Warga Getassrabi Kudus Rela Tak Tidur Hingga Subuh Demi Lihat Adegan Ini

Aksi para pemain ketoprak saat sesi perang, yang tak hanya menengangkan kadang juga diisi banyolan yang membuat penonton terpingkal-pingkal. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketoprak masih menjadi hiburan yang ditunggu-tunggu banyak orang di Kabupaten Kudus. Bahkan untuk menyaksikan drama tradisional ini, mereka rela begadang hingga menjelang subuh.

Ini terlihat ketika pertunjukan ketoprak Kridho Caritho asal Pati, dipentaskan di Lapangan Sipengkol, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kudus, Minggu (24-25/9/2017) tadi. Ketoprak memang biasa digelar hingga semalam suntuk.

Pementaan yang dimulai semenjak habis Isya itu, sudah diserbu masyarakat setempat. Tak hanya dari Kecamatan Gebog, masyarakat dari Kecamatan Kaliwungu juga berbondong-bondong untuk menyaksikan.

“Pertunjukan semacam ini sangat jarang, makanya datang untuk menyaksikan. Apalagi ini hiburan yang gratisan,” kata Abdul, warga Getassrabi saat menyaksikan ketoprak.

Warga lain yang juga turut menyaksikan adalah Nasir, warga Kaliwungu. Menurut dia, pertunjukan ketoprak merupakan pertunjukan daerah yang khas dan apik. Untuk itu, saat ada kabar adanya ketoprak dia sering meluangkan waktu guna menyaksikan.

“Sering nonton jika ada pertunjukan ketoprak. Bahkan sampai luar kecamatan juga pasti akan tak datangi untuk menonton,” ungkap dia.

Tak hanya penasaran akan jalannya cerita ketoprak, hal yang paling ditunggu penonton yakni muncul dagelan.  Seperti diungkap M Munir, warga Desa Kaliwungu, Gebog, menurut dia, dalam pertunjukan ketoprak, yang paling ditunggu-tunggu adalah keluarnya pelawak dagelan.

“Biasanya lawakan keluarnya malam, yaitu setelah cerita dari pertunjukan dilaksanakan. Makanya kalau ada ketoprak, biasanya berangkat setelah tengah malam,” terangnya.

Menurut dia, lawakan dianggap lebih menghibur ketimbang cerita  pertunjukan ketoprak, lantaran lebih jelas dan singkat. Lain halnya dengan pertunjukan sendiri, yang memakan waktu  berjam-jam hingga terkadang membuat penonton jenuh.

Selain lawakan, lanjut dia, yang menarik dari pertunjukan juga adanya musiknya. Keberadaan musik dalam ketoprak membuat penonton yang awalnya ngantuk jadi hilang karena adanya musik yang asik.

“Apalagi lagunya banyak layaknya orkes, jadi lebih menarik. Dan jika orkes cenderung ribut, lain halnya dengan musik dalam ketoprak yang lebih damai,” imbuh dia.

Pertunjukan ini juga dihadiri sejumlah tokoh, seperti Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng Sri Hartini yang kini maju mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati Kudus. Serta Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono, yang maju di bursa Pilgub Jateng.

Sri Hartini menjelaskan, pertunjukan ketoprak tersebut, merupakan kegiatan yang digelar Pemprov Jateng. Kegiatan merupakan wujud dari keinginan masyarakat setempat yang menginginkan adanya hiburan saat dewan mengatakan komunikasi dengan masyarakat.

“Selain itu, ini juga upaya melestarikan budaya daerah yang sudah mulai bergeser dengan budaya asing,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha