Cegah Pedagang Jualan di Tempat Lama, Anggota Satpol PP Grobogan Siaga di Jalan Banyuono

Anggota Satpol PP bersiaga di sepanjang jalan Banyuono Purwodadi untuk mencegah pedagang Pasar Pagi berjualan di lokasi lama. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya mencegah kembalinya puluhan pedagang pasar pagi Purwodadi yang berjualan di tempat lama di jalan Banyuono mulai dilakukan anggota Satpol PP. Caranya, dengan menghimbau para pedagang yang sudah berjualan untuk mengemasi barang dagangan dan menghalau pedagang yang akan masuk ke ruas jalan tersebut.

”Ada puluhan anggota yang kita kerahkan untuk melakukan penertiban di sepanjang jalan Banyuono. Pada lokasi ini sudah tidak boleh lagi digunakan untuk berjualan. Kalau mau jualan, silahkan dilokasi baru yang sudah dibuatkan Pemkab Grobogan di jalan Gajah Mada,” kata Kepala Satpol PP Grobogan Bambang Panji Asmoro Bangun, Senin (6/11/2017).

Sebelum direlokasi, disepanjang jalan Banyuono tersebut ditempati sekitar 400 pedagang. Kemudian, sekitar 500 pedagang lagi berjualan di bekas lahan milik PT KAI yang sekarang sedang dibangun untuk pusat kuliner.

”Setelah ini, kami akan terus memantau supaya pedagang tidak lagi kembali jualan di lokasi lama. Anggota akan kita siagakan terus di lokasi dari Subuh sampai siang untuk memastikan tidak ada pedagang yang jualan lagi,” tegas mantan Camat Brati itu.

Tindakan penertiban yang dilakukan Satpol PP itu terkait dengan masukan yang disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni. Tepatnya saat membuka Rakor Forum Ketentraman dan Ketertiban Umum dan Penegakan Perda di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Sabtu (4/11/2017) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni meminta Satpol PP segera melakukan tindakan untuk menertibkan keberadaan pedagang yang berjualan lagi di Pasar Pagi lama. Yakni, di sepanjang jalan Banyuono Purwodadi karena jumlah pedagang yang berjualan ada puluhan.

”Harusnya, disepanjang jalan Banyuono sudah tidak ada lagi pedagang yang jualan. Soalnya, sudah kita bangunkan pasar baru di jalan Gajah Mada. Sebelumnya, para pedagang sudah direlokasi kesana,” tegasnya saat itu.

Editor: Supriyadi