Dinas Lingkungan Hidup Jepara Kembangkan Pengangkutan Sampah Lewat Aplikasi Android

Petugas kebersihan memindahkan sampah ke gerobak khusus pengangkut sampah, di salah satu sudut di kota. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara tengah mengembangkan inovasi pengangkutan berbasis aplikasi android. Aplikasi yang dinamakan Si Angsa (Sistem Informasi Angkut Sampah) itu, direncanakan akan diluncurkan pada tahun 2018. 

“Saat ini baru dikerjakan. Nantinya, pengangkutan sampah dari desa ke tempat pembuangan sampah akan ada pembiayaan. Nantinya yang mengangkut adalah DLH. Kalau sekarang kan masih ditangani oleh masing-masing desa,” kata Fatkhurrohman, Kepala DLH Jepara, Selasa (21/11/2017). 

Nantinya, aplikasi tersebut bisa diakses oleh masyarakat melalui telepon pintar. Namun demikian, masyarakat harus bersabar karena saat ini masih dalam pengembangan. 

Kasi Kebersihan dan Persampahan DLH Lulut Andi Ariyanto menjelaskan, ada beberapa keuntungan jika menggunakan aplikasi Si Angsa. Pertama, potensi sampah dari masyarakat yang terangkut semakin banyak. Kedua retribusi dari sektor tersebut dapat digenjot. 

“Selanjutnya, akan memberikan peluang kerja bagi mereka yang berkecimpung di pengangkutan sampah. Dari segi retribusi, meskipun kita mengalami kenaikan pemasukan sekitar 17 persen, tapi baru sekitar 38 persen total penduduk penghasil sampah yang tergarap,” ujarnya, dalam video di Channel Aplikasi Si Angsa. 

Ia menyebut, timbunan sampah di Kabupaten Jepra mencapai 1.123 ton per harinya. Adapun total sampah yang bisa terangkut adalah 11,32 persen atau sekitar 100 ton masuk kedalam tempat pembuangan akhir (TPA). Jepara sendiri menurutnya, memiliki tiga TPA yakni TPA Bandengan-Kota Jepara, TPA Gemulung-Pecangaan dan TPA Krasak-Bangsri. 

Dari jumlah timbunan sampah yang ada, hanya 100 ton diantaranya yang masuk ke TPA. Sehingga dengan aplikasi tersebut, diharapkan dapat mengangkut sampah-sampah yang sebelumnya tidak terangkut. 

“Nantinya sampah yang diangkut tidak lantas langsung dibuang begitu saja ke TPA. Namun terlebih dahulu dilakukan pemilahan jenis sampah,” katanya. 

Editor: Supriyadi