Peserta Khitan Massal Sukun Group Lebihi Target

Para peserta Khitan massal menunggu antrean untuk dikhitan di Masjid Taqwa Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kamis (30/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaksanaan khitan massal yang diselenggarakan Sukun Group, Kamis (30/11/2017) berlangsung meriah. Tak hanya itu, jumlah peserta khitan massal juga melebihi target yang dipatok panitia pelaksana.

Sekretaris kegiatan, Amin Said menyebutkan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan khitan massal mencapai 57 peserta. Padahal, panitia menargetkan peserta khitan massal sejumlah 50 peserta.

“Meski melebihi target, tetap kami layani dan diperbolehkan mengikuti program khitan massal Sukun Group ini,” katanya kepada MuriaNewsCom saat ditemui Masjid Taqwa Desa Gondosari, Kecamatan Gebog.

Menurut dia, para peserta khitan massal berasal dari sejumlah wilayah di Kudus. Mulai dari Kecamatan Gebog, Kecamatan Dawe, Kecamatan Bae, Kecamatan Jekulo, Kecamatan Jati, dan Undaan. Selain dari Kudus, peserta juga berdatangan dari wilayah Nalumsari, Jepara.

Sementara, untuk usia peserta khitan massal bervariatif. Mulai usia tiga tahun hingga 12 tahun. Namun, balita usia tiga tahun itu menjadi peserta paling kecil dalam khitan massal tahun ini.

“Bagi peserta khitan massal, diberikan pakaian mulai dari peci, baju hingga sarung. Selain itu, peserta juga diberikan uang saku dari panitia. Sedangkan orangtuanya, juga diberikannya sejumlah uang selamatan dari panitia,” jelasnya.

Ia menambahkan, progam khitan massal merupakan progam tahunan yang dilaksanakan Sukun Group. Tiap tahunnya, pesertanya semakin banyak dengan latar belakang yang beragam.

Editor: Supriyadi

Puluhan Rumah di Karangrowo Pati Juga Hancur Diterjang Lisus

Rumah salah satu warga Karangrowo, Jakenan yang tertimpa pohon akibat angin puting beliung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Angin puting beliung tak hanya merobohkan rumah warga Dukuh Garas, Desa Sugiharjo, Pati. Lisus juga menghancurkan puluhan rumah di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Pati, Kamis (30/11/2017).

Tercatat sebanyak 61 rumah dan empat fasilitas umum di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Pati, rusak setelah diterjang angin puting beliung.

Dari 61 rumah warga yang terdampak angin puting beliung, 59 rumah mengalami rusak ringan, sedangkan satu rumah dan kandang ternak mengalami rusak yang sangat parah.

Kandang ternak milik Karni, warga Dukuh Putat RT 1 RW 2 tertimpa pohon trembesi yang besar. Sementara rumah milik Karsidin yang berada di RT 5 RW 1 tertimpa pohon mangga.

Adapun fasilitas umum yang mengalami kerusakan, di antaranya balai desa, lumbung desa, gedung TPQ, dan pondok bersalin desa (polindes). Keempat fasilitas umum tersebut rusak di sejumlah titik akibat terkena sapuan angin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Sanusi Siswoyo menjelaskan, hujan deras disertai angin kencang berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB.

Tiba-tiba angin kencang yang berputar berjalan dan menerpa sederet rumah di perkampungan Karangrowo.

“Puluhan rumah yang diterpa angin ribut mengalami kerusakan ringan seperti atap dan genteng berjatuhan. Dua bangunan yang rusak berat karena tertimpa pohon besar,” kata Sanusi.

Kapolsek Jakenan AKP Suyatno memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Kerugian material secara menyeluruh diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Tak lama setelah bencana, tim penanggulangan bencana gabungan dari Polsek Jakenan, Koramil Jakenan, BPBD, relawan bencana dan penduduk setempat langsung melakukan evakuasi. Mereka bersama-sama memperbaiki genteng rumah yang rusak lantaran diterjang angin.

Editor : Ali Muntoha

MQK VI di Balekambang Jepara Hari Ini Dibuka, Ribuan Santri Jadi Peserta

Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin, Balekambang, Jepara. Ponpes ini akan menjadi lokasi MQK N VI 2017. (Ponpes Balekambang)

MuriaNewsCom, Jepara – Musabaqoh Qira’atil Kutub (MQK) Nasional ke VI di Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin, Balekambang, Nalumsari, Jepara bakal diikuti 2.680 santri. Kegiatan ini akan dibuka secara resmi pada Jumat (1/12/2017) besok pukul 14.00 WIB. 

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementrian Agama Ahmad Zayadi mengatakan, bila sesuai jadwal, Presiden RI Joko Widodo akan membuka langsung kegiatan tersebut.

“Upacara pembukaan akan berlangsung di lapangan Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin, Balekambang, Jepara,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima MuriaNewsCom, Kamis (30/11/2017). 

Selain itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama sejumlah menteri kabinet kerja dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga dijadwalkan hadir dalam acara tersebut. 

Persiapan MQK ke VI menurut Zayadi telah mendekati tahap akhir. Para santri dari perwakilan provinsi telah tiba sejak Rabu (29/11/2017). Selain itu, dewan juri juga telah tiba di venue acara pada siang ini.

Ada tiga perlombaan pokok dalam MQK. Pertama, lomba membaca, menerjemahkan, dan memahami kitab kuning. Total ada 25 bidang yang akan dikompetisikan dan terbagi dalam tingkatan, yaitu: dasar, menengah, dan tinggi.

Untuk marhalah ula (tingkat dasar), lanjut Zayadi, ada lima bidang lomba, yakni: Fiqh, Nahwu (gramatika Bahasa Arab), AkhlakTarikh (sejarah), dan Tauhid

Marhalah ula diikuti santri yang sudah berada di pesantren minimal satu tahun, dan berusia maksimal lima belas tahun kurang sehari,” ujarnya.

Untuk marhalah wustha (tingkat menengah), ada sembilan bidang lomba, yakni: Fiqh, Nahwu (gramatika Bahasa Arab), Akhlak, Tarikh (sejarah), Tafsir, HadisUshul Fiqh, Balaghah, dan Tauhid. Bidang ini diikuti para santri yang sudah menetap minimal satu tahun di pondok pesantren dengan usia maksimal 18 tahun kurang sehari.

Sedang untuk marhalah ulya (tingkat tinggi), ada 11 bidang lomba. Selain sembilan bidang lomba seperti yang dilombakan pada tingkat menengah, dua lainnya adalah bidang Ilmu Tafsir dan Ilmu Hadis.

Marhalah ulya ini akan diikuti santri yang sudah mukim di pesantren minimal satu tahun, dan berusia maksimal 21 tahun kurang sehari,” urainya.

Kedua, lomba debat konstitusi berbasis kitab kuning. Lomba ini akan menggunakan Bahasa Arab dan Inggris.

Ketiga, Eksibisi, yaitu pertunjukkan atraktif tentang nazham kitab populer di pondok pesantren yang diisi oleh Tim (maksimal 5 orang) dari setiap kafilah. Nazham yang akan ditampilkan antara lain dari kitab  Alfiyah Ibn Malik (kitab berisi 1000 bait syair tentang ilmu gramatika Bahasa Arab).

Selain kegiatan pokok tersebut, ada sejumlah kegiatan penunjang yang dihelat di lokasi MQK. Kegiatan penunjang sifatnya tidak dilombakan. Kegiatan sersebut adalah Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren, Sarasehan dan Musyawarah MQK, Bazar dan Pameran Produk Pondok Pesantren, Diskusi Kepesantrenan dan Kitab Kuning, Pentas Seni kaum santri.

Menurut Ahmad Zayadi, pentas seni MQK 2017 juga akan menghadirkan Habib Syeikh. Habib Syeikh dijadwalkan mengisi Pentas Seni, pada Sabtu, (2/12/2017), mulai pukul 19.30 WIB.

Editor : Ali Muntoha

Dilembur Hingga Dinihari, Tanggul Jebol di Kemloko Grobogan Akhirnya Bisa Ditutup

Warga Desa Kemloko, Kecamatan Godong saat mencoba menutup tanggul yang jebol. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses penutupan tanggul jebol di Desa Kemloko, Kecamatan Godong, Grobogan, akhirnya bisa tuntas, Kamis (30/11/2017). Tanggul Sungai Jajar yang jebol sepanjang 10 meter saat ini sudah tertutup rapat seperti sebelumnya.

“Perbaikan tanggul jebol di Desa Kemloko akhirnya selesai. Sampai dinihari proses penutupannya baru rampung,” kata Kepala DPUPR Grobogan, Subiyono.

Dalam penutupan tanggul jebol ada banyak pihak yang terlibat. Selain masyarakat, dukungan juga diberikan personel TNI, Polri, DPUPR, BPBD dan instansi terkait lainnya.

“Selain itu kita juga kerahkan satu unit alat berat. Kalau tidak pakai alat berat cukup susah untuk menutup tanggul sampai rapat. Kita harapkan, sungai jajar tidak meluap lagi,” jelasnya.

Tanggul di sebelah utara Dusun Margomulyo, Desa Kemloko itu sebelumnya sudah jebol dua kali. Yakni, pada Kamis (23/11/2017) dinihari. Jebolnya tanggul menyebabkan puluhan hektare areal sawah yang ada tanaman padi berusia tiga minggu terendam.

Tanggul jebol sudah sempat ditutup secara gotong royong pada Minggu (26/11/2017). Namun, sehari kemudian, tanggul itu jebol lagi akibatnya meluapnya sungai jajar.

Camat Godong, Bambang Haryono menyatakan, dengan selesainya perbaikan tanggul membuat warga merasa tenang. Sebelumnya, warga sempat was-was karena tanaman padinya terendam air selama beberapa hari.

“Perbaikan tanggul di Desa Kemloko sudah selesai. Kita harapkan tidak ada banjir lagi,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Rumah di Sugiharjo Pati Roboh Dihantam Angin Puting Beliung

Kondisi rumah warga Sugiharjo, Pati yang roboh usai dihantam angin puting beliung, Kamis (30/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rumah milik Nyoto (58), warga Dukuh Garas, Desa Sugiharjo, Pati, roboh setelah dihantam angin puting beliung, Kamis (30/11/2017).

Beruntung, hanya bagian dapur rumah saja yang mengalami roboh dan tidak ada korban dalam bencana tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp 4 juta.

Ruminah, istri Nyoto mengatakan, saat itu dia sedang memasak di dapur. Tiba-tiba saja, atap dapur bergeser dan robih karena dihantam angin ribut yang begitu kencang.

“Saya takut sekali dan bergegas meninggalkan dapur. Sesaat setelah itu, angin semakin kencang dan membuat dapur langsung roboh,” ungkap Ruminah.

Dia bersyukur karena bangunan roboh setelah dirinya meninggalkan dapur. Jika tidak, dia tidak bisa membayangkan apa yang menimpa dirinya.

Kapolsek Pati Iptu Pujiati menuturkan, bangunan dapur yang roboh berukuran 6×4 meter dengan tinggi 3 meter. Bangunan itu roboh meski terbuat dari batako dan beratapkan esbes.

“Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Juga tidak ada korban luka,” imbuhnya.

Petugas kepolisian yang mendapatkan informasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Bangunan yang berserakan lantas dievakuasi bersama warga sekitar.

Editor : Ali Muntoha

300 Ribu Ikan Nila Ditebar di Waduk Nglangon Grobogan, Ini Tujuannya

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan menebar ratusan ribu benih ikan nila di perairan umum Waduk Nglangon yang ada di Kecamatan Kradenan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganAgar bisa mendatangkan manfaat buat masyarakat sekitar, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan menebar benih ikan di perairan umum Waduk Nglangon yang ada di kecamatan Kradenan. Benih ikan yang ditebar tersebut berasal dari dana APBD perubahan Provinsi Jateng.

”Hanya ada satu jenis ikan yang kita sebar di Waduk Nglangon yakni, Nila. Jumlah benih ikan yang kita sebar sekitar 300 ribu ekor,” kata Kepala Disnakan Grobogan Riyanto, Kamis (30/11/2017).

Menurutnya, penebaran benih ikan di perairan umum tersebut selama ini rutin dilakukan. Sebab, manfaat dari program tersebut selama ini sudah bisa dirasakan warga di sekitar waduk maupun bendung. Yakni, setelah ikannya mulai besar dan berkembang biak, banyak warga yang berburu ikan untuk penghasilan tambahan.

Selain itu, dengan banyaknya ikan di perairan umum itu disisi lain juga menjadi daya tarik tersendiri buat warga dari luar kawasan itu. Yakni, untuk berekreasi serta mengisi waktu dengan memancing ikan ditempat tersebut.

”Selama ini, banyak orang yang mancing di perairan umum yang kita miliki. Selain warga sekitar banyak komunitas mancing mania dari luar Grobogan yang datang. Kebetulan pula, Waduk Nglangon dalam beberapa tahun terakhir mulai ramai wisatawan setelah banyak fasilitas umum dilokasi itu,” jelasnya.

Riyanto menambahkan, selain penebaran benih ikan, dalam kesempatan itu pihaknya juga membagikan 500 kartu nelayan. Kartu tersebut diserahkan pada pembudidaya dan penangkap ikan yang tersebar di berbagai kecamatan.

Editor: Supriyadi

Ngebut Hindari Hujan Deras, 2 Siswa SMKN 1 Kalinyamatan Jepara Tewas Tabrak Pembatas Jalan

Suasana di lokasi kejadian yang ada di Jl Batukali, Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, Kamis (30/11/2017). (Tagana Jepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah kecelakaan tunggal di Jl. Batukali, Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan merenggut dua nyawa dan satu orang luka,  Kamis (30/11/2017) siang. Ketiganya merupakan pelajar SMKN I Kalinyamatan. 

Subhan anggota Tagana Jepara mengatakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 11.45 WIB, tepat jam pulang sekolah. Saat itu hujan lebat sedang mengguyur lokasi tersebut. 

Saat itu tiga orang anak menaiki satu motor Honda Supra X 125 bernopol K 2978 FQ. Mereka adalah M. Khoirudin Kelas X Elektronik 3, M. Afifudin Khelmi dan Ismail yang bersekolah ditempat yang sama.

Berniat menghindari hujan deras, motor yang ditumpangi tiga orang itu dipacu dalam kecepatan tinggi. Namun nahas, kondisi angin dan jalanan yang licin terkena air hujan, menyebabkan motor yang mereka tumpangi tak terkendali. 

“Motor tersebut kemudian menabrak sebuah pembatas jembatan dan terlempar ke sungai yang berada di sisi jalan tersebut. Dua orang atas nama M. Khoirudin dan M Afifudin meninggal dunia ditempat kejadian. Sementara Ismail, yang berada di boncengan paling belakang hanya mengalami luka ringan,” tutur Subhan. 

Diketahui, kedua orang siswa yang meninggal beralamatkan di Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan. Sementara seorang yang mengalami luka ringan yakni Ismail, diketahui beralamat di  Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan.

Subhan mengatakan, peristiwa tersebut kemudian ditangani oleh anggota Satpol PP, TNI dan Tagana yang sedang melakukan assesment kebencanaan, di Desa Gerdu, yang berada dekat dengan lokasi kejadian. 

“Saat kejadian, kami tengah melakukan assesment  kejadian bencana di Desa Gerdu. Kami saat itu bersama anggota Satpol PP dan TNI. Namun ditengah perjalanan ada kejadian kecelakaan tersebut,” urai Subhan. 

Editor: Supriyadi

Anggota DPRD Batang Jengkel Sedang Tes Urine di Kamar Mandi, Pintunya Dibuka

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Batang – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Tofani Dwi Arianto, marah saat petugas Badan Narkotika Nasional setempat secara mendadak memeriksa dan melakukan tes urine terhadap mereka di gedung DPRD setempat, Kamis.

Dilansir dari Antarajateng.com, kasus itu berawal ketika Tofani Dwi Arianto, yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan, sedang menjalani tes urine di kamar mandi diikuti oleh petugas BNN yang langsung membuka kamar mandi.

Merasa tidak terima dan menganggap tidak sopan kamar mandi terbuka ketika sedang mengeluarkan urine di kamar mandi, anggota DPRD itu marah dan menuding-nuding ke arah wajah Ketua BNN, Teguh Santosa, agar bekerja dengan baik.

Ketua Fraksi PDIP, Tofani Dwi Arianto, mengatakan anggota DPRD akan mendukung langkah BNN dalam upaya mencegah peredaran maupun penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (narkoba) di daerah ini.

Akan tetapi, kata dia, dalam melakukan pemeriksaan tes urine pada masyarakat atau DPRD dilakukan dengan sopan dan prosedural, tidak seperti kejadian tadi.

“Saya tidak terima kalau kamar mandi dibuka, apakah saya dicurigai sebagai pengguna narkoba. Silakan saja, ambil sampel darah saya, tetapi jangan tidak sopan, begini caranya,” katanya.

Kepala BNN Kabupaten Batang, Teguh Santoso, mengatakan bahwa langkah yang dilakukan oleh BNN melakukan pemeriksaan pada anggota DPRD sudah melalui standar operasional prosedur (SOP).

“Kami menjalankan prosedur saja untuk memberantas dan penyalahgunaan narkoba. Jika memang terjadi kesalahpahaman, kami minta maaf,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Keren, Aneka Makanan dari Kedelai Lokal Grobogan Bakal Disajikan dalam Sidang Kabinet

Gubernur Ganjar Pranowo menunjukkan tempe keripik dari bahan kedelai lokal Grobogan saat membuka Grobogan Ekspo di alun-alun Purwodadi, Kamis (30/11/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pengembangan potensi kedelai lokal varietas Grobogan tidak hanya difokuskan pada penanaman saja. Namun, aneka produk makanan dari bahan baku kedelai lokal Grobogan tersebut juga akan didorong hingga bisa menembus pasar nasional.

Hal itu disampaikan Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto, dalam acara pembukaan Grobogan Ekspo di alun-alun Purwodadi, Kamis (30/11/2017).

Menurut Gatot, saat ini sudah mulai dilakukan upaya untuk mengenalkan produk bahan makanan dari kedelai lokal Grobogan ke level nasional. Yakni, akan menjadikan makanan dari bahan kedelai lokal itu sebagai sajian dalam sidang kabinet.

”Tidak harus tiap hari. Minimal dalam sebulan sekali, makanan dari bahan kedelai lokal Grobogan bisa disajikan saat sidang kabinet,” katanya.

Gatot juga meminta agar upaya pengenalan seperti itu juga dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia meminta agar Ganjar juga rutin menyajikan menu makanan dari kedelai lokal dalam acara di Pemprov Jateng.

”Melalui upaya ini, produk makanan dari kedelai lokal ini akan cepat dikenal. Dalam jangka panjang, jika produk makanan ini sudah digemari maka akan berdampak pada penyerapan hasil panen kedelai para petani,” jelasnya.

Selain selain aneka olahan makanan, produk tempe dari bahan kedelai lokal juga akan dikenalkan lebih luas. Salah satunya, mengadakan kerjasama dengan Rumah Sakit TNI AD di Jakarta agar menggunakan tempe dari bahan kedelai lokal Grobogan yang dikenal punya kandungan protein cukup tinggi.

Sementara itu, Gubernu Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, selama ini, ia sudah cukup familiar dengan berbagai makanan dari bahan kedelai lokal Grobogan. Salah satu yang paling disuka adalah tempe keripik dari bahan kedelai lokal. Bahkan, saat menyampaikan sambutan, Ganjar sempat berteriak minta tempe keripik.

”Saya tadi sempat lihat-lihat di sekitar ekspo ini kok tidak nemu tempe keripik. Ada stan yang menyediakan tempe keripik apa tidak? Kalau ada bawa kesini,” katanya.

Selain tempe keripik, sudah ada beragam makanan lain yang dibuat dari bahan kedelai lokal. Antara lain, roti semprong, brownies dan aneka kue dan cemilan.

”Produk makanan dari kedelai lokal Grobogan ini akan kita dorong biar makin dikenal lebih luas. Saya kira, potensi makanan dari bahan kedelai lokal Grobogan ini luar biasa. Nanti, bisa dibantu lagi agar kemasan dan penampilannya biar lebih keren,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Maju Jadi Bakal Cawagub Jawa Tengah, Walikota Magelang Sambangi Kudus

Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus Musthofa saat menyambut kedatangan Walikota MagelangSigit Widyonindito . (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu bakal Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Tengah, Sigit Widyonindito silaturahmi ke Kantor DPC PDI Perjuangan Kudus, Rabu (29/11/2017). Walikota Magelang itu disambut Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus Musthofa bersama jajaran pengurus partai.

Kehadiran Sigit di Kudus tersebut dalam rangka sosialisasi dan konsolidasi bakal calon wakil gubernur Jateng dari PDI Perjuangan. Pada acara yang berlangsung hangat ini, Sigit menyebut tentang kemajuan Kudus sebagai pusatnya di pantura timur. 

Perubahan kemajuan secara tajam terlihat nyata di era kepemimpinan Musthofa yang telah hampir 10 tahun memimpin Kudus. Kepemimpinannya selama dua periode ini berhasil membangun Kudus dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

“Kawan saya, sahabat saya, Pak Musthofa ini adalah kader terbaik partai,” kata Sigit.

Sigit menilai Musthofa yang sukses di partai dan pemerintahan. Apalagi di tengah kesibukannya, Musthofa masih menyempatkan kuliah untuk menuntaskan gelar doktor di Undip dalam waktu dekat. 

Mengenai tingkat perekonomian, tambahnya, Sigit mengatakan iri dengan PDRB di Kudus yang sangat tinggi. Ini semua didukung kemampuan Musthofa menggerakkan ekonomi rakyat. Apalagi Musthofa adalah seorang pengusaha sebagai praktisi ekonomi.

“Bukan hanya piawai sebagai Bupati, Pak Musthofa ini juara sejak kerja di swasta bahkan sebagai pengusaha,” jelas Sigit pada pertemuan yang sangat bersahabat ini.

Menyinggung mengenai Pilgub Jateng tahun depan, Sigit menyatakan siap dengan apapun keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan. Termasuk siap menjadi wakil gubernur pendamping Musthofa, bila Megawati Sukarnoputri merekomendasikan.

“Saya berdoa, semoga Pak Musthofa mendapat rekomendasi sebagai Cagub. Dan saya siap mendampingi,” harapnya yang langsung disambut tepuk tangan seluruh hadirin.

Menanggapi hal ini, Musthofa menyatakan siap dengan apapun keputusan ketua umum PDI Perjuangan. Karena prinsip tegak lurus dipegangnya di partai berlambang banteng moncong putih ini.

“Kami siap apapun dengan keputusan Ibu Megawati. Termasuk jika kami berdua direkomendasi sebagai cagub dan cawagub,” tegasnya.

Dikatakannya, sinergi 3 pilar terus dilakukannya untuk kemajuan partai dan tentunya membangun daerah bahkan bangsa ini.

“Terima kasih, Pak Sigit atas kerawuhannya di Kudus. Semoga jalinan silaturahmi ini membawa berkah untuk kita bersama,” harapnya.

Editor: Supriyadi

Seribu Polisi dan Anjing K9 Dikerahkan Polda Jateng Bantu Tangani Bencana

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat memimpin apel gelar pasukan penanganan bencana di Mako Brimob Jateng, Kamis (30/11/2017). (Humas Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang –  Polda Jawa Tengah akan ambil bagian dalam penanganan bencana di wilayah Jawa Tengah. Sebanyak 1.000 personel dari seluruh jajaran polda disiagakan untuk siap segera diperbantukan jika terjadi bencana.

Hal ini ditegaskan Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, dalam Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana Alam Polda Jateng, di Lapangan Mako Brimob Polda Jateng, Kamis (30/11/2017).

Personel yang disiapkan termasuk di antaranya tim SAR Brimob Polda Jateng, Ditpolair, dan Biddokkes. Selain personel, polda juga menyiagakan anjing K9 milik Ditsabhara Polda Jateng, yang siap diterjunkan untuk membantu pencarian korban bencana,

Menurut kapolda, personel akan fokus diterjunkan di titik-titik paling rawan bencana. Seperti di wilayah Sukoharjo, Wonogiri, Purworejo, termasuk Karanganyar . “Wilayah alur Sungai Bengawan Solo menjadi priorotas. Ada 1.000 personel yang disiapkan,” katanya.

Meski demikian, pihaknya juga tetap akan mengerahkan personel ke daerah lain jika terjadi bencana dan membutuhkan tambahan personel SAR.

Anjing K9 milik Ditsabahara Polda Jateng juga dikerahkan jika dibutuhkan untuk pencarian korban bencana. (Humas Polda Jateng)

Condro menjelaskan, personel kepolisian di masing-masing daerah bersama unsur TNI, SAR, di bawah arahan BPBD setempat sudah melakukan kegiatan untuk membantu warga yang terdampak bencana. Personel yang dikirim hari ini dimaksudkan untuk membantu karena sudah memiliki spesifikasi kemampuan SAR.

“Saat ini kapolres-kapolres setempat dengan personel yang ada bersama unsur TNI di bawah BPBD sudah lakukan langkah menolong korban, membantu pengungsi, dan mencari korban yang belum dapat ditemukan seperti Wonogiri,” ujarnya.

Selain menyiagakan personel untuk penanganan bencana di Jateng, Polda Jateng juga menyiagakan 500 personel untuk diperbantukan untuk penanganan korban bencana erupsi Gunung Agung Bali.

”Ada 500 personel Brimob, dan tengah menunggu diberangkatkan melalui jalur darat,” terangnya.

Dalam apel pasukan itu, kapolda menyebut jika Jateng merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.

“Bencana alam dapat terjadi kapan saja, di mana saja dan menimpa siapa aja. Kita sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, harus mampu bergerak cepat, tepat dan efisien apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam,” terangnya.

Ia juga meminta seluruh anggota untuk mempersiapkan mental dan fisik dalam melaksanakan tugas tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Lewat Pati, 300 Bonek Dijamu dan Dikawal Polisi Pakai Mobil Patwal

Polisi melakukan pengawalan ratusan bonek yang melintas di kawasan Jalan Pati-Juwana, Kamis (30/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya 300 suporter kesebelasan Persebaya melintasi kawasan jalan pantura Pati, Kamis (30/11/2017). Mereka melintas di Pati setelah nonton pertandingan Persebaya melawan PSMS di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA).

Mereka yang berada di jalanan pantura mengundang perhatian polisi. Tak sekadar diamankan, ratusan massa Bonek itu justru dijamu polisi.

Mereka juga mendapatkan pengawalan dari polisi dengan dijemput menggunaan truk Dalmas dan dikawal menggunakan mobil patwal. Setibanya di perbatasan Rembang, polisi mencarikan truk yang melintas untuk dijadikan tumpangan bonek.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, pengawalan massa bonek dilakukan untuk menciptakan suasana kondusif di Pati. Karena itu, mereka difasilitasi agar mendapatkan tumpangan hingga ke Surabaya.

“Untuk antisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Kita kawal sambil berikan makanan kecil karena perjalanannya sampai tiga hari. Tujuannya biar situasi Pati tetap kondusif,” ujar Kompol Sundoyo.

Eko Purwanto, salah satu anggota bonek mengaku senang dengan sambutan polisi saat melintas di Pati. Dia tidak menyangka bila setiba di pertigaan Sukokulon Pati, bonek difasilitasi sampai ke Kaliori Rembang dan dicarikan tumpangan truk menuju Surabaya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada pak polisi karena sudah dicarikan truk. Soalnya terkadang truk tidak mau ditumpangi. Memang beberapa pengalaman ada barang truk seperti kunci hilang setelah ditumpangi orang,” tuturnya.

Editor: Supriyadi

Atlet Sepaktakraw Asal Jepara Perkuat Tim PSTI Jateng

Suasana latihan guna mempersiapkan laga Kejurnas antar klub di Sulawesi Tengah (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Jepara – Atlet Sepaktakraw asal Jepara dipercaya untuk memperkuat kontingen Jawa Tengah dalam Kejuaraan Nasional Antar Klub di Palu – Sulawesi Tengah (3-9 Desember 2017). Dalam formasi tim, ada dua atlet perempuan yang berlatar belakang dari militer. 

Adalah Evana Rahmawati yang merupakan Polwan di Polsek Welahan Jepara dan Dini Mitasari yang kini bertugas sebagai Kowad di Kodam IV Diponegoro. Keduanya merupakan atlet sepaktakraw sebelum bergabung di kesatuan masing-masing. 

Evana Rahmawati mengaku bersyukur masih bisa dipercaya membela kontingen Jateng. “Semoga kami bisa memberikan yang terbaik buat Jateng, kita harus kerja keras karena lawan semua berimbang dan harus memaksimalkan waktu yang tersisa untuk latihan,” ujarnya, Kamis (30/11/2017). 

Ia menyatakan kini tengah memaksimalkan waktu berlatih yang tinggal sekitar tiga hari sebelum hari pertandingan. 

Hal serupa dikatakan oleh Dini Mitasari. Menurutnya kejuaraan tersebut merupakan tantangan baginya, untuk dapat memberikan yang terbaik. “Ini merupakan tantangan bagi kami untuk tampil terbaik. Musuh berat kami bukan dari lawan tetapi dari dalam diri kami untuk dapat memaksimalkan waktu berlatih yang singkat,” ujarnya. 

Sementara itu, Suko Hartono, pelatih Sepaktakraw yang ikut dalam kejurnas ini mengaku hao ini merupakan suatu kebanggaan. “Sebuah kebanggaan tersediri kami bisa dipercaya untuk melatih di ajang Kejurnas,” katanya. 

Dalam tim ini, Jepara mengirimkan delapan atlet dan seorang pelatih. Adapun susunan atlet Jepara yang dikirimkan untuk membela Jateng antara lain  Victoria Eka Prasetya, Toni Azhar, Rifki Puji Santoso, Evana Rahmawati, Tri Suryaningsih, Dini Mitasari, Alfia Yuli Rahmawati, Devi Lutfiana. Sementara itu Suko Hartono bertindak sebagai pelatih. 

Editor: Supriyadi

Berukuran 7×10 Meter, Tempe Raksasa Bikinan Pemkab Grobogan Tembus Rekor MURI

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tiga dari kiri) beserta Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto mengunjungi lokasi pembuatan tempe raksasa yang ditempatkan di ruang rapat paripurna II DPRD Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemkab Grobogan kembali mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Kali ini, rekor yang tercatat berkaitan dengan pembuatan tempe raksasa berukuran 7 x 10 meter. Pembuatan tempe raksasa yang memiliki ketebalan 4 cm tersebut juga tercatat dalam rekor dunia.

Piagam penghargaan pemecahan rekor diserahkan Eksekutif Manajer Muda MURI Sri Widayati kepada Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Penyerahan penghargaan dilangsungkan dalam acara pembukaan Grobogan Ekspo di alun-alun Purwodadi yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (30/11/2017). Penyerahan penghargaan juga disaksikan Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto.

Usai penyerahan penghargaan dilanjutkan dengan mengunjungi lokasi pembuatan tempe raksasa yang ditempatkan di ruang rapat paripurna II DPRD Grobogan. Pembuatan tempe raksasa sudah mulai dilakukan sejak tiga hari sebelumnya.

Eksekutif Manajer Muda MURI Sri Widayati menyerahkan penghargaan kepada Bupati Grobogan Sri Sumarni. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

”Untuk pembuatan tempe raksasa disiapkan kedelai sekitar 2 ton. Bahan baku pembuatan tempe diambilkan dari kedelai lokal. Pembuatan tempe juga didukung Dinas Pertanian Grobogan dan berbagai pihak lainnya,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Pradana Setyawan.

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, pembuatan tempe sengaja dipilih dengan bahan baku kedelai lokal yang saat ini sedang dikembangkan Pemkab Grobogan. Penggunaan bahan kedelai lokal ini salah satu tujuannya untuk mengurangi ketergantungan dengan barang impor. 

Editor: Supriyadi

Pementasan Monolog Nindya Pukau Ratusan Penonton

Anika Nofiyanti mementaskan naskah Nindya karangan Yudhi MS. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pementasan FASBuk yang digelar di Auditorium UMK, Rabu (29/11/2017) malam tadi berlangsung meriah. Ratusan penonton hadir untuk melihat pertunjukan monolog dengan naskah Nindya karya Yudhi MS.

Panitia kegiatan, Arfin mengatakan, ratusan penonton yang hadir tak hanya dari pegiat seni di Kudus. Puluhan pelajar hingga masyarakat umum juga turut andil menyaksikan pementasan.

“Semalam alhamdulillah kisaran 500-600 penonton karena ada dr teater SAKA, Teater UKUR, Teater satoesh, Tiga koma, Dewaruji dan sebainya. Belum lagi masyarakat yang datang,” katanya kepada MuriaNewsCom

Apiknya lagi, ratusan penonton tersebut terlihat puas dengan monolog yang dibawakan Anika Nofiyanti. Satu di antaranya Beni Dewa, warga Undaan. Dia melihat pementasan monolog sangatlah jarang dijumpai di Kudus. Untuk itu, dia rela jauh-jauh datang melihatnya.

“Pementasan monolog memiliki tantangan tersendiri untuk melakoni. Karena mainya tunggal sehingga harus lebih memahami naskahnya,” ujarnya yang juga penikmat teater.

Tentang naskah, dia juga mengatakan naskah yang apik. Sebuah cerpen yang dibalut dengan sastra, menbuat cerita jadi seru untuk ditampilkan. Sayangnya, dia kurang puas lantaran waktu pementasan yang dianggap singkat.

“Monolog biasanya 30 menit atau lebih, namun pementasan semalam berlangsung sekitar 20 menitan saia,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Gelombang Tinggi, Harga Ikan di Jepara Melejit

Suasana lelang ikan di TPI Ujung Batu, Kecamatan Jepara Kota, Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Gelombang tinggi yang melanda perairan Jepara ikut berpengaruh pada naiknya harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu. Meskipun demikian, kenaikan harga tak berlaku pada semua jenis ikan.

Maslikah (45) mengungkapkan, kenaikan itu lebih didominasi karena faktor alam. Namun ketika cuaca telah landai, harga-harga ikan tersebut kembali normal. 

“Cuaca belakangan ini memang gelombangnya tinggi, sehingga nelayan banyak yang tidak dapat tangkapan atau memilih tidak melaut. Sehingga tangkapannya agak berkurang,” tuturnya, Kamis (30/11/2017). 

Ia mencontohkan untuk ikan kembung yang biasanya didapatkan dengan harga Rp 600 ribu per basket (50kg), kini harganya mencapai Rp 900 ribu.

Hal itu diamini oleh pedagang lain Tunaisah (52). Menurutnya, kenaikan harga ikan di musim seperti ini menjadi hal yang wajar. 

“Kalau per kilogram, naiknya sekitar Rp 2.000-Rp 3.000, contohnya ikan petruk, gerandong, dan banyar, kalau harga awalnya Rp 15 ribu, sekarang naik Rp 17 ribu,” ungkapnya. 

Editor: Supriyadi

Zakat PNS Pemprov Kini Juga Disalurkan untuk Kesejahteraan Penyandang Cacat

Para penyandang disabilitas yang akan mendapatkan bantuan tangan dan kaki palsu menjalani proses pengukuran (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Semarang – Badan Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jateng, kini juga mengalokasikan zakat dari pegawai Pemprov Jateng untuk pengentasan kemiskinan. Jika sebelumnya hanya dikonsentrasikan untuk bantuan pondok pesantren, zakat itu kini juga disalurkan untuk penyandang disabilitas.

Ketua Baznas Provinsi Jateng, KH Ahmad Darodji mengatakan, para penyandang cacat yang mendapat saluran zakat ini hanya yang masuk kategori miskin. Oleh karenanya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jateng.

Menurut dia, selain mengalokasikan zakat berupa konsumtif, zakat juga akan diberikan dengan cara produktif. Yaitu, memberikan pelatihan wirausaha bagi para penyadang disabilitas miskin.

“Nanti akan kita beri pelatihan keterampilan wirausaha sesuai keinginannya. Harapannya mereka bisa produktif,” katanya.

Selain disabilitas kategori miskin, Baznas juga akan menggencarkan alokasi zakat untuk para guru madrasah diniyah (madin) dan guru TPQ (tempat pendidikan alquran) yang disabilitas. Sebab, banyak guru mengaji yang disabilitas.

“Mereka kategori sabilillah dan termasuk yang berhak menerima zakat. Jadi kita inginnya zakat bisa masuk ke semua segmen,” ujarnya.

Ia menegaskan, khusus untuk guru Madin dan TPQ, tidak hanya yang disabilitas. Mengingat selama ini honorarium untuk guru mengaji masih minim. Namun pemberiannya tidak rutin tiap bulan, itupun tidak bersamaan se Jateng tapi diberikan secara bergilir di tiap kabupaten/kota.

“Uangnya ada, tapi yang harus diberi kan jumlahnya banyak. Maka nanti bergilir,” terangnya.

Darodji menambahkan, zakat yang dikumpulkan Baznas Jateng berasal dari zakat para aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jateng. Tiap bulan, terkumpul rata-rata Rp 2,5 miliar. Kesadaran ASN dalam membayarkan zakat makin meningkat.

Selasa (28/11/2017) lalu, Baznas juga melakukan penyerahan zakat dalam rangka pentasharufan mustahik asnaf fakir miskin dan sabilillah, di Masjid Agung Jawa Tengah.

Dalam acara tersebut, diserahkan zakat untuk pembangunan masjid, musala, pondok pesantren, lembaga keagamaan senilai Rp 2.247.100.000. Untuk perbaikan 20 unit rumah tidak layak huni (RTLH) senilai Rp 200.000.000.

Kemudian untuk usaha ekonomi produktif bagi fakir miskin berupa pelatihan pertukangan bangunan bersertifikat, senilai Rp 60.000.000. Selanjutnya pemberian bantuan kursi roda untuk kaum difabel senilai Rp 70.000.000.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, warga miskin yang tidak tercover dalam alokasi APBD maka sumber Baznas ini bisa dimanfaatkan. Sehingga tak perlu berdebat panjang dengan DPRD, namun masyarakat bisa mendapatkannya dengan cepat.

“Sebab, bagaimanapun di antara rizki kita sebagian kecil ada hak orang lain yang membutuhkan,” kata Ganjar.

Editor : Ali Muntoha

Penjual Topi dan Sandal Keliling di Kudus Ditemukan Tewas Dalam Parit

Penjual topi dan sandal ditemukan tewas dalam parit. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang penjual topi dan sandal keliling ditemukan tewas dalam parit di Jalan Lingkar Selatan tepatnya di parit sawah Desa Sidorekso RT 03/RW 06 Kecamatan Keliwungu.

Penjual topi yang diketahui sering berkeliling menggunakan sepeda onthel tersebut ditemukan dengan kondisi miring di dalam parit.

Kades Sidorekso Kecamatan Kaliwungu, Arifin mengatakan, penemuan mayat tersebut terjadi Rabu (29/11/2017) sekitar pukul 19.00 WIB. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menelephone polisi untuk dievakuasi.

“Itu pakai sepeda onthel jenis jengki. Informasi yang ada korban berjualan topi dan sandal. Saat ditemukan barang bawaannya masih lengkap. Mungkin ia meninggal karena tabrak lari,” katanya kepada MuriaNewsCom

Sementara itu, Kapolsek Kaliwungu AKP Dwi Jati Usodo mengatakan, korban bernama Joko Sunoto (54) warga Desa Prambatan Lor RT 07/RW 01, Kecamayan Kaliwungu. Untuk kronologi kejadiannya, korban ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB, di Pinggir Jalan Kudus-Jepara tepatnya di parit sawah turut Desa Sidorekso.

“Saat itu petugas mendapat laporan akan kejadian itu, kemudian petugas mendatangi ke lokasi dan menemukan korban tak sadarkan diri. Melihat kondisinya, petugas memeriksa denyut nadinya, namun sudah tak muncul,” ujarnya.

Setelah itu, kata Kapolsek, korban dilarikan ke RSUD untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di sana, korban diperiksa dokter jaga yaitu Dokter Hikari, yang menjelaskan kalau korban sudah meninggal dunia. 

“Korban mengalami luka lecet pada pelipis sebelah kiri. Dan keadaanya memang sudah agak kaku,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Proses Jemput Bola Efektif Tingkatkan Perekaman E-KTP di Kudus

Petugas Disdukcapil Kudus melakukan proses perekaman E-KTP ke sekolah-sekolah. (MurianewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus melakukan upaya jemput bola untuk mempercepat proses perekaman E-KTP. Program ini dianggap cukup efektif, terlebih saat ini masih ada belasan ribu warga Kudus yang belum melakukan perekaman.

Proses jemput bola ini tak hanya dilakukan kepada warga berkebutuhan khusus, ataupun daerah terpencil, namun juga ke sekolah menengah atas. Karena siswa kelas akhir tingkat SMA/MA/sederajat yang berumur 17 tahun sudah wajib E-KTP.

Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo melalui Sekretaris Dinas Putut Winarno mengatakan, proses jemput bola yang dilakukan tersebut, cukup efektif.

Karena warga yang didatangi, kebanyakan memang mengaku belum melakukan perekaman, sebab menganggap belum memerlukan dokumen tersebut.

”Artinya ada yang tahu bahwa KTP elektronik itu penting, tapi menunda proses pembuatannya. Namun ada juga yang memang belum sempat melakukannya karena berbagai hal,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga yang belum melakukan perekaman, supaya segera melaksanakannya. Karena pihaknya ingin menjamin bahwa hak pilih nanti bisa digunakan dengan baik.

”Jangan sampai tidak memilih nantinya karena alasan tidak punya KTP elektronik. Monggo, gunakan kemudahan yang sudah diberikan, termasuk lewat jalur online, untuk membuatnya,” katanya.

Menurut dia, proses pembuatan KTP elektronik sekarang ini sangat mudah. Yakni cukup dengan fotokopi kartu keluarga (KK) saja, sudah bisa melakukan perekaman datang.

Kemudahan ini memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri.

Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan.

Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Editor : Ali Muntoha

Angin Kencang Bercampur Hujan Tumbangkan Sejumlah Pohon Tua di Kudus

Pengendara melintas di kawasan Wergu, Kudus, yang terjebak pohon tumbang, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Hujan bercampur angin kencang melanda Kudus, Kamis (30/11/2017) siang. Hal itu berakibat sejumlah pohon tua tumbang dan merusak fasilitas umum seperti tempat sampah. 

Seperti yang terjadi di kawasan Wergu Kulon, Kecamatan Kota. Pohon tumbang melintang di tengah jalan.

Arifin, salah seorang pengendara di lokasi, mengatakan pohon tumbang terjadi sekitar  pukul 11.30 WIB. Saat angin kencang terjadi.  Mulanya, dahan dan ranting berjatuhan. Menyusul kemudian, pohon pun tumbang.

“Saat kejadian tak ada warga yang di bawahnya. Saat itu kondisi jalan sedang sepi,” katanya.

Berdasarkan pantauan, pohon tumbang juga terjadi di wilayah jalan lingkar selatan dan jalan kawasan UMK. “Pohon tumbang sebelah kampus UMK, melintang di jalan sehingga antre saat lewat,” tulis salah seorang warga, Mukhkis.

Editor : Akrom Hazami

5 Warga Wonogiri Tewas Akibat Banjir dan Longsor 

Longsor yang terjadi di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri. (Facebook)

MuriaNewsCom, Wonogiri – Bencana alam melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Seperti di Kabupaten Wonogiri. Bencana alam berupa tanah longsor dan banjir terjadi. Ada lima orang meninggal dunia akibat bencana yang terjadi.

“Data terakhir malam ini, kami berhasil mengevakuasi lima jenazah di tiga lokasi yang berbeda. Dua jenazah di Ngelo, Kecamatan Tirtomoyo, satu jenazah di Nglencung, Kecamatan Tirtomoyo, dan dua jenazah di Batu Sari, Kecamatan Manyaran,” ungkap Ketua Divisi Operasi Tim SAR Wonogiri, Ashari Mursito Wisnu, yang dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (29/11/2017) malam dikutip dari Kompas.com.

Menurut hasil identifikasi tim, kata Wisnu, dua korban tanah longsor di Ngelo bernama Suyanti (65) dan Sriwanti (45). Sementara korban tanah longsor di Nglencung bernama Wagiyah (95).

Untuk dua jenazah yang dievakuasi karena hanyut terseret arus banjir di Desa Batu Sari, Kecamatan Manyaran, bernama Painem (50) dan Aditya (18).

Saat ini kelima jenazah yang berhasil dievakuasi sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

Wisnu menambahkan, saat ini tim SAR Wonogiri berjaga di beberapa titik lantaran hujan masih terus mengguyur kota gaplek tersebut. “Saat ini kami standby di Tirtomoyo, Pracimantoro, Giriwoyo, Baturetno, dan posko induk,” jelas Wisnu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan, selain ada warga yang meninggal dunia, juga ribuan warga mengungsi sejak kemarin. Posko pengungsian berada di masing-masing desa terdampak, kantor kecamatan dan kantor BPBD.

“Pengungsi mulai berkurang, karena banjir mulai surut. Tapi kalau yang rumahnya roboh masih harus mengungsi. Ada juga banjir luweng, masih ada yang mengungsi,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan logistik, telah didistribusikan. Termasuk juga di setiap posko juga telah didirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga.

Selain itu pula, salah satu rumah milik Lamto, warga Dusun Joho, Desa Sambiharjo, Kecamatan Paranggupito, juga amblas bagian bawahnya. Tepatnya di bagian bawah dapur selebar 3 meter.

Kejadian bermula saat banjir dengan ketinggian 2 meter menggenangi wilayah tersebut pada Selasa (28/11/2017). Akibat banjir, 5 keluarga langsung dievakuasi ke tempat yang lebih aman.Adapun rumah yang menjadi korban banjir adalah milik Pardi, Tarno, Soiman, Lamto, dan Tukino. Semuanya berada di Dusun Joho.

Editor : Akrom Hazami

 

Begini Cara Disdukcapil Kudus Supaya Pelajar Bisa Nyoblos Bupati dan Gubernur

Petugas Disdukcapil Kudus melakukan proses perekaman E-KTP ke sekolah-sekolah. (MurianewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Tahun 2018 mendatang menjadi tahun politik, di mana bakal digelar Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kudus maupun Pilgub Jateng.

Dalam pesta demokrasi ini nantinya akan ada ribuan pemilih pemula yang bisa menggunakan hak pilihnya untuk memilih bupati ataupun gubernur. Para pemilih pemula ini ada di antaranya yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Namun mereka baru bisa menggunakan hak pilihnya jika sudah memiliki kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP). Untuk memudahkan hak para pemilih pemula ini untuk memberikan hak pilihnya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus melakukan upaya jemput bola untuk proses perekaman E-KTP.

Petugas Disdukcapil Kudus mendatangi sekolah-sekolah untuk melakukan perekaman. Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo melalui Sekretaris Dinas Putut Winarno menyebut, upaya ini merupakan salah satu bentuk layanan yang diberikan kepada masyarakat.

”Karena dokumen KTP elektronik ini sangat penting untuk proses demokrasi yang ada. Kami ingin memastikan jika warga di Kudus ini sudah memiliki dokumen tersebut, sehingga mereka nanti bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik,” katanya.

Apalagi, proses pembuatan KTP elektronik sekarang ini sangat mudah. Yakni cukup dengan fotokopi kartu keluarga (KK) saja, sudah bisa melakukan perekaman datang.

Kemudahan ini memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri.

Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan.

Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Editor : Ali Muntoha

Resmi Ditutup, Hanya Dua Pasang Paslon Independen yang Daftar di Pilbup Kudus

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi menerima berkas pendaftaran balon Bupati Kudus Independen dari Paslon Akhi beberapa waktu lalu.(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Penutupan pendaftaran bakal calon (Balon) Bupati – Wakil Bupati Kudus lewat jalur independen resmi ditutup KPU Kudus, Rabu (28/11/2017). Hasilnya, hanya ada dua pasangan yang mendaftar ke KPU Kudus lewat jalur independen.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, setelah ditunggu hingga pukul 24.00 WIB, tak ada penambahan pendaftaran bakal calon bupati secara independen. Praktis, hanya ada dua pasangan yang mendaftar.

“Dua pasangan tersebut adalah Noor Hartoyo –  Junaidi (Harjuna) dan Akhwan – Hadi Sucipto (Akhi),” katanya kepada MuriaNewsCom

Padahal, lanjut Khanafi, terdapat satu pasangan lain yang sudah konsultasi dengan KPU. Pasangan tersebut adalah Sugeng Suharto – Sri Berdikari. Mereka sebelumnya malah sudah mendapatkan pembinaan dan meminta user Silon.

“Setelah dikonfirmasi, ternyata pasangan tersebut masih kurang mengumpulkan syarat dukungan. Sebagaimana diketahui syarat minimalnya ada 45.323 KTP,” ujarnya. 

Dikatakan, hingga hari ini kedua pasangan yang sudah mendaftar ke KPU sudah dilakukan verifikasi. Hasilnya akan dikembalikan kepada pasangan, apakah berkas yang dikumpulkan sesuai ataukah tidak. 

“Besok pagi hasilnya akan kami kembalikan kepada mereka,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

Anak yang Bunuh Ibu Kandung di Getasrabi Kudus Terancam Dibebaskan, Ini Alasannya

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan ibu kandung di Desa Getasrabi, Kecamatan Gebog, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus pembunuhan ibu kandung yang dilakukan seorang anak di Dukuh Kebangsan, RT 2/RW 3, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Selasa (28/11/2017) bisa dibebaskan.

Ini lantaran pelaku terindikasi mengalami gangguan jiwa. Hanya saja, petugas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui ihwal penyakit tersebut.

Baca: Tak Diberi Uang, Anak di Getassrabi Kudus Tega Pacul Kepala Ibunya Hingga Tewas

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, berdasarkan peraturan, orang yang memiliki gangguan jiwa, kasusnya dapat diberhentikan. Ini lantaran mereka tak memiliki kesadaran (benar atau salah) atas tindakan yang dilakukan.

”Namun untuk memastikan apakah pelaku memang memiliki penyakit  jiwa atau tidak membutuhkan pemeriksaan yang lengkap dan bertahap. Jadi tidak mudah,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (30/11/2017).

Menurut dia, yang berhak memutuskan apakah pelaku mengidap penyakit jiwa adalah dokter jiwa. Untuk itu, Anshori dijadwalkan bakal diperiksa langsung oleh dekter jiwa RSUD Kudus untuk memastikan.

”Jika memang benar memiliki penyakit jiwa, maka bisa dirujuk ke rumah sakit jiwa untuk diobati,” ujarnya. 

Baca: Sebelum Dibunuh, Sang Ibu Sempat Diancam Hingga Tak Berani Pulang ke Rumah

Saat ini penanganan masih dilakukan, dengan melakukan sejumlah observasi lapangan. Hasilnya, tanda adanya gangguan jiwa memang muncul dari Anshori (30). Hal ini dikuatkan dengan keterangan kakak kandung pelaku.

Dari keterangan sang kakak, Anshori sudah mengidap gangguan jiwa sejak 2009 lalu. Hanya, ia selalu rutin berobat tentang kondisi jiwanya. Bahkan obat dari dokter juga selalu diminum agar kondisinya tak semakin parah.

Namun, proses itu berhenti pada 2016 karena faktor ekonomi. Akibatnya, Anshori sering uring-uringan dan puncaknya adalah perbuatan pembunuhan yang dilakukan kepada ibu kandungnya sendiri.

“Selama pemeriksaan selama ini, pelaku juga kerap membenturkan kepalanya ke dinding,” imbuhnya

Baca: Anak Bunuh Ibu Kandung di Getassrabi Kudus Ternyata Alami Gangguan Jiwa

Kapolres berharap, tetangga dapat lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Sehingga, jika ada warga yang memiliki penyakit atau gangguan jiwa, dapat segera dilaporkan ke pemerintah desa, untuk segera ditangani.

“Jangan sampai kasus semacam ini terulang kembali. Jadi penanganan dini dapat dilakukan,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

APBD Kudus 2018 Disetujui, Dewan Minta Awal Tahun Program Langsung Digenjot

Penandantangan naskah persetujuan APBD 2018 oleh DPRD Kudus, dan Bupati Kudus Musthofa. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kudus tahun 2018, dalam sidang paripurna DPRD Kudus, Rabu (29/11/2017) malam.

Ketua DPRD Kudus, Masan, mengatakan, struktur APBD Kudus 2018,  terdiri dari pendapatan daerah yang diproyeksikan sebesar  Rp 1,740 triliun. Sementara belanja daerah, sebesar Rp 1,1830 triliun.

“Masih ada defisit sebesar Rp 63.068 miliar. Namun defisit tersebut, ditutup dengan pembiayaan netto sebesar Rp 63.068 miliar. Sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun berkenaan menjadi nol,” katanya.

Dengan disahkan APBD 2018, organisasi perangkat derah (OPD) diharapkan bisa segera gerak cepat, agar semua proram bisa segera dilaksanakan.

Ia mengingatkan agar jangan sampai pengesahan APBD 2018 sudah tepat waktu, namun pelaksanaan kegiatan menumpuk di akhir tahun anggaran. “Kami ingin awal tahun pelaksanaan kegiatan bisa langsung dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara Bupati Kudus Musthofa mengatakan, muatan APBD 2018 pada dasarnya difokuskan pada program prioritas daerah yang selaras dengan program prioritas nasional.

“Tentunya saya terimakasih atas pengesahan APBD tahun 2018 ini. Harapannya program tersebut bisa tepat sasaran,” kata Musthofa.

Kebijakan belanja daerah tahun anggaran 2013 sampai 2018, katanya, dilakukan melalui pengaturan pola pembelanjaan yang proporsional, efisien dan efektif. Sehingga program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 dapat tepat sasaran, tepat administrasi, tepat manfaat dan tepat aturan.

Editor : Ali Muntoha