Tahun Depan Anggaran Kampung KB Naik Drastis

Penandatangan komitmen bersama Kampung KB di Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, beberapa waktu lalu. (kampungkb.banyumaskab.go.id)

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah merencanakan untuk menambah anggaran bagi program Kampung Keluarga Berencana (KB). Bahkan kenaikan anggarannya cukup tinggi, bila dibandingkan dengan anggaran pada tahun 2017.

Jika tahun ini anggaran yang disiapkan untuk tiap kecamatan hanya sebesar Rp 19 juta, pada tahun 2018 akan naik drastis menjadi Rp 90 juta per kecamatan.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jateng, Wagino menyatakan, dana tersebut berasal dari dana alokasi khusus (DAK) BKKBN.

“Kenapa ini saya kejar-kejar, karena tahun depan anggaran untuk program Kampung KB Rp 90 juta per kecamatan,” katanya.

Ia menyebut, dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pembentukan Kampung KB. Bahkan satu kecamatan lebih dari satu desapun tidak dipermasalahkan.

Saat ini perkembangan pembentukan Kampung KB di 35 kabupaten/kota di Jateng belum mencapai 100 persen. Menurut data yang dihimpun BKKPN Jateng, progresnya masih di angka 79 persen.

Hingga pertengahan November 2017,belum setiap kecamatan mencanangkan Kampung KB. Antara lain, Kabupaten Cilacap, dari 24 kecamatan baru lima yang dicanangkan. Demikian pula Banyumas dengan 27 kecamatan, Purbalingga dan Banjarnegara belum seluruhnya ada Kampung KB.

”Namun tidak sedikit pula daerah yang realisasinya 100 persen, seperti Kota Semarang dari 16 kecamatan, semuanya sudah mencanangkan, termasuk di kampung Pelangi,” ujarnya.

Selain itu, Surakarta dan Temanggung juga 100 persen. Bahkan beberapa daerah lebih dari 100 persen. Kabupaten Batang dan Wonogiri masing-masing 120 persen, sementara Kota Tegal 125 persen.

Ia menyatakan, BKKBN menargetkan pada 2018 seluru desa miskin sudah dibentuk Kampung KB. Kemudian pada 2019 setiap desa sudah ada Kampung KB.

Wagino menjelaskan, program yang diinisiasi pada 2016 itu, merupakan tempat terintegrasinya seluruh program-program pembangunan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di semua wilayah, terutama daerah-daerah pinggiran, terpencil, dan miskin.

“Realisasi pembentukan pencanangan Kampung KB, sampai saat ini sebanyak 79 persen atau masih kurang 21 persen. Dari 35 daerah hanya Kabupaten Karanganyar yang sampai sekarang belum melakukan pelaporan pencanangan Kampung KB,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha