batangan, Sabtu (30/12/2017). Kecelakaan tersebut melibatkan colt diesel K 71615 JK, truk Hino H 71664 FH, Xenia K 9422 YA, dan Honda Jazz K 8514 GH.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan kendaraan mengalami ringsek yang cukup parah. Beruntung, tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Arfa (6), seorang pelajar asal Sambiroto, Tayu, Pati yang menjadi penumpang Honda Jazz mengalami luka lecet pada bagian kepala.

Sementara pengemudinya, Muh Khoirul Umam dalam kondisi sehat. Adapun tiga pengemudi lainnya tidak mengalami luka-luka.

Mereka adalah Ahmad Zamaludin (20), pengemudi colt asal Puyuh, Dawe, Kudus, Heri Listyanto (38) pengemudi truk Hino asal Jati Wetan, Jati, Kudus, serta Ajit (49) pengemudi Xenia asal Perum Griya Permata Blok B, Winong, Pati.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengatakan, kecelakaan beruntun terjadi saat pengemudi colt hendak menyalip Honda Jazz dari sisi kanan.

“Colt mau menyalip Jazz, tapi tidak sampai sehingga menyenggol Xenia. Selanjutnya, colt tertabrak truk Hino dari arah berlawanan. Colt lantas tertabrak Jazz dari belakang,” ungkap AKP Ikrar.

Petugas yang menangani kecelakaan tersebut langsung melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti dan merekayasa lalu lintas agar arus tetap lancar.

Editor: Supriyadi

Jelang Tahun Baru, Polisi di Grobogan Bidik Kendaraan Berknalpot Brong 

MuriaNewsCom, GroboganUpaya pengamanan tahun baru mulai dilakukan secara serius oleh Polres Grobogan. Indikasinya bisa dilihat dengan digelarnya razia dengan sasaran utama menertibkan kanlpot brong kendaraan roda dua maupun roda empat, Sabtu (30/12/2017).

Kegiatan razia knalpot bersuara bising itu di lakukan di kawasan Simpang Lima dan. “Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk konsistensi program Grobogan tertib berlalu lintas dan Bebas Knalpot Brong. Tujuannya sebagai langkah antisipasi situasi Kamtibmas jelang pergantian tahun,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Panji menghimbau kepada masyarakat Grobogan agar tidak memodifikasi kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan lalu lintas. Selain membahayakan, modifikasi kendaraan seperti pemasangan knalpot brong akan mengganggu kenyamanan banyak orang.

“Pengendara motornya menggunakan knalpot brong terpaksa diamankan ke mapolres. Kendaraan bisa diambil dengan syarat pelanggar harus membawa knalpot aslinya.  kemudian knalpot brong itu diganti dengan yang asli sesuai standar keluaran dari dealer atau pabrik,” ujarnya

Ditambahkan, selain knalpot brong, kendaraan yang tidak melengkapi diri dengan alat standar juga ditindak. Seperti spion, ban kecil dan mengganti alat kendaraan bermotor lain yang bukan standarnya.

Editor: Supriyadi

Bayi Cantik Ini Dibuang di Kebun Kopi

MuriaNewsCom, Temanggung – Warga Dusun Dawunan, Desa Nglorog, Kecamatan Pringsurat, Temanggung,  digemparkan dengan suara tangisan bayi di kebun kopi warga, Jumat (29/12/2017) sore. Ternyata bayi yang baru lahir tersebut sengajar dibuang orang tuanya.

Bayi itu berjenis kelamin perempuan, dan mempunyai paras yang cantik. Bayi ini kali pertama ditemukan Muh Pajar (60), warga sekitar.

“Awalnya saya bermaksud pergi ke kebun, saya kaget dan tidak percaya mendengar suara tangisan bayi ditengah jalan, kemudian saya pulang dan mengajak beberapa warga untuk memastikannya, dan benar ternyata ada bayi perempuan di sana,” katanya.

Oleh warga bayi itu kemudian dibawa ke bida desa untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan bayi perempuan itu mempunyai berat 3,2 kg dan tinggi 50 cm.

Penemuan ini juga dilaporkan ke Polsek Pringsurat. Dari hasil pemeriksaan di lokasi penemuan polisi mengamankan sebuah kaus lengan pendek warna ungu kombinasi merah dan sebuah handuk kecil warna merah muda motif bunga yang digunakan untuk menyelimuti bayi perempuan itu.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kapolsek Pringsurat AKP Suwundo menerangkan, pihaknya masih menyelidiki siapa pembuang bayi tersebut.

Bayi perempuan yang ditemukan warga itu langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Temanggung untuk selanjutnya mengikuti prosedur proses adopsi.

“Bayi yang ditemukan di bawah pohon kopi itu langsung diadopsi oleh pasangan suami istri Markamah dan Tarno warga Dusun Dawunan, Rt 01, Rw 07, Desa Nglorog, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung,” pungkas Suwondo.

Editor : Ali Muntoha

Tak Lolos Verifikasi, Harjuna Masih Diberi Kesempatan Nyalon Bupati Kudus, Ini Syaratnya

MuriaNewsCom, Kudus – Pasangan Bakal Calon Bupati – Wakil Bupati Kudus, Noor Hartoyo-Junaidi (Harjuna) dinyatakan tak lolos verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus. Kendati demikian, Harjuna masih diberikan kesempatan untuk maju sebagai calon dalam Pemilu 2018 mendatang.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, dari hasil verifikasi yang dilakukan, dukungan untuk Harjuna hanya 40.995 lembar e-KTP. Padahal, syarat minimal yang harus dimiliki berjumlah 45.323 lembar e-KTP. Artinya, pasangan Harjuna masih kurang 4.328 lembar e-KTP.

“Meski demikian masih bisa maju dalam Pilbup Kudus. Itu diperbolehkan asalkan syaratnya mampu terpenuhi,” katanya kepada MuriaNewsCom usai Rapat Pleno Rekapitulasi Dukungan Paslon Perseorangan di KPU Kudus.

KPU Kudus menggelar rapat pleno terbuka hasil verifikasi calon independen di Pilkada Kudus, Sabtu (30/12/2017).
(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Khanafi menyebutkan, dalam tahapan pendaftaran setiap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus independen harus mendaftar ke KPU Kudus. Pendaftaran akan dilakukan pada 8-10 Januari mendatang.

Setelah itu, bagi calon independen yang kekurangan e-KTP, harus melengkapi kekurangan dukungan minimal dua kali lipat. Kekurangan dukungan dapat dipenuhi pada 18-20 Januari 2018 dengan membawa berita acara yang diberikan KPU hari ini.

“Dari hasil kegiatan tadi, semuanya sudah menerimanya. Termasuk pasangan dari Harjuna. Karena mereka kurang 4.328 lembar e-KTP, maka mereka harus mengumpulkan dua kali lipat hingga waktu yang ditentukan,” ungkapnya.

Sementara, untuk satu pasang calon independen lainya yaitu Akhwa – Hadi Sucipto (Akhi), sudah memenuhi batas minimal pendaftaran. Dari hasil verifikasi faktual, mereka memperoleh dukungan 64.417 lembar e-KTP. Karenanya, mereka bisa melakukan pendaftaran tanpa menambah KTP.

Editor: Supriyadi

Habis Bacok Orang, Anggota Geng Motor di Semarang Nangis di Kantor Polisi

MuriaNewsCom, Semarang – Geng motor Brutaly Romantic sering meresahkan wrga Kota Semarang. Pasalnya, mereka dikenal sadis dan tak segan-segan melukai seseorang dengan senjata tajam.

Padahal anggota geng motor ini sebagian besar masih remaja. Mereka rata-rata masih duduk di bangku SMP dan SMA.

Aksi terakhir mereka menyerang Ananda Fajar, warga Sri Rejeki, Kota Semarang. Korban diserang dengan menggunakan senjata tajam, hingga harus dirawat di rumah sakit.

Aparat Polrestabes Semarang lanta melakukan pengejaran, dan Jumat (29/12/2017) sore berhasil mengamankan 13 anggota geng motor Brutaly Romantic. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing.

Dari tangan pelaku polisi mengamankan tiga buah clurit, tiga potongan besi berujung tajam, beberapa telepon seluler (ponsel), dan enam sepeda motor milik anggota geng.

Anggota geng motor Brutaly Romantic bersujud di kaki ibunya saat ditangkap polisi. Selama ini geng motor ini sangat meresahkan masyarakat. (Istimewa)

Meski terkenal keji saat beraksi di jalanan, nyatanya ketika berada di kantor polisi mereka jadi mlempem. Bahkan ketika dipertemukan dengan ibunya, anggota geng motor ini menangis dan bersujud di kaki ibunya untuk minta maaf.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menjelaskan, geng motor ini selama ini sangat meresahkan dan sadis. Karena tanpa sebab, mereka bisa menyerang warga yang melintas di depan mereka dengan menggunakan senjata tajam. Mereka juga kerap menerima tantangan tawuran lewat media sosial dari kelompok lain.

“Kalau ada yang melintas di dekat mereka, langsung disabet atau dibacok dengan senjata tajam clurit. Sampai hari ini sudah ada korban, satu orang putus jari tangannya dan robek di bagian dadanya. Memang kalau kita lihat dari sisi usia, mereka masih sangat muda, rata-rata usia 16 tahun dan 17 tahun,” ujarnya.

Johan ketua geng motor itu, mengakui sempat ribut dengan korban. Ia menyebut, kelompoknya tak pernah punya dendam dengan korban, dan hanya ingin cari keributan. “Memang ribut tapi enggak tahu apa yang diributkan. Waktu itu minum congyang,” akunya.

Saat ditangkap polisi, ia pun menyatakan langsung membubarkan geng tersebut. “Mulai hari ini geng motor Brutaly Romantic saya bubarkan, saya kapok pak,” ujarnya di hadapan polisi.

Editor : Ali Muntoha

Warga Menuntut Kendeng Bebas dari Penambangan

Ilustrasi aksi penambangan galian C. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Sejumlah warga yang tergabung dalam Komunitas Ahli Waris Kendeng Sukolilo, mendesak penghentian seluruh aktivitas penambangan baik yang legal maupun ilegal di Kawasan Bentang Alam Karst Kendeng (KBAK) Sukolilo.

Desakan ini disampaikan saat komunitas mengaduk ke Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Jumat (29/12/2017).

Perwakilan Ahli Waris Kendeng Heri Sasmito Wibowo meminta kepada pemerintah untuk memoratorium pertambangan yang ada di kawasan Karst dan menindak tegas.

“Katanya ini kawasan lindung tapi pertambangan di kawasan karst Sukolilo banyak, dari yang katanya legal maupun yang ilegal. Harusnya ya dilindungi, ada yang monitoring kelapangan.” ujarnya saat audiensi dengan Komisi D DPRD Jateng.

Ia menyebut, perlu adanya tim independen yang terdiri dari semua unsur mulai dari pemerintah, legislatif, dan masyarakat. Tim Independen ini nantinya yang akan mengawal dan menjaga keasrian dan harmonisasi antara alam karst dan masyarakat.

Selain itu, Bowo menjelaskan bahwa untuk menunjang harmonisasi antara alam karst dan masyarakat perlu adanya pelestarian budaya daerah setempat. Selain untuk menjaga keasrian alam, juga bisa menjadi salah satu situs budaya.

Sementara itu, Wakil ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso menjelaskan. bahwa kunci dari ada tidaknya pertambangan adalah izin lingkungan, AMDAL, dan RTRW (rencana tata ruang dan wilayah).

Pria yang juga menjadi sekretaris Kaukus lingkungan hidup DPRD Jateng itu mengajak masyarakat untuk turut serta mengawal revisi perda RTRW yang akan dibahas tahun 2018 mendatang.

“2018 kita ada revisi perda RTRW. Mari kita kawal untuk menjadikan beberapa titik sebagai daerah hijau. titik krusial karst, bisa masuk dalam Kawasan Bentang Alam Karst,” terangnya.

Sebagaimana diketahui Kawasan Bentang Alam Karst Sukolilo meliputi beberapa daerah. Di bagian selatan terdiri dari Kecamatan Sukolilo, Kayen, dan Tambakromo Kabupaten Pati; bagian utara Kecamatan Klambu, Brati, Grobogan, Tawangharjo, Wirosari, dan Ngaringan Kabupaten Grobogan; dan sebagian Kecamatan Todanan dan Kunduran Kabupaten Blora.

Editor : Ali Muntoha

Tanggul Jebol Biang Banjir di Desa Mojoagung Grobogan Mulai Ditangani

Ruas tanggul Sungai Jajar yang jebol di Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung mulai diperbaiki, Sabtu (30/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganRuas tanggul Sungai Jajar yang jebol di Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung mulai diperbaiki, Sabtu (30/12/2017). Proses penutupan tanggul jebol sepanjang 10 meter melibatkan puluhan orang. Antara lain, dari DPUPR, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat.

”Banyak pihak yang terlibat dalam penanganan tanggul jebol. Kita juga didukung satu alat berat dari DPUPR,” kata Camat Karangrayung Hardimin.

Perbaikan tanggul jebol dilakukan sejak pagi. Ditargetkan sore ini, tanggul jebol yang jadi biang banjir di beberapa desa tersebut sudah bisa tertutup sempurna.

Saat tanggul jebol, ada beberapa desa di Kecamatan Karangrayung yang terendam. Masing-masing, di Desa Mojoagung yang menyebabkan 1.471 rumah terendam air. Kemudian, Desa Sumberejosari (806 rumah), Termas (75), Rawoh (50), Mangin (45) dan Pangkalan (181).

”Saat ini, sudah tidak ada rumah yang tergenang. Air sudah surut sejak Jumat kemarin,” kata Hardimin.

Luapan air dari wilayah Karangrayung ini akhirnya bergeser ke dataran yang lebih rendah hingga menyebabkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Godong. Yakni, di Desa Werdoyo, Sumurgede dan Kemloko yang lokasinya berada di aliran sungai Jajar.

Selain di Mojoagung, masih ada satu tanggul jebol di Sungai Tracak di Desa Tunggu, Kecamatan Penawangan. Tanggul jebol ini menyebabkan 130 rumah warga Desa Tunggu dan Guyangan kebanjiran.

”Untuk tanggul jebol di Desa Tunggu segera ditangani. Setelah penutupan tanggul di Mojoagung rampung, alat berat akan kita geser ke Desa Tunggu,” jelas Kepala DPUPR Grobogan Subiyono.

Ia menyatakan, penutupan tanggul memang dilakukan sambil menunggu kondisi dilapangan. Yakni, ketika arus air sudah tidak deras. Begitu arus sungai tenang, penutupan tangggul jebol akan cepat dikerjakan.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan Budi Prihantoro menyatakan, secara keseluruhan, banjir yang sempat terjadi dua hari terakhir sudah surut. Saat ini, hanya ada belasan rumah yang masih tergenang namun ketinggian air sudah berkurang jauh dibandingkan sebelumnya.

”Dari pantauan tadi, hanya di sekitar Desa Werdoyo, Kecamatan Godong yang masih tampak genangan. Untuk lainnya, genangan air di perkampungan sudah surut. Tinggal di areal sawah yang masih tergenang cukup tinggi,” katanya.

Editor: Supriyadi

Benahi PJU, Warga Purwosari Kudus Tewas Tersetrum di Tiang Listrik

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas menimpa Supriyanto alias Seger, warga Kelurahan Purwosari RT 2 RW 7, Kecamatan Kota. Pria berusia 43 tahun itu tewas tersengat listrik saat memperbaiki Penerangan Jalan Umum (PJU) di kampungnya.

Ironisnya, ia meninggal dalam keadaan masih menempel di tiang listrik. Kondisi itu sempat menggegerkan warga setempat yang sebagian besar berada di rumah.

Sukiyono (51) tetangga korban mengungkapkan, korban pagi tadi memang membenahi listrik. Namun, sekitar pukul 10.30 WIB, dia mendapatkan kabar sudah meninggal saat memperbaiki penerangan.

“Tadi ada yang memberikan kabar kalau dia (Supriyanto) meninggal di tiang listrik. Setelah itu saya kemudian menuju lokasi untuk memastikannya,” katanya kepada MuriaNewsCom saat ditemui, Sabtu (30/12/2017).

Suasana rumah duka korban tersengat listrik di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Karena menempel di tiang listrik, ia bersama sejumlah warga pun langsung membantu menurunkan dan membawajenazah korban ke rumah duka.

“Tadi menjadi bahan tontonan warga, karena yang mau menolong takut tersengat listrik,” ungkapnya.

Lokasi tersengat listrik, lanjut dia juga berada pada jarak yang tak begitu jauh dari rumahnya. Yaitu berjarak kisaran 300 meteran dan masih di Desa Purwosari Kecamatan Kota.

Disebutkan, kematian Seger meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya. Karena, selama ini Seger sebagai tulang punggung keluarga dan meninggalkan seorang istri bernama Marsi (42) dan ketiga anaknya.

Editor: Supriyadi

Pergantian Tahun, Kamar Hotel di Pinggir Pantai Jepara Penuh

Suasana di kolam renang yang ada di Palm Beach Hotel, menjelang pergantian tahun. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kamar-kamar hotel di pinggir pantai Laut Jawa Jepara sudah penuh terpesan, untuk momen pergantian tahun. Bahkan, pemesanan telah dilakukan sejak dua bulan sebelumnya.

Hal itu dikatakan oleh Manajer Hotel Palm Beach, Bandengan Awang Budiono. Ia mengatakan, untuk tanggal 30-31 Desember 2017 kamar telah terpesan.

“Kami terpaksa menolak pesanan-pesanan baru untuk tanggal tersebut,” kata dia Sabtu (30/12/2017).

Ia mengatakan, pesanan banyak datang dari luar kota. Seperti Magelang, Solo, Semarang, Kendal dan Yogyakarta. Awang menyebut, daya pikat utama hotel di wilayah Jepara terletak pada suasana pantai pasir putih.

“Terkait harga ada kenaikan sebesar 50 persen dari harga normal. Di tempat kami terendah (untuk event pergantian tahun) dengan harga kisaran satu juta rupiah, untuk yang tertinggi berada pada kisaran Rp 2,9 juta,” terangnya.

Hal serupa dikatakan oleh General Manager Hotel D’Season Jepara Dodi Iskandar. Untuk Okupansi di bulan Desember ada peningkatan sebesar 70 persen.

“Untuk kamar sudah terpesan hingga tanggal 3 Januari 2018. Bahkan pemesanan sudah dilakukan untuk tanggal 25 Desember 2017,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Narapidana Asal Blora Meninggal di Lapas Pati dalam Keadaan Sujud

Petugas medis saat memeriksa kondisi narapidana di Lapas Pati setelah meninggal dunia secara mendadak dalam keadaan sujud. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang narapidana asal Blora, Siswadi (63) meninggal dunia di ruang blok B Nomor 7 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pati, Sabtu (30/12/2017).

Khumawdi, salah satu saksi mengatakan, saat itu dia hendak mengambil air wudhu untuk salat tahajud. Namun, di kamar mandi masih ada korban.

“Sehabis wudhu, saya lihat Pak Sis lagi memegang perut dalam kondisi sujud. Saya sempat dengar suara rintihan kesakitan,” tutur dia.

Saat mencoba menolong dan menyapanya, Siswadi tidak menjawabnya. Setelah dibalik, ternyata sudah tidak bernapas.

dr Yupin Ardiani, petugas medis dari Puskesmas Pati memastikan bila kematian korban disebabkan sakit. Sebab, tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban.

Siswadi sendiri merupakan tahanan pindahan dari Lapas Blora. Dia dipidana hukuman 10 tahun penjara, setelah terbukti melakukan pembunuhan.

Rencananya, Siswadi akan menghirup udara bebas pada 28 Agustus 2022. Namun, dia terlebih dulu meninggal dunia setelah mengalami sakit.

Selama di Lapas, dia dikenal sebagai tahanan yang baik. Dia mendekam di balik jeruji besi bersama lima narapidana lainnya.

Editor: Supriyadi

Ratusan Warga Kudus Dorong Pemerintah Merdekakan Palestina

Aliansi Masyarakat Kudus Peduli Palestina menggelar aksi mendukung kemerdekaan Palestina, Jumat (29/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan warga Kudus yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kudus Peduli Palestina menggelar aksi, Jumat (29/12/2017). Aksi yang digelar di Alun-alun Simpang Tujuh itu untuk mendorong pemerintah Indonesia mengupayakan kemerdekaan Palestina.

Shinta Rahma Aji, koordinat aksi mengatakan, akan terus mengawal pemerintah dalam hal kemerdekaan Palestina. Seperti halnya dengan menyuarakan dukungan dalam aksi serta mengirim surat resmi untuk memerdekakan Palestina.

“Kami merencanakan bakal mengirimkan surat remi ke Pak Presiden Jokowi. Mudah-mudahan didengarkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, pernyataan Donald Trump terkait Yerusalem yang diakui sebagai ibukota Israel dianggap tak pas. Yerussalem merupakan kiblat pertama ummat Islam yang di dalamnya terdapat Al Aqsha, sebuah masjid ketiga yang dimuliakan Allah SWT.

“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah Bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel,” ujarnya.

Aksi tersebut diikuti sejumlah organisasi seperti KAMMI Kudus, IMM Kudus, FORMI UMK, HMI Kudus, FKMI Kudus, CAKEP Kudus, MRI Jawa Tengah, ACT Jawa Tengah, ODOJ Kudus , JSIT Kudus, IMDA Kudus, PII Kudus.

Editor : Ali Muntoha

PDIP Deklarasikan Masan-Noor Yasin Calon Bupati dan Wabup Kudus

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa mendeklarasikan Masan-Noor Yasin sebagai bakal calon bupati-wakil bupati Kudus, Jumat (29/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan akhirnya mengeluarkan rekomendasi untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018. Rekomendasi diturunkan kepada Masan sebagai bakal calon bupati dan Noor Yasin sebagai bakal calon wakil bupati.

Masan merupakan Ketua DPRD Kudus, dan Noor Yasin masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus. Pasangan ini dideklarasikan Jumat (29/12/2017) sore.

Sekretaris DPC PDIP Kudus M Yusuf Roni, mengumumkan rekomenasi dari DPP PDIP ini kepada ratusan kader di Gor Bung Karno Kudus, Jumat (29/12/2017) sore.

“Masan SE, MM dan Drs Noor Yasin, MM calon bupati dan wakil bupati 2018 – 2023,” katanya saat menyampaikan rekomendasi dari DPP PDIP.

Menurut Yusuf, dalam surat dari DPP PDIP itu juga memerintahkan kepada DPC PDIP Kudus, untuk mendaftarkan Masan-Noor Yasin sebagai bakal calon yang diusung PDIP ke KPU. Selain itu, juga disebutkan untuk mendukung secara penuh pasangan asal PDIP itu.

Terkait calon lain yang tidak mendapatkan rekomendasi, dalam pendaftar dan uji tes sudah menandatangani pernyataan untuk mendukung rekomendasi DPP. Dan para calon bersedia menandatangani dengan sebenarnya dan sadar tanpa adanya tekanan dari pihak manapun.

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa menyebut, apa yang menjadi mandat dan instruksi dari DPP PDIP harus didukung secara penuh oleh semua pengurus DPC PDIP Kudus. 

“Ini merupakan rekomendasi dari DPP, jadi tak ada pilihan lain selain mendukungnya,” ungkap dia.

Disebutkan, rekomendasi untuk Kudus merupakan rekomendasi yang kali pertama dikeluarkan dari DPP untul Pilkada serentak 2018. Itu menjadi hal yang bagus lantaran mendapatkan perhatian dari DPP. “Kudus akan jadi lebih baik di tangan Masan dan Noor Yasin,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Awal Tahun Depan Persijap Tunjuk Manajer dan Pelatih Sebelum Bentuk Tim‎ Inti

Pemain Persijap berkumpul di tengah lapangan membentuk lingkaran dan suporter menanyikan lagu Indonesia pusaka. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara tengah mempersiapkan diri menyongsong bergulirnya Liga 3. Hal itu dengan penunjukan pelatih dan manajer tim, yang akan dilakukan awal tahun depan. 

“Kandidat yang akan mengisi posisi tersebut terutama manajer tim sudah ada. Namun kami belum bisa membeberken nama-nama calon tersebut,” kata General Manager Persijap Jepara Ahmad Rifai, Jumat (29/12/2017) sore. 

Ia mengatakan, meskipun telah ada nama-nama calon manajer tim, namun dirinya tetap sesuai prosedur dengan menyodorkan nama kandidat kepada Presiden Klub Persijap. Dirinya menyebut, posisi manajer tim krusial, sebab akan mengurus pemain berikut pelatih dan pendukung pertandingan dengan lebih fokus. 

Terkait pelatih, Rifai menyebut telah berkomunikasi dengan beberapa calon yang dianggap bisa menangani Laskar Kalinyamat. Namun lagi-lagi, ia belum bisa membeberkan siapa kandidat yang akan menukangi Persijap. 

Setelah rampung dengan urusan manajerial dan penunjukan pelatih kepala, proses perekrutan pemain pun akan dilakukan. Ia menyebut rekrutmen pemain akan dilakukan langsung oleh head coach

Terkait, apakah formasi Persijap Selection akan dipertahankan sebagai tim inti, ia menyebut tetap harus melalui proses seleksi. 

“Pemain-pemain muda yang sebelumnya tergabung dalam Persijap Selection tetap akan melalui tahapan seleksi, bersama dengan pemain lain yang akan datang untuk bermain di sini,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan Terima Penghargaan KASN 2017 Terkait Pelaksanaan Lelang Jabatan

Bupati Grobogan Sri Sumarni menerima penghargaan Anugerah KASN 2017 dari MenPAN RB atas prestasinya mengelola seleksi terbuka pengisian pejabat tertinggi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negaran dan Reformasi Birokrasi diterima Bupati Grobogan Sri Sumarni di penghujung tahun 2017. Yakni, Anugerah Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) 2017 yang diserahkan MenPAN-RB Asman Abnur di Jakarta, Kamis (28/12/2017) malam.

Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom menyatakan, ada beberapa kategori dalam pemberian penghargaan tersebut. Untuk Kabupaten Grobogan mendapat penghargaan dalam kategori kepatuhan dan kualitas kelola seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi atau lelang jabatan.

”Penghargaan ini merupakan hadiah istimewa untuk Kabupaten Grobogan pada akhir tahun 2017 ini. Kedepan, kami akan selalu terbuka dan patuh dalam menyelenggarakan seleksi pengisian jabatan tinggi. Ini menjadi komitmen kami bersama dan keberhasilan bersama,” kata Ayong yang ikut hadir dalam acara pemberian penghargaan bersama Sekda Grobogan Moh Sumarsono.

Menurut Ayong Mochtarom, Sesuai amanat undang-undang No 5 tahun 2014, pengisian jabatan pimpinan tertinggi dilakukan dengan sistem seleksi ASN secara terbuka, objektif dan transparan. Dalam pelaksanaannya, seleksi terbuka di Grobogan dinilai sesuai tahapannya dari awal hingga pelantikan pejabat terpilih.

”Pemberian penghargaan juga didasarkan pada pertimbangan aspek integritas dan moralitas,” jelas Ayong.

Ditambahkan, oemberian penghargaan tersebut menjadi sebuah motivasi serta mendorong para pejabat untuk menjadi pelopor. Setiap pejabat dituntut untuk profesional dan bijaksana serta dapat mengembangkan kerjasama dalam kepemimpinannya tersebut.

Editor: Supriyadi

Kakek di Sumberjatipohon Grobogan Gantung Diri di Kamar Mandi Tetangga

Polisi sedang memeriksa lokasi yang digunakan gantung diri warga Dusun Kuncen, Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan, Jumat (29/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa orang gantung diri kembali terjadi lagi di Grobogan. Jumat (29/12/2017) seorang kakek berumur 85 tahun ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tergantung.

 Pelaku gantung diri diketahui bernama Warto (85), warga Dusun Kuncen, Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan. Korban diketahui gantung diri sekitar pukul 02.00 WIB. Perbuatan gantung diri itu dilakukan di kamar mandi tetangganya Suhartono (62).

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelumnya korban sempat bertamu di rumah Suhartono untuk menonton televisi. Sekitar pukul 22.30 WIB, korban pamit dan selanjutnya tuan rumah langsung beranjak tidur.

Sekitar pukul 02.00 WIB, Suhartono terbangun karena ingin buang air kecil. Selanjutnya, ia bergegas menuju kamar mandi di belakang rumahnya.

Saat hendak masuk kamar mandi, Suhartono langsung dibikin kaget bukan kepalang. Soalnya, ia mendapati sosok tetangganya sudah tergantung dengan leher terjerat tali yang dikaitkan ke blandar kamar mandi.

Melihat kejadian ini, ia pun langsung berteriak minta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, warga langsung berhamburan menuju lokasi kejadian. Saat diperiksa, korban didapati sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Belum diketahui, motif utama korban gantung diri. Selanjutnya, warga melalui perangkat desa melaporkan kejadian gantung diri itu pada pihak Polsek Grobogan.

Kapolsek Tawangharjo AKP Sucipto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa bunuh diri tersebut. Dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Korban murni bunuh diri. Jenazah korban sudah kita serahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan,” katanya. 

Editor : Ali Muntoha

Jelang Pergantian Tahun, Pedagang Duren di Pati Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah

Salah seorang penjual duren di kawasan jalan raya Wedarijaksa tengah menawarkan duren dagangannya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Menjelang pergantian tahun, pedagang duren di Pati meraup omzet hingga puluhan juta rupiah dalam sehari. Hal itu disebabkan banyaknya warga yang berburu duren.

Paimo, salah pedagang duren asal Cluwak yang berjualan di kawasan Jalan Pati-Tayu, Wedarijaksa mengaku mendapatkan omzet dua kali lipat lebih besar dalam sepekan terakhir.

“Dalam sepekan terakhir, penjualan meningkat drastis. Bisa dua kali lipat dari hari biasanya,” ujar Paimo, Jumat (29/12/2017).

Namun, Paimo mengaku harga duren bisa anjlok bila cuaca kembali hujan. Karena itu, dia berharap cuaca selama pergantian tahun bisa normal.

Saat ini, Paimo optimis bila harga duren bisa tetap stabil. Selain kebutuhan duren selama tahun baru meningkat, kondisi libur panjang yang berdampak pada penjualan duren.

Satu buah duren yang ia jual dibanderol dari Rp 15 ribu sampai Rp 60 ribu. Harga duren tergantung ukuran buah, jenis dan kualitas.

Sugeng, salah satu pembeli duren asal Tambakromo mengaku akan menyetok sepuluh buah duren untuk agenda keluarga pada tahun baru.

“Tadi lewat, ada banyak penjual duren. Saya langsung lihat-lihat dan beli sepuluh duren untuk setok agenda keluarga tahun baru besok,” ucap Sugeng.

Para penjual duren sendiri menjajakan dagangannya di kawasan jalan raya Wedarijaksa dari pagi hingga sore. Bahkan, beberapa pedagang masih terlihat membuka lapaknya pada malam hari.

Editor: Supriyadi

Selingkuhi Istri Orang, Ketua Panwascam di Banjarnegara Tewas Ditusuk Badik

Polisi memeriksa tubuh ketua Panwascam Banjarmangu, Banjarnegara, Zaenal Abidin yang tewas dibunuh. (Foto : DetikCom)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Ketua Panwascam Banjarmangu, Banjarnegara, Zaenal Abidin (48), tewas ditusuk dengan badik di halaman parkir kantor Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Banjarnegara, Kamis (28/12/2017) malam.

Korban kehilangan nyawa setelah ditusuk Sembilan kali di bagian perut dada dan tangan. Pelakunya ada IM (31) warga Kelurahan Parakancanggah, Kecamatan Banjarnegara. Pelaku membunuh korban karena terbakar cemburu atas aksi perselingkuhan yang dilakukan istrinya dengan korban.

Ketua panwascam itu juga dibunuh di depan istri pelaku. Setelah membunuh korban, pelaku dan istrinya berinisial DK (23) sempat melarikan diri. Namun tak berselang lama, pelaku langsung menyerahkan diri ke kantor polisi.

Dilangsir DetikCom, hingga Jumat (29/12/2017) polisi masih terus melakukan penyidikan kasus ini. Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricillia Ohei menyebut, istrinya juga diperiksa sebagai saksi.

“Istri pelaku saat ini ditetapkan menjadi saksi. Setelah kejadian istri pelaku sempat melarikan diri sedangkan pelaku sendiri menyerahkan diri ke Polres Banjarnegara,” katanya.

Lokasi pembunuhan ketua Panwascam Banjarmangu, Banjarnegara, diberi garis polisi. (Foto : DetikCom)

 

Ia menyebut, pelaku menusuk korban sebanyak 9 kali menggunakan badik. Dari hasil pemeriksaan diketahui jika motif pembunuhan itu memang karena cemburu.  Sebab istri pelaku ada hubungan dengan korban.

Sebelum kejadian pelaku meminta istrinya DK untuk dipertemukan dengan korban. Untuk memancing dan menjebak, pelaku menggunakan HP milik istrinya dan membuat janji untuk bertemu di tempat parkir kantor Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM.

“Pelaku meminta ketemu korban dengan menggunakan handphone istrinya di tempat terbuka. Pelaku dan istrinya datang masing-masing menggunakan motor beriringan. Pelaku langsung menghujani korban dengan tusukan,” ujarnya.

Salah satu tusukan pelaku mengenai ulu hati sehingga membuat korban meninggal seketika. Namun usai kejadian palaku langsung menyerahkan diri ke Polres Banjarnegara sedangkan istri pelaku sempat melarikan diri karena takut.

“Sebelum meninggalkan lokasi kejadian pelaku meninggalkan badik yang digunakan untuk membunuh korban. Sedangkan istrinya sempat menjadi pencarian Polres Banjarnegara,” kata dia.

Korban diketahui sudah beristri dan mempunyai dua orang anak. Dalam kesehariannya, korban selain menjabat sebagai ketua Panwascam juga berprofesi sebagai pedagang peralatan pertanian.

Sementara itu IM, tak membantah ia membunuh korban karena cemburu. Pengakuannya, ia sudah mulai curiga hubungan gelap istrinya dengan korban sejak satu bulan lalu.

Meski belum pernah memergoki langsung hubungan antara istrinya dengan korban, namun pelaku mengaku ingin bertemu dan memberi pelajaran.

Pelaku juga mengaku menyesal dengan perbuatan yang dilakukannya. Sehingga 30 menit usai kejadian pelaku langsung menyerahkan diri ke Polres.  “Saya menyesal dan mengakui kesalahan yang telah saya lakukan,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

Marine Science Techno Park  Diharapkan Hapus Kesan ’Uka-uka’ di Kampus Undip Teluk Awur Jepara

Menristekdikti Muhamad Nasir (kacamata hitam) saat meninjau fasilitas calon tambak yang ada di MSTP milik Undip di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jumat (29/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kampus Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara di revitalisasi menjadi Marine Science Techno Park (MSTP). Hal itu diharapkan menggairahkan lagi suasana akademik yang sempat mati suri. 

Pernyataan itu dikatakan oleh Rektor Undip Yos Johan Utama, saat memberi sambutan pada acara sambang MSTP oleh Menristekdikti Muhamad Nasir, Jumat (29/12/2017). 

“Kampus Teluk Awur yang beberapa saat lalu tertidur, mudah-mudahan tidak lagi tidur. Kita akan persiapkan dan galakan (kegiatan akademis). Kami sudah meningkatkan dana penelitian, dari semula Rp 8 miliar menjadi Rp 48 miliar,” ucapnya. 

Selain sebagai pusat penelitian teknologi kemaritiman, di tempat tersebut juga akan dibuka beberapa kelas. Khusus putra daerah (Jepara) Yos menyebut akan memberikan kesempatan tersendiri. 

Ia menyebut, kampus di pinggir Laut Jawa itu diresmikan oleh Wakil Presiden Tri Sutrisno. Sempat aktif, akan tetapi kini tempat tersebut sepi dari aktifitas perkuliahan. Dengan revitalisasi tersebut, diharapkan akan membawa dampak perekonomian yang lebih baik kepada warga.

“Teluk Awur akan benar-benar dijadikan kampus kedua selain di Semarang. Akan ada paling tidak 200-400 mahasiswa di sini, sehingga berdampak ekonomi paling tidak pada penyediaan indekos. Nanti saya akan bicara pada wakil rektor I terkait hal tersebut,” tambahnya. 

Selain itu, pada fasilitas MSTP akan disediakan pendidikan dan pelatihan bagi warga yang ada disekitar kampus. ” ucapnya.

Direktur MSTP Ridwan mengamini hal tersebut. Ia berharap suasana “angker” yang menyelimuti kampus dapat dipatahkan dengah revitalisasi itu. “Benar apa kata Pak Rektor tadi, kehadiran MSTP harus mampu merubah suasana uka-uka (program televisi misteri) yang nantinya akan membawa dampak positif bagi Jepara,” tuturnya.

Dikatakannya, Marine Science Techno Park akan berfokus pada tiga hal. Yakni, kegiatan pengembangan riset, pengembangan bisnis usaha dan pembuatan klaster berbasis industri. 

Meskipun usia MSTP masih terhitung muda, yakni tiga tahun. Namun fasilitas ini telah mendapatkan kepercayaan dari Ristekdikti dengan memeroleh bantuan alat penelitian senilai Rp 10 miliar. 

Ridwan menyebut, fasilitas yang ada di MSTP diantaranya Desalinisasi atau membuat air laut tak asin, dan layak untuk dijadikan pengairan tambak, penetasan udang, tambak, teknologi asap cair dan sebagainya. 

“Disamping itu akan ada anchor industry yang akan menjembatani hasil penelitian untuk menjadi faktor ekonomi. Kami sudah bekerjasama dengan beberapa perusahaan untuk hal itu,” terangnya. 

Sementara itu, Menristekdikti Muhamad Nasir berpesan agar MSTP menularkan kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar. Selain penelitian, ia berharap ada output berupa teknologi yang dapat dimanfaatkan warga. 

“Dengan MSTP saya ingi mencoba supaya riset itu menjadi baik. Tak cukup publikasi ilmiah, tapi bagaimana penelitian dijadikan industrilialisasi. Untuk Undip Publikasi sudah cukup baik, nomor empat se Indonesia. Kita tahun ini sudah mengalahkan Thailand (dalam publikasi), jumlah publikasi kita 15 ribuan lebih, sementara Thailand 14 ribuan publikasi,” ujarnya diiringi tepuk tangan.

Editor: Supriyadi

Alamak, 2 Pemuda Aceh Penerbang Layang-layang Mirip Bendera GAM di Kudus juga Jual Obat Ilegal

Petugas menunjukkan obat tak berizin yang diamankan dari tangan pelaku di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dua warga Aceh Utara Agus Munanda (24) dan Muhammad Iqbal (22) yang ditangkap Polres Kudus gara-gara menerbangkan layang-layang dengan motif mirip bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ternyata peracik dan penjual obat-obatan ilegal.

Hal itu diketahui setelah polisi melakukan pemeriksaan dan memeriksa tempat kos pelaku di Perum Jember Asri Blok D Jl. Kudus-Jepara Km 08 turut Kelurahan Purwosari Kota.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, obat tersebut dinyatakan ilegal lantaran tak ada izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu sebagian besar obatnya merupakan obat racikan.

”Ada beberapa obat yang memiliki izin dari BPOM. Tapi setelah petugas melakukan pengecekan ke BPOM ternyata tidak terdaftar,” katanya saat gelar perkara di Polres Kudus, Jumat (29/12/2017)

Baca: 2 Pemuda Aceh Ditangkap Polres Kudus Gara-gara Terbangkan Layang-layang Mirip Bendera GAM

Kapolres menyebut, untuk melancarkan aksi pelaku membuka balai pengobatan dengan nama Balai Pengobatan Jion Zen. Dari balai pengobatan tersebut pelaku berhasil menjual obat tanpa kecurigaan selama tiga bulan di Kudus.

”Selama tiga bulan jualan itu penghasilan mereka mencapai puluhan juta. Namun digunakan untuk kebutuhan hidup. Saat diamankan sisa penjualan masih menyisakan uang Rp 10 jutaan,” ungkapnya.

Disebutkan, obat yang diamankan sejumlah 255 berbagai merk, kapsul tanpa merk 5700 butir, bahan obat sebanyak 19 toples serta kapsul ksong 6,5 pak. 

Meski begitu, ia mengakui masih terdapat seorang pelaku lainya yang kini masih buron. Pelaku tersebut merupakan dalang dari praktik usaha obat ilegal itu

“Saat ini pelaku sedang dalam pengejaran. Semoga saja cepat tertangkap,” tegasnya

Sementara itu, terkait ancaman pidana, para pelaku diancam 15 tahun penjara. Mereka dijerat dengan pasal 106 dan pasal 197 UU No 36 tentang kesehatan.

Editor: Supriyadi