Dulu Dianggap Angker, Taman Pendapa Grobogan Sekarang Kini Memikat Hati

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat bersantai dan melihat-lihat taman pendapa, Sabtu (30/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)Editor

MuriaNewsCom, Grobogan – Kesan angker pada taman di sebelah barat pendapa saat ini sudah hilang. Hilangnya suasana horor terjadi setelah taman yang ada di depan kantor Wakil Bupati Grobogan tersebut selesai dibenahi dan dipercantik.

“Sebelumnya, lokasi taman itu terkesan gelap dan agak serem karena jarang didatangi orang. Setelah dibenahi, banyak orang yang main kesitu karena ada jalan setapak dan gazebo di taman. Saya memang minta agar taman itu dibenahi biar menarik,” kata Bupati Grobogan Sri Sumarni, saat melihat-lihat taman pendapa, Sabtu (30/9/2017).

Setelah pembenahan taman selesai, Sri mengaku sering bersantai sambil berolahraga di tempat tersebut. Biasanya, aktivitas itu dilakukan pagi sebelum jam kantor atau sore setelah melakukan serangkaian aktivitas. Terkadang ia juga sempat menikmati suasana malam di taman pendapa bersama anak dan cucunya.

Dari pantauan di lapangan, kondisi taman yang luasnya sekitar 10×30 meter itu memang jauh terlihat lebih cantik dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. Aneka tanaman ditata dengan rapi dan di tengahnya ada jalan setapak.

Terdapat pula dua buah gazebo yang ditempatkan di ujung utara dan selatan. Pada tembok taman sebelah barat, terdapat tulisan besar ‘Grobogan Bersemi’ dibagian atasnya. Pada posisi di depan tulisan ini biasanya sering dimanfaatkan warga yang mengikuti acara di pendapa untuk selfie atau swafoto.

“Saya memang menghendaki ada tulisan Grobogan Bersemi disini. Kata Bersemi ini merupakan slogan Kabupaten Grobogan yang artinya Bersih, Sehat, Mantap, dan Indah,” cetusnya.

Selain taman di depan kantor wabup, pembenahan juga dilakukan pada taman kecil yang berada disamping kanan dan kiri pendapa. Kemudian, taman dan kolam di depan pendapa juga sedang dibenahi saat ini.

Editor: Supriyadi

Polisi Mulai Tindaklanjuti Laporan Nasabah Koperasi Syariah Mualamah Primadana

Seorang nasabah Koperasi Syariah Muamalah Primadana mendatangi kantor koperasi yang berada di Jalan Suryojenggolo, Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Grobogan yang sudah sepi tanpa aktivitas, Senin (25/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilayangkan nasabah Koperasi Syariah Mualamah Primadana ke Polres Grobogan mulai ditindaklanjuti. Sejumlah korban sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Selain itu, korban juga diminta melengkapi bukti-bukti pendukungan untuk melengkapi laporan.

“Laporan itu sudah kita tangani. Kami sedang mendalami dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan. Termasuk diantaranya memintai keterangan saksi-saksi lain dan nasabah koperasi yang jadi korban,” kata Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi Satrio Bintoro, Sabtu (30/9/2017).

Menurut Wahyudi, pihaknya akan menangani kasus dugaan penipuan dan penggelapan itu sampai tuntas. Dari pemeriksaan sementara, diketahui manajer koperasi diduga kuat sudah menghilang sejak beberapa bulan lalu.

Mengenai jumlah kerugian maupun berapa banyak nasabah yang jadi korban, Wahyudi belum bisa memastikan. Soalnya, proses pemeriksaan masih dalam tahap awal.

Seperti diberitakan, kasus dugaan penipuan dan penggelapan menimpa sejumlah nasabah Koperasi Syariah Muamalah Primadana. Yakni, menyangkut dana talangan haji dan bunga deposito. Buntut tidak adanya kejelasan, beberapa nasabah koperasi memilih melaporkan kasus tersebut pada pihak Polres Grobogan, Selasa (19/9/2017) lalu.

Sejumlah nasabah dan pegawai Dinas Koperasi dan UMKM Grobogan sempat mendatangi kantor koperasi yang berada di Jalan Suryojenggolo, Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Grobogan tersebut, Senin (25/9/2017).

Saat tiba di lokasi, para nasabah tidak menjumpai aktivitas apapun. Kondisi kantor yang sudah lama tutup terlihat mangkrak.

Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UMKM Grobogan Pariman mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan data-data terkait kepengurusan koperasi tersebut. Saat ini pihaknya mencari keberadaan pengurus koperasi lainnya untuk mencari data. Hal itu dilakukan karena manajer koperasi diduga kabur dan tidak diketahui keberadaannya. 

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus Ajak Mahasiswa USM Kreatif

Bupati Kudus Musthofa, hadir dalam seminar nasional di Universitas Semarang (USM), Sabtu (30/9/2017). (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Kudus Musthofa, menyemangati mahasiswa dalam kegiatan seminar nasional di Universitas Semarang (USM), Sabtu (30/9/2017). Mahasiswa mengaku termotivasi dengan yang disampaikan Musthofa.

Musthofa menyemangati mahasiswa agar tidak menjadi orang yang biasa-biasa saja. Tetapi harus berani keluar dari zona nyaman untuk meraih sukses. Modalnya kreativitas dan mampu membangun jaringan.

“Siapapun yang ingin sukses, kuncinya harus melakukan sesuatu yang beda. Dan bangunlah relasi,” kata Musthofa yang mengolaborasikan ekonomi kreatif yang tetap berbudaya.

Sebagai seorang pemimpin memang sudah seharusnya memberi motivasi. Baik kepada warganya termasuk para mahasiswa agar maju dengan penuh semangat. Sehingga bisa menjadi orang hebat.

Rifqi Akhmad, mahasiswa semester III Fakultas Teknik Pertanian senang dengan mendapatkan motivasi dari Bupati Kudus. “Kami sebagai mahasiswa mendapat suntikan motivasi dari Pak Musthofa, harus berpikir liar dan jangan normatif,” kata Rifqi.

Pendapat senada juga diungkapkan oleh Dewi Purwaningsih dari FTIK. Menurutnya motivasi dari Musthofa sangat penting bagi generasi milenial. Bahwa mahasiswa harus bisa membawa pengaruh besar yang positif.

Selain Bupati Kudus Musthofa, seminar tentang budaya dikaitkan dengan ekonomi kreatif ini menghadirkan Miss Indonesia Dinda Ayu Saraswati dan Youtuber Bayu Skak. Mereka membuka lebar-lebar tentang ekonomi kreatif yang berbudaya.

Sedangkan Dinda berkreasi pada kegiatan sosial maupun bisnis. Di antaranya adalah kreativitasnya dalam memberikan edukasi bagi warga yang kurang beruntung. Termasuk pengenalan pada warisan budaya. “Saya juga berbisnis menjual topi yang saya branding,” kata Dinda.

Sedangkan Bayu menceritakan pengalamannya bisa sukses di Youtube. Kiatnya, harus memiliki kreativitas dalam mengolah bahan yang disajikan. Menurutnya, banyak potensi lokal yang belum tergarap dengan bagus. “Seperti sekolah animasi di Kudus ini potensi yang luar biasa. Ini harus ada link untuk pasarnya,” kata Bayu.

Editor : Akrom Hazami

An-Nur FC Juara LSN Region I Jateng

Pemain An-Nur FC langsung Sujud Syukur begitu mereka melesakan gol melawan Manhik FC pada Final LSN Region I Jateng. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Liga Santri Nusantara (LSN) Region I Jawa Tengah berakhir dengan kemenangan An Nur FC Blora 3-2 atas lawannya Manhik United Kendal, Sabtu (30/9/2017). 

Pertandingan final digelar di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini Jepara, berlangsung selama 70 menit. Pada babak pertama, Tim asal Blora kebobolan terlebih dahulu. 

Pemain asal Manhik United Kendal M. Adrian melesakan si kulit bundar ke gawang An-Nur di menit awal pertandingan. Skor bertahan hingga babak akhir permainan di menit ke 35.

Di babak kedua tim asal Blora justru membalikan keadaan. Tiga gol diborong oleh M. Rafli. Sementara gol kedua An-Nur diciptakan oleh M. Adrian. Pertandingan berakhir dengan skor 3-2.

Pelatih An Nur FC Suparja mengaku bersyukur atas kemenangan tim nya. Ia mengaku tim besutannya sempat tertinggal di babak pertama.

“Kami memang sempat lengah saat lawan mencipta gol pertama. Namun di babak kedua saya mencoba membangkitkan semangat anak asuh saya, dan alhamdulillah kita bisa menang,” tuturnya. 

Selanjutnya, timnya tersebut akan masuk ke laga selanjutnya bergabung dengan tim-tim yang telah menang. “Nanti dari yang telah menang pada regional I Jateng, akan diambil perwakilannya untuk menghadapi tim dari daerah lain,” ungkap Suparja. 

Editor: Supriyadi

Karang Taruna Pati Galakkan Gerakan Satu Juta UMKM Digital

Sales Manager Kioson Rudy Setiawan melakukan pemaparan di depan anggota Karang Taruna Pati di Pasar Pragola, Sabtu (30/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Karang Taruna Kabupaten Pati bekerja sama dengan PT Kioson Komersial Indonesia Tbk menggalakkan gerakan satu juta UMKM digital. Kerja sama itu mulai dilakukan pada Sabtu (30/9/2017).

Kioson merupakan perusahaan di bidang teknologi aplikasi penyedia layanan pembayaran BPJS, listrik, PDAM, telepon, pulsa, bahkan jasa peminjaman uang.

Dengan kerja sama tersebut, anggota Karang Taruna Kabupaten Pati memiliki kesempatan untuk membuka agen Kioson di daerahnya. Mereka diharapkan bisa mengoptimalkan peran Karang Taruna di bidang bisnis dan enterpreneurship.

“Kerja sama ini menjadi upaya terobosan baru untuk mengaktifkan pemuda dari aspek bisnis, sekaligus memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pati,” ujar Sekretaris Umum Karang Taruna Pati Zainul Arifin.

Ke depan, produk-produk UMKM di Pati bisa dimasukkan ke dalam aplikasi, sehingga bisa membantu pemasaran produk UMKM. Dia berharap, kerja sama itu bisa dimanfaatkan untuk menciptakan kemandirian pemuda Karang Taruna.

Sementara itu, National Sales Manager Kioson Rudy Setiawan menjelaskan, Karang Taruna Pati punya potensi yang besar untuk menciptakan peluang usaha. Karena itu, dia tidak segan untuk bekerja sama dengan karang taruna.

“Ini baru pertama kali dan satu-satunya di Indonesia, Kioson bekerja sama dengan karang taruna. Sebab, Kioson selama ini bekerja sama dengan Pemda dan perorangan,” ucap Rudy.

Menurut dia, kerja sama itu akan meningkatkan nilai dan fungsi karang taruna untuk menghadapi era globalisasi. Pasalnya, karang taruna selama ini belum memaksimalkan perannya di bidang kewirausahaan dan bisnis.

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan Perintahkan Monitoring Proyek Ditingkatkan

Saat sidak, Bupati Grobogan Sri Sumarni sempat menyalami seorang bocah dari Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo yang akan berangkat sekolah dengan diantar ibunya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk meningkatkan intensitas monitoring ke lokasi proyek.

Khususnya, proyek yang bersentuhan dengan masyarakat, seperti perbaikan jalan dan jembatan. Hal itu perlu dilakukan untuk melihat perkembangan dilapangan dan memastikan pekerjaan sudah dilakukan sesuai ketentuan.

“Tahun anggaran 2017 tinggal menyisakan waktu tiga bulan lagi. Untuk itu monitoring harus lebih ditingkatkan frekuensinya. Saya tidak ingin kebiasaan menunda pekerjaan hingga menumpuk pada akhir tahun jangan sampai terjadi lagi. Program kerja yang sudah direncanakan agar segera dilaksanakan tepat waktu,” cetusnya, saat sidak proyek perbaikan jalan, Sabtu (30/9/2017).

Sidak proyek perbaikan jalan dilangsungkan seharian dan ada beberapa titik yang dipantau. Antara lain di wilayah Kecamatan Tawangharjo, Kradenan, Pulokulon, dan Toroh. Kepala DPUPR Grobogan Subiyono dan Kabag Humas Ayong Muchtarom ikut mendampingi Sri Sumarni saat melangsungkan sidak.

Menurutnya, semua pekerjaan yang bersentuhan dengan masyarakat luas harus mendapat prioritas. Misalnya, sarana jalan dan jembatan karena hasilnya sudah sangat dinantikan masyarakat luas. Ia juga meminta rekanan yang memenangkan lelang proyek perbaikan jalan untuk bekerja secara profesional dan mematuhi semua komitmen yang tertuang dalam kontrak.

“Tahun ini, dana Rp 420 miliar kita kucurkan khusus untuk perbaikan jalan. Kepala DPUPR harus memastikan anak buahnya melakukan monitoring dengan baik. Kalau ada rekanan yang tidak mengerjakan proyek sesuai ketentuan segera diberi sanksi sesuai aturan. Dalam pengawasan proyek, kita juga melibatkan aparat penegak hukum melalui tim TP4D,” tegasnya.

Sejumlah warga yang kebetulan berpapasan dengan Sri Sumarni sempat melontarkan ungkapan terima kasih atas datangnya proyek perbaikan jalan. “Sekarang jalannya sudah mulus. Saya kalau ngantar anak berangkat sekolah jadi mudah,” ungkap salah seorang warga Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, saat bertemu bupati ketika akan mengantar anaknya sekolah dengan sepeda roda tiga. 

Editor: Supriyadi

E-Tilang Pelanggar Lalu Lintas di Rumah Langgar KUHAP

Polisi melakukan pencatatan bukti pelanggaran lalu lintas. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Praktisi hukum Th.Yosep Parera menilai tindakan kepolisian mendatangi rumah pelanggar lalu lintas yang terekam CCTV untuk memberikan bukti pelanggaran (tilang) berisiko melanggar Pasal 167 KUHP.

“Penindakan polisi terhadap pelanggar lalu lintas harus berlandaskan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana,” kata Yosep di Semarang, Sabtu (30/9/2017) dilansir dari Antarajateng.com.

Petugas yang datang ke rumah warga terduga pelanggar lalu lintas yang terekam CCTV untuk harus disertai surat tugas.

Baca : Siap-siaplah Ditamuni Polisi Kayak Gini Jika Terekam CCTV Langgar Lalin di Semarang

Menurut dia, masyarakat yang didatangi oleh petugas bisa menanyakan surat tugas atas tujuan mereka datang untuk melakukan penindakan. Jika tanpa disertai surat tugas, lanjut dia, petugas terancam melanggar Pasal 167 KUHP tentang memasuki pekarangan orang lain yang merupakan ruang privat tanpa izin.

“Warga bisa menolak, bahkan bisa sampai mengajukan gugatan perdata karena merasa dirugikan,” kata Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Semarang ini.

Sesuai dengan prosedur KUHAP, lanjut dia, seorang saksi yang terkait dalam suatu tindak pidana harus dipanggil secara patut. Oleh karena itu, menurut dia, polisi yang akan mengenakan tilang terhadap pelanggar lalu lintas yang terekam CCTV bisa melayangkan surat panggilan terhadap yang bersangkutan.

Selain itu, kata dia, masih terdapat beberapa kendala berkaitan dengan penerapan tilang berbasis rekaman CCTV ini.

Ia menjelaskan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan belum mengakomodasi penggunaan rekaman CCTV sebagai alat bukti. Karena belum diatur dalam Undang-undang, lanjut dia, maka aturan ini seharusnya tidak diterapkan.

“Kalau mau ya undang-undangnya harus direvisi lebih dulu,” tambahnya.

Sebelumnya, Polrestabes Semarang mendatangi rumah sejumlah pelanggar lalu lintas yang tertangkap basah melanggar dan terekam CCTV. Petugas bermaksud menyerahkan bukti pelanggaran terhadap pengendara yang dimaksud.

Editor :Akrom Hazami

 

Ini Identitas Korban Tewas Viar VS Trailer di Terban Kudus

Korban tergeletak di tengah jalan dalam kecelakaan antara truk trailer dengan motor roda tiga Viar di Terban, Kudus, Sabtu (30/9/2017). (Group FB KAAP)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut antara motor roda tiga bermerk Viar bernopol K-5137-WQ dengan truk trailer bernopol B- 9327-UIN yang terjadi di jalan pantura Kudus, tepatnya di sebelah barat pabrik PT Pura di Terban, Kudus, Sabtu (30/9/2017) pagi menewaskan satu orang.

Ia adalah Sugiyono, warga Desa Blimbing Rejo RT 06 RW 02, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Pria berusia 30 tahun itu merupakan pengendara motor roda tiga bermerek Viar.

Baca Juga: BREAKING NEWS : Viar Angkut Cendol Ditabrak Trailer di Terban Kudus, 1 Tewas

Kanit Laka porles Kudus AKP Ngatmin mengatakan, Sugiyono tewas saat dibawa ke RS Mardi Rahayu saat kecelakaan terjadi. Ia mengalami luka parah di sekujur tubuh dan kehilangan banyak darah.

”Sementara korbannya baru satu itu. Yang satu masih menjalani perawatan di RS Mardi Rahayu,” katanya.

Baca Juga: Ternyata Begini Kronologi Kecelakaan Viar VS Trailer di Terban Kudus

Untuk kronologi, lanjutnya, kecelakaan terjadi saat korban bersama istrinya Hariyanti melaju dari barat (Kudus) dengan kecepatan sedang. Di saat bersamaan, truk trailer bermerek Hino yang mengangkut mobil juga melaju dari arah berlawanan (Pati).

Saat itu, truk trailler tersebut berusaha mendahului mobil kendaraan di depannya. Namun, karena tak sampai dan dari arah berlawanan terdapat kendaraan roda tiga terjadilah kecelakaan.

”Karena tak kuat nyalip, kecelakaan tak bisa dihindarkan dan membuat salah satu pengendara Viar meninggal dunia,” ungkapnya.

Ia menegaskan, setelah mendapat kabar kecelakaan tersebut, petugas langsung mebawa kedua korban suami istri ke Rumah Sakit Mardi Rahayu. Sayangnya, nyawa suami tak tertolong hingga akhirnya meninggal dunia dengan sejumlah luka seperti pada Kepala Hematum, Kaki kanan kiri Fraktur.

Sementara, lanjut dia, untuk istrinya juga mengalami luka cukup serius. Seperti Dahi, paha kanan dan jari kelinking kanan robek. Dengan luka tersebut, maka harus opname di RS Mardi Rahayu Kudus.

Saat ini, pengendara truk, Muhaji (25) warga Desa Karanganyar RT  13 RW 5 Kecamatan Pusakajaya, Subang, sedang diperiksa petugas kepolisian. Atas hal tersebut, dibebankan Rumat: Rp 7.000.000.

Editor: Supriyadi

Nyi Lempog, Sosok yang Mengenalkan Semur Kutuk pada 1960

Sri Murni tengah menyajikan semur kutuk kepada pelanggan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Nyi Lempog disebut-sebut sebagai sosok yang pertama kali mengenalkan kuliner semur kutuk pada sekitar 1960.

Saat itu, ikan gabus yang dikenal warga setempat dengan sebutan “iwak kutuk” tersebut masih sebatas diolah dengan menu biasa.

Namun, Nyi Lempog punya inisiatif untuk memasaknya dengan cara semur. Setelah dijual, semur kutuk itu ternyata memiliki banyak peminat.

Baca Juga: Berburu Semur Kutuk Legendaris di Kawasan Terminal Kayen Pati

Saat ini, warung yang didirikan Nyi Lempog di kawasan Terminal Kayen dilanjutkan oleh menantunya, Sri Murni.

“Warung ini juga dikenal dengan Pak Wandi. Beliau adalah putra Nyi Lempog, suami saya. Setelah Nyi Lempog wafat, usahanya kami lanjutkan,” ujar Sri Murni.

Krisno, salah satu penikmat kuliner mengatakan, ada daya tarik tersendiri saat menyantap sajian lontong semur kutuk di sana. Salah satunya, nuansa klasik pada warung masih kental seperti tempo dulu.

Warung seluas 5×3 meter itu masih berdinding papan dan berlantaikan tanah. Karena itu, saat dia ingin menikmati suasana tempo dulu pasti datang ke warung tersebut.

Dimulai dari Nyi Lempog, sekarang sudah ada sekitar 15 warung semur kutuk yang tersebar di sejumlah tempat di Kecamatan Kayen. Bahkan, semur kutuk ditetapkan sebagai salah satu makanan khas Pati.

Editor: Supriyadi

Sukun Ivojo Putra Peringkat Empat Indonesia Open Voli Pantai Sirkuit II 2017

MuriaNewsCom, Kudus – Tim voli pantai Sukun Ivojo putra harus puas menjadi peringkat empat dalam Indonesia Open Voli Pantai Sirkuit II 2017. Tingkat empat tersebut, lantaran kekalahan Sukun Ivojo saat bertanding semifinal maupun perebutan peringkat tiga .

Pelatih Sukun Ivojo Ahmadi Sukandar, menyebutkan, posisi keempat merupakan posisi yang cukup apik dalam pertandingan. Karena, selain lawan yang dihadapi merupakan pemain nasional. Selain itu, dari awal juga, keinginan dari pelatih menargetkan peringkat empat

“Artinya sudah sesuai dengan targetnya, yang mematok peringkat empat. Jadi tidak terlalu kecewa,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, beberapa tim yang menjadi lawan, diperkuat pemain nasional. Seperti lawan dalam pertandingan semifinal maupun pertandingan perebutan peringkat tiga, yang juga pemain nasional.

Disebutkan, Sukun Ivojo Putra bertanding dua kali selama sehari ini. Pertama, adalah pertandingan perebutan tiket final di semifinal. Saat itu, Sukun Ivojo melawan Bulukumba 1,  dengan kekalahan skor 2-0.

Saat pertandingan tersebut, kata dia, pemain sangatlah tertarik maju final. Bahkan untuk mendapatkan poin cukup kuwalahan oleh kedua tim, meski kekalahan diraih Sukun Ivojo Putra. Dalam laga tersebut, para pemain lawan merupakan pemain nasional.

Pertandingan berikutnya, dalam perebutan peringkat tiga, Sukun Ivojo Putra dihadang oleh tim Tuban Bumiwali. Sama halnya saat perbuatan tiket final, Sukun Ivojo Putra kalah dengan skor 2-0.

“Pemain sudah kuwalahan dulu melawannya. Karena tenaga sudah terkuras melawan Bulukumba 1 dalam pertandingan sebelumnya,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Diskominfo Jepara Keluhkan Bandwidth Internet di Kota Ukir

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Bandwidth atau kecepatan transfer data jaringan internet di Jepara masih rendah, hanya 50 Megabyte per Second (Mbps). Kondisi ini memrihatinkan jika dibandingkan dengan daerah lain yang telah mencapai ratusan Mbps. Hal ini sedikit banyak berpengaruh pada konsumsi informasi yang masuk kepada warganya. 

Aris Setiawan Kabid Informatika Dinas komunikasi dan informatika (Diskominfo) Jepara mengatakan, dengan kondisi ini sering kali akses internet warga pada tempat-tempat umum seringkali menjadi lemot. Padahal di era keterbukaan informasi diperlukan kecepatan akan akses jaringan internet. 

Bandwidth kita baru 50 Mbps, bayangkan saja ketika itu sebuah kue. Satu kue direbut orang 10 dengan lima orang tentu berbeda bagiannya,” kata dia, Sabtu (30/9/2017). 

Ia mengatakan, kenaikan kecepatan transfer data jaringan internet di Jepara sangatlah penting. Hal itu karena beberapa layanan dari pemerintah kabupaten telah memanfaatkan jaringan internet. Seperti aplikasi SINGMANTAP, Perpanjangan IMTA dan beberapa layanan lain. 

Aris menjelaskan, pihaknya tiap tahun selalu berusaha meningkatkan kapasitas Bandwidth di Jepara. Untuk tahun ini dianggarkan Rp 725 juta untuk langganan bandwidht. 

“Sementara tahun 2018 dianggarkan Rp 885 juta dan 2019 Rp 975 juta untuk sewa bandwidht. Kita targetkan minimal kecepatan transfer data adalah 200 Mbps. Namun untuk itu setidaknya dibutuhkan angaran sebesar Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar,” ungkap Aris. 

Dirinya yakin seiring peningkatan kebutuhan dari pemkab Jepara, Bandwidth di kabupaten ini akan semakin diperbesar. Hal itu nantinya bermuara pada kecepatan akses layanan umum. 

Namun demikian, tidak berarti infrastruktur jaringan internet di Jepara sama sekali tak diperhatikan. Aris menyebut di 16 Kecamatan telah terdapat akses wifi gratis yang diperuntukan bagi masyarakat. Selain itu layanan internet di desa-desa akan diberdayakan melalui Dana Desa.

Editor: Supriyadi

Ribuan Pelajar di Grobogan Nobar Film G30S/PKI di GOR Simpanglima Purwodadi

Ribuan pelajar memenuhi GOR Simpanglima Purwodadi untuk nobar film pengkhianatan G30S/PKI, Sabtu (30/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ribuan pelajar memenuhi GOR Simpanglima Purwodadi, Sabtu (30/9/2017). Kedatangan pelajar di tempat itu bukan dalam rangka mendukung pertandingan olahraga seperti biasanya.

Mereka hadir di GOR dalam rangka nonton bareng (nobar) pemutaran film pengkhianatan G30S/PKI. Pemutaran film merupakan kerja bareng antara Kodim 0717 Purwodadi dengan Forum Komunikasi Muslim Grobogan (FKMG).

Acara nobar juga dihadiri perwakilan FKPD Grobogan serta sejumlah pejabat Pemkab Grobogan. Tampak pula, pimpinan BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Meski suasana GOR cukup panas karena penuh orang, namun para pelajar terlihat menikmati pemutaran film yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya. Saat pemutaran film, sejumlah pelajar terlihat cukup tegang menyimak adegan yang terlihat.

“Film G30S/PKI ini sudah sering saya dengar dari orang tua. Tapi baru sekarang ini bisa nonton filmnya,” kata Ariyanto, salah seorang pelajar.

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning mengungkapkan, pihaknya sudah melaksanakan pemutaran film tersebut sejak tanggal 20 September lalu. Puncak pemutaran film dilangsungkan di GOR Purwodadi.

“Pemutaran film paling ramai memang hari ini. Ada ribuan orang yang nonton. Perkiraaan saya, penonton di GOR lebih 4 ribu,” katanya.

Menurutnya, total pemutaran film yang dilakukan ada 102 titik yang tersebar di 19 kecamatan atau wilayah koramil. Dalam pemutaran film itu totalnya ada sekitar 40 ribu penonton.

“Pemutaran film ini dilakukan agar masyarakat khususnya generasi muda mengerti sejarah atau peristiwa yang terjadi di negeri ini. Salah satunya, sejarah kelam tentang pengkhianatan G30S/PKI,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Peserta Sukun Spesial Sabawana XC Challenge Melebihi Target

Tim Sukun Special Bicycle Community saat melakukan sobo alas belum lama ini. (SSBC)

MuriaNewsCom, Kudus – Jumlah peserta Sukun Special Sabawana XC Challenge yang akan digelar Minggu (8/10/2017) mendatang, melebihi target. Dari target 250 peserta, panitia kini sudah mengantongi 260 orang.

P Herman, Panitia kegiatan menyebutkan, hingga batas akhir pendaftaran, ada 260 orang yang mendaftar. Meski sejak awal target peserta hanya 250 orang saja, pihak panitia masih membuka kelonggaran.

”Setelah melakukan berbagai pertimbangan, 10 orang yang mendaftar masih kami diterima,” katanya kepada MuriaNewsCom saat dihubungi.

Menurut dia, batas akhir pendaftaran sudah ditutup jauh hari 20 September lalu. Sedangkan even tersebut, baru diselenggarakan pada 8 Oktober 2017 mendatang. 

Dengan target jatah awal kapasitas  semula dipas 250. Maka panitia awalnya juga menyiapkan 250 fasilitas seperti minum dan makan. Dengan penambahan peserta, panitia juga menambah persiapan. Sehingga, ke 10 peserta lainnya juga mendapat hak yang sama.

“Dengan adanya jumlah peserta yang melebihi target, berarti kegiatan semacam ini sangat diminati. Apalagi, kegiatan ini baru kali pertama diselenggarakan di Kudus,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Berburu Semur Kutuk Legendaris di Kawasan Terminal Kayen Pati

Sri Murni sedang menyajikan semur kutuk kepada pelanggan di warungnya di Terminal Kayen Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Malam itu suasana di kawasan Terminal Kayen begitu lengang. Hanya ada beberapa orang yang nampak bercakap-cakap sembari menyulut kretek.

Di sudut terminal pinggir jalan, dua orang sedang menyantap kuliner Semur Kutuk di sebuah warung tua berdinding papan dan berlantaikan tanah. Keduanya terlihat lahap menikmati seporsi lontong plus kepala ikan gabus sebesar satu kepalan tangan orang dewasa.

Ikan gabus itu yang disebut ikan kutuk. Ikan tawar yang biasa dijumpai di rawa-rawa dan sungai itu dimasak “semur” dan disajikan secara terpisah dengan lontong.

Ada dua jenis kuah semur yang ditawarkan, yakni rasa pedas dan sedang. Namun, semur kutuk cenderung memiliki cita rasa yang pedas.

Baca Juga: Maknyus!! Kuliner Khas Tambak di Jalan Juwana-Tayu Pati Ini Bikin Nagih

Penikmat kuliner juga bisa memilih nasi atau lontong. Cita rasa semur kutuk semakin lengkap dengan makanan pelengkap yang disuguhkan, seperti bakwan atau pia-pia dan kerupuk.

Penjual semur kutuk, Sri Murni (54) mengatakan, satu porsi semur kutuk dijual dengan harga dari Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu. Mahal tidaknya seporsi semur kutuk ditentukan besar-kecilnya ukuran ikan kutuk.

Bahkan, harga ikan gabus di pasaran juga mempengaruhi harga semur kutuk. Bila stok ikan gabus di pasar langka dan mahal, maka harga semur kutuk juga naik.

“Harganya sesuai dengan harga ikan di pasar, juga besar-kecilnya ukuran ikan. Harga semur kutuk paling mahal biasanya bagian kepala dan ini yang paling digemari penikmat kuliner,” kata Murni.

Dia menambahkan, pengunjung yang datang bukan hanya dari warga Kecamatan Kayen, tetapi juga warga Pati dan sekitarnya seperti Kudus dan Rembang. Buka dari jam 12.00 hingga pukul 21.00 WIB, puluhan porsi semur kutuk yang disajikan ludes dibeli pengunjung.

Editor: Supriyadi

Longsor Hambat Akses ke Dieng dari Pagentan Banjarnegara

Warga melihat jalan yang longsor di salah satu titik di Kabupaten Banjarnegara. (Facebook)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Hujan deras yang turun di wilayah Banjarnegara, kemarin, berakibat pada bencana longsor yang terjadi. Yaitu di jalan menuju Dieng lewat Banjarnegara. Tepatnya di Kecamatan Pagentan.   

Akses dari kecamatan tersebut ke Dieng merupakan jalan yang paling dekat jika hendak ke Dieng. Permukaan jalan tersebut sempat tertutup material longsor. Saat itu sempat membuat warga terhambat untuk bisa memanfaatkan akses.

Kini, material longsor telah dibersihkan. Sehingga pengguna jalan bisa menggunakan jalan kembali. Meski demikian, permukaan jalan masih licin, terutama jika hujan kembali turun.

Kepala BPBD Banjarnegara Arief Rahman mengatakan bencana tanah longsor terjadi pada Jumat (29/9/2017) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Tepatnya terjadi di Desa Clapar, Kecamatan Madukara. “Titik itu merupakan jalan utama Banjarnegara-Kecamatan Pagentan, atau jalan alternatif dari Banjarnegara menuju Dieng,” kata Arief dikutip dari detik.com.

Begitu terjadi longsor, warga bersama anggota polisi langsung membersihkan material. Saat ini sudah bisa dilalui.

Ia mengimbau agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut. Mengingat material longsor berupa tanah yang masih menempel di aspal membuat jalan menjadi licin. “Saat ini wilayah sekitar Pagentan sudah turun hujan. Warga untuk lebih waspada,” katanya.

Dia mengatakan hujan deras yang terjadi hingga sore hari juga menyebabkan pondasi rumah Sugito warga Desa Sokaraja, Kecamatan Pagentan, longsor. Longsornya fondasi setinggi 3 meter dengan lebar 6 meter ini membuat rumah bagian belakang milik Sugito rusak dan lantai ratak-retak.

Selain itu kata Arief, dua rumah warga yang berada di bawahnya terancam terkena material longsor. Untuk sementara material longsor ditutup dengan terpal agar tidak membahayakan rumah yang ada di bawahnya.

“Tidak ada korban jiwa. Besok direncanakan membongkar rumah Sugito agar tidak membahayakan dua rumah yang ada di bawahnya,” pungkasnya.

Data BPBD, tanah longsor terjadi di Desa Clapar, Kecamatan Madukara, dan Desa Sokaraja, Kecamatan Pagentan. Tanah longsor di Desa Clapar terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan sempat menutup ruas jalan penghubung Madukara dan Pagentan.

Warga setempat bersama anggota Polri dan Tim Reaksi Cepat BPBD Banjarnegara telah bekerja bakti untuk menyingkirkan material longsoran yang menutup ruas jalan tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Tuangkan Motif Ukir Kayu ke Batik, Warga Pengkol Ini Sukses Kenalkan Batik Jepara Hingga Korea

Salah satu karyawan Erlisa Sulasmi membatik bersama karyawan lainnya, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten berjuluk Bumi Kartini sejak lama kondang akan kerajinan ukir kayu. Namun siapa sangka, motif lung-lungan khas Jepara bisa juga disapukan pada helai kain menjadi batik. 

Hal itulah yang dilakukan Erlisa Sulasmi, perempuan warga Kelurahan Pengkol RT 3/RW 3, Kecamatan Jepara itu sejak enam tahun silam. 

“Dulu pernah punya usaha ukir kayu, namun tak berkembang dan tutup. Akhirnya pada tahun 2011, saya berkreasi membatik dengan motif ukiran kayu. Pertamanya saya belajar mbatik dari orang Cirebon,” katanya, Sabtu (30/9/2017). 

Saat itu menurutnya, ia kebingungan mencari usaha yang pas untuk dikembangkan. Namun saat itu ia jeli melihat peluang, ketika bermunculan batik-batik khas daerah. Dari situ timbul keinginan untuk mereproduksi motif ukir kayu pada kain. 

Awal mula usahanya, ia merasa kesulitan mengenalkan corak kain tersebut. Lantaran, setiap kali menjajakan batiknya, kain itu dianggap sebagai taplak meja, bukan bahan pakaian. Namun hal itu berubah sejak Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengeluarkan kebijakan untuk mengenakan seragam khas Jepara. 

“Saat itu saya yang paling siap, kemudian usaha saya mulai berderak maju,” ucapnya. 

Kini ia dibantu dengan belasan karyawan. Sebagian besar adalah perempuan. Mereka tidak hanya membatik di workshopnya, namun sebagian dibawa pulang untuk dikerjakan di rumah masing-masing.  

Dalam satu minggu, setidaknya ada sekitar 100 batik yang bisa diproduksi. Selain batik kreasi manual, adapula batik cap dengan berbagai motif, satu diantaranya adalah corak mantingan. 

“Untuk harga mulai Rp 80 ribu yang cap, dan Rp 200 ribu hingga jutaan untuk yang tulis. Kreasi ini sudah sampai di Jakarta, bahkan kemarin ada orang Korea yang minta dibuatkan batik dengan motif yang spesial,” ungkap Erlisa. 

Kini di tengah pesatnya bisnis, ia mengaku kesulitan mencari tenaga pembatik. Hal itu karena invasi pabrik yang menyedot tenaga pembatik terutama anak muda. 

Editor: Supriyadi

Pemkab Banjarnegara Pusing Tangani Kemiskinan

Kemiskinan (Foto Ilustrasi)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Kemiskinan memang menjadi momok yang kerap bikin pusing pemerintah. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

Dilansir dari Antarajateng.com, mereka terus mengoptimalkan program penanggulangan kemiskinan di wilayah tersebut. “Program penanggulangan kemiskinan terus dilakukan,” kata Budhi Sarwono, Bupati Banjarnegara.

Bupati mengakui, ada beberapa kendala yang ditemui di lapangan terkait dengan program tersebut. Kendala dimaksud, kata Bupati, antara lain terkait dengan data kemiskinan dan juga permasalahan anggaran.”Upaya itu akan terus kami lakukan, memang tidak mudah namun itu tantangan kami untuk menyelesaikan permasalahan kemiskinan di Banjarnegara,” katanya.

Untuk itu, Bupati mengajak semua pihak terkait untuk ikut berperan aktif dalam menuntaskan masalah kemiskinan di Banjarnegara. “Karena masalah kemiskinan harus dilakukan secara bersama-sama. Penanganan kemiskinan juga perlu melibatkan pihak ketiga, perusahaan, serta instansi lainnya,” katanya.

Bupati menambahkan, salah satu program prioritas adalah penanganan rumah tidak layak huni. “Saya akan sering terjun ke lapangan, selain fokus utama kepada infrastruktur jalan, saya juga akan melihat langsung kondisi masyarakat miskin, dan akan kami awali dengan penanganan rumah tidak layak huni terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Banjarnegara, Mulyanto, menambahkan berdasarkan data tahun 2015 terdapat 52.921 unit rumah tidak layak huni (RTLH).

“Namun, jumlahnya terus menurun, seiring dengan banyaknya pihak yang terlibat dalam program RTLH,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Saber Pungli Bakal Bekuk Pelaku Money Politics di Pilgub Jateng

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) tak hanya memburu pelaku praktik pungli saja. Pada musim pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 dan 2019  mendatang, satgas juga akan memburu para pelaku politik uang.

Pada tahun 2018 mendatang akan digelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jateng serta pilkada di empat daerah. Yakni Kabupaten Banyumas, Temanggung, Kudus, dan Karanganyar.

Sementara, pada 2019 ada tiga kabupaten kota yang menyelenggarakan pilkada, yaitu Kabupaten Tegal, Kabupaten Magelang, serta Kota Tegal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sri Puryono mengatakan, praktik politik uang sangat sering ditemui dalam pelaksanaan pilkada. Praktik itu rawan dilakukan pada saat pencalonan, masa kampanye, hingga pemungutan dan rekapitulasi perolehan suara berlangsung.

Oleh karenanya, Satgas Saber Pungli akan dikerahkan. Apabila tertangkap, baik si pemberi maupun penerima, bakal mendapatkan sanksi.

“Yang memberi maupun menerima, sama-sama kena sanksi. Akan terbit aturan seperti itu. Kalau dulu kan yang menerima tidak diproses (hukum),”  katanya.

Sri Puryono meminta agar difungsikannya Satgas Saber Pungli menjadi perhatian bagi para calon maupun masyarakat yang akan memberikan hak suaranya.

Baca : Datang ke Menara Kudus, Gubernur Ganjar Tak Takut Lengser

Upaya untuk mengurangi politik uang yang selama ini terjadi, menurutnya sangat penting karena menjadi salah satu faktor penentu masa depan daerah. Baik dari sisi pembangunan fisik, maupun dari tata kelola pemerintahannya yang bersih dan berwibawa.

Sri Puryono juga mengingatkan agar netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam pilkada betul-betul dijaga. Dia tidak ingin peristiwa tertangkapnya beberapa ASN karena terlibat dalam pilkada 2015 terulang.

“Tahun 2015 saat pilkada di beberapa kabupaten, ada ASN yang ketangkap. Diproses hukum, kena pidana. Walaupun hanya 1,5 atau dua tahun, kan kasihan, ” tuturnya.

Ia menegaskan, ASN tidak boleh memberikan dukungan kepada pasangan calon. Baik poasangan calon indepen dengan memberikan fotocpy KTP untuk mendaftar di KPU, maupun ikut dalam kampanye.

ASN juga dilarang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye. Ataupun membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

Editor : Ali Muntoha

Baca : BREAKING NEWS : Viar Angkut Cendol Ditabrak Trailer di Terban Kudus, 1 Tewas

Datang ke Menara Kudus, Gubernur Ganjar Tak Takut Lengser

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mendatangi acara Buka Luwur Makam Sunan Kudus, Sabtu (30/9/2017) pagi tadi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kedatangan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ke Menara Kudus saat Buka Luwur Sunan Kudus, Sabtu (30/9/2017) membuat masyarakat bertanya-tanya akan kelangsungan jabatannya. Pasalnya, mitos yang berkembang di masyarakat Kudus, pejabat yang datang ke Menara Kudus akan lengser.

Menyikapi hal itu, Ganjar menjawab dengan entengnya. Dia mengungkapkan kedatangannya dalam acara buka luwur adalah untuk berdoa. Sehingga tak khawatir akan hal tersebut.

“Lha sampeyan percaya? Percaya? Wong dongo (berdoa) kok yo,” Jawabnya singkat kepada MuriaNewsCom.

Baca Juga: Gubernur Ganjar Ikuti Buka Luwur Sunan Kudus

Mitos di masyarakat, bagi pejabat yang datang ke Menara Kudus tak lama setelahnya akan lengser. Bahkan cerita tersebut sudah ada semenjak zaman Aryo Penangsang dulu.

Ganjar Pranowo datang bukan melalui pintu utama Kawasan Menara Kudus. Melainkan lewat jalan samping, yang berada di sebelah timur Tajug Menara Kudus.

Baca Juga: Kurang dari 5 Jam, 32 Ribu Nasi Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus Ludes Diserbu Warga

Disinggung soal kedatangan, Ganjar menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat Kudus, khususnya pengelola yang telah merawat Makam Sunan Kudus dengan baik. Karena itu merupakan peninggalan yang memiliki relasi spiritual.

“Ini mengingatkan kita kepada sesepuh atau pendahulu, serta mengingatkan kepada yang maha kuasa Gusti Allah,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Peringati HUT ke-70, Sukun Bakal Gelar Jalan Sehat

Puluhan satpam PR Sukun saat berlatih baris berbaris. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Sukun Grup bakal menggelar jalan sehat yang akan diikuti seluruh karyawan, Jumat (6/10/2017). Even tersebut digelar dalam rangka peringatan HUT ke-70 Sukun Group.

Berdasarkan data yang diterima MuriaNewsCom, jalan sehat tersebut akan dimulai pukul 05.30 WIB. Sementara rute yang ditempuh sekitar lima kilometer dengan start di lapangan sepak bola sukun kemudian berkeliling di kawasan kompleks PR Sukun dan finish kembali di lapangan sepak bola.

”Untuk panjang rute memang lima kilometer. Panjang rute itu berada di kawasan PR Sukun. Tujuannya untuk menambah kebersamaan,” kata Erlin, salah satu panitia lapangan HUT ke-70 Sukun Group.

Ia menjelaskan, jalan sehat kali ini terasa begitu istimewa dibandingkan even-even sebelumnya. Ini lantaran pihak panitia menyediakan banyak hadiah. Beberapa di antaranya sepeda motor, perlengkapan rumah tangga, hingga sepeda.

”Karena itu, semua karyawan Sukun Group diminta untuk mengikuti jalan sehat. Sejauh ini semua persiapan sudah kami lakukan. Tinggal menunggu hari H,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

Kurang dari 5 Jam, 32 Ribu Nasi Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus Ludes Diserbu Warga

Seorang banser ikut memantau kelangsungan pembagian nasi jangkrik buka luwur Sunan Kudus, Sabtu (30/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 32 ribu Nasi Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus ludes diserbu warga, Sabtu (30/9/2017). Bahkan, tak sampai lima jam, Nasi Jangkrik yang diyakini bisa membawa berkah itu ludes tanpa sisa.

Dari pantauan di lapangan, pembagian nasi jangkrik dilakukan pukul 05.00. Hanya sebelum pukul 10.00 WIB, nasi jangkrik tersebut sudah habis.

Em Nadjib Hassan, Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) mengatakan, pembagian nasi jangkrik biasa disebut dengan pembagian berkat memang selalu ludes. Padahal ada dua jenis wadah yang digunakan, yakni berbentuk keranjang dan daun jati.

”Untuk nasi jangkrik dengan wadah keranjang jumlahnya ada 2,278. Sedang untuk yang daun jati sebanyak 30.464 bungkus,” katanya.

Baca Juga: Gubernur Ganjar Ikuti Buka Luwur Sunan Kudus

Penggunaan wadah tersebut, katanya, sudah turun temurun. Karena itu hingga saat ini tidak ada perubahan menggunakan wadah modern.

”Kami mencoba untuk menguri-uri barang tradisional. Selain bahan-bahannya alami, wadah tersebut juga lebih steril,” ujarnya.

Sementara, bahan-bahan yang digunakan, mulai dari sembako, daging, ataupun wadah berasal dari sumbangan dan shodaqoh masyarakat. Termasuk tenaga memasak.

”Tahun ini ada 12 ekor kerbau, 82 ekor kambing dan 11,5 ton beras yang berasal dari warga. Sedangkan untuk orang yang rewang jumlahnya ada 1.041 orang,” sebutnya.

Najib menyebutkan, untuk sumbangan-sumbangan tersebut tak hanya berasal dari kaum muslim saja. Namun dari kalangan non muslim juga ada yang menyumbang dalam acara buka Luwur Sunan Kudus, baik secara pribadi maupun juga perusahaan.

Hanya, dalam pelaksanaan panitia tak pernah meminta sumbangan atau juga membuat proposal ke perusahaan. Semua sumbangan dan shodaqoh masyarakat berasal dari kesadaran dan suka rela masing-masing.

”Jadi kami tak pernah membuat proposal. Masyarakat dengan sendirinya memberikan shodaqoh,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Ternyata Begini Kronologi Kecelakaan Viar VS Trailer di Terban Kudus

Korban tergeletak di tengah jalan dalam kecelakaan antara truk trailer dengan motor roda tiga Viar di Terban, Kudus, Sabtu (30/9/2017). (Group FB KAAP)

MuriaNewsCom, Kudus – Kronologi kecelakaan maut antara motor roda tiga bermerk Viar bernopol K-5137-WQ dengan truk trailer B- 9327-UIN yang terjadi di jalan pantura Kudus, tepatnya di sebelah barat pabrik PT Pura di Terban, Kudus, Sabtu (30/9/2017) pagi terungkap.

Kanit Laka Porles Kudus AKP Ngatmin mengatakan, kecelakaan terjadi saat pengendara viar Sugiyono, warga Desa Blimbing Rejo RT 06 RW 02, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara bersama istrinya Hariyanti melaju dari barat (Kudus) dengan kecepatan sedang.

Baca Juga: BREAKING NEWS : Viar Angkut Cendol Ditabrak Trailer di Terban Kudus, 1 Tewas

Di saat bersamaan, truk trailer bermerek Hino yang mengangkut mobil juga melaju dari arah berlawanan (Pati) berusaha mendahului mobil kendaraan di depannya. Namun, karena tak sampai dan dari arah berlawanan terdapat kendaraan roda tiga terjadilah kecelakaan.

”Karena tak kuat nyalip, kecelakaan tak bisa dihindarkan hingga membuat salah satu pengendara Viar meninggal dunia,” ungkapnya.

Ia menegaskan, setelah mendapat kabar kecelakaan tersebut, petugas langsung ke tempat kejadian. Mereka kemudian membawa kedua korban suami istri ke Rumah Sakit Mardi Rahayu.

Sayangnya, nyawa suami tak tertolong hingga akhirnya meninggal dunia dengan sejumlah luka seperti pada Kepala Hematum, Kaki kanan kiri Fraktur.

Sementara, lanjut dia, untuk istrinya juga mengalami luka cukup serius. Seperti Dahi, paha kanan dan jari kelinking kanan robek. Dengan luka tersebut, maka harus opname di RS Mardi Rahayu Kudus.

Saat ini, pengendara truk, Muhaji (25) warga Desa Karanganyar RT  13 RW 5 Kecamatan Pusakajaya, Subang, sedang diperiksa petugas kepolisian. Atas hal tersebut, dibebankan Rumat: Rp 7.000.000.

Editor: Supriyadi

Warga Gondangmanis Kudus Ditemukan Tewas dengan Bercak Darah di Kepala

Ilustrasiwas

MuriaNewsCom, Kudus – Adib Foniamal (23) diketahui meninggal secara tiba-tiba Jumat (29/9/2017) siang. Warga Desa Gondangmanis, Bae itu diketahui meninggal sekitar pukul 11.00 WIB dengan posisi tengkurap di depan kamar mandi oleh Elva (16) adik korban.

Kepada petugas kepolisian, Elva mengungkapkan, saat pulang sekolah ia melihat kakaknya sudah tergeletak dengan posisi tengkurap di depan kamar mandi. Melihat kejadian tersebut ia pun terkejut dan langsung meminta pertolongan.

Baca Juga: BREAKING NEWS : Viar Angkut Cendol Ditabrak Trailer di Terban Kudus, 1 Tewas

Setelah didatangi bersama sejumlah warga, tubuh korban dibalikkan hingga terlentang. Hanya, saat membalikkan badan tersebut, waerga dikagetkan dengan bercak-bercak darah di sekitar bagian kepala korban.

Melihat ada yang tak wajar, pihak keluarga langsung menghubungi pihak kepolisian dan puskesmas. Tak lama setelah itu, petugas Puskemas melakukan pemeriksaan dan korban pun dipastikan sudah meninggal dunia.

Tak hanya itu, meski ada bercah darah, petugas juga tidak menemukan tanda-tanda bekas kekerasan. Hanya, di bagian belakang terdapat luka sayat sampai kulit dengan kedalaman dua sentimeter namun tidak menembus tulang tengkorak. Luka tersebut kemungkinan besar akibat terbentur tepian tembok atau daun pintu.

Kapolsek Bae AKP Mardi mengungkapkan, melihat luka yang dialami pihak kepolisian meminta untuk dilakukan autopsi pemeriksaan medis dan pada pukul 15.00 Wib jenazah Korban dibawa ke RSUD Kabupaten Kudus.

“Itu meninggal biasa, tak ada bekas kekerasan atau juga bekas tawuran atau juga perkelahian. Namun dari keterangan dahulu dia suka berkelahi. Bahkan saat ada hiburan orkes terlibat perkelahian. Itupun sudah sangat lama,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Anggotanya Tembak Warga Sampai Mati, Kapolda Jateng Minta Maaf

Irjen Pol Condro Kirono, Kapolda Jawa Tengah. (Dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Kasus penembakan brutal yang dilakukan oknum polisi di halaman Hotel Karlita, Kota Tegal, mencoreng institusi kepolisian. Apalagi aksi yang dilakukan brigadir RE itu membuat satu orang kehilangan nyawa dan satu lainnya harus dirawat di rumah sakit.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono menyatakan prihatin dan meminta maaf atas kasus tersebut. Kapolda juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia.

Ia pun memastikan oknum polisi yang menembak warga hingga mati tersebut telah ditahan dan diproses sesuai hukum. ”Brigadir RE sudah ditangani, sudah ditahan dan kini diproses,” katanya.

Kapolda memastikan, pelaku akan menjalani dua proses hukum. Yakni tindak pidana umum dengan ditangani Polres Tegal dan proses kode etik, yang ditangani Propram Polda Jateng.

Wakil Kepala Polres Kota Surakarta AKBP Andy Rifai, sebelumya juga membenarkan anggota kepolisian berpangkat brigadir berinisial RE yang terlibat penembakan di Kota Tegal merupakan anggota Polresta Surakarta.

Baca : DETIK-DETIK Oknum Polisi Tembak Warga di Halaman Hotel di Tegal

RE baru beberapa bulan terakhir bertugas di Polresta Surakarta. Sebelumnya, dia bertugas di Polres Tegal.

Dia mengatakan RE di Kota Tegal dalam rangka menjenguk keluarganya yang sedang sakit. Polresta memberikan izin kepada RE untuk pulang kampung halaman.

Kapolres Tegal Kota AKBP Semmy Ronny Thabaa bersama jajarannya segera melakukan penelusuran atas kasus penembakan brutal yang terjadi di halaman Hotel Karlita Kota Tegal, Kamis (29/9/2017).

Semmy mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi dan telah mengamankan RE, seorang oknum anggota polisi yang diduga sebagai pelaku serta memastikan akan diproses secara hukum.

“Pelaku sudah kita amankan, dan sedang kita proses pidananya, termasuk kode etik akan diproses oleh Propam Polda Jateng,” ungkap kata Semmy Ronny kepada wartawan di mapolres setempat.

Editor : Ali Muntoha

BREAKING NEWS : Viar Angkut Cendol Ditabrak Trailer di Terban Kudus, 1 Tewas

Korban tergeletak di tengah jalan dalam kecelakaan antara truk trailer dengan motor roda tiga Viar di Terban, Kudus, Sabtu (30/9/2017). (Group FB KAAP)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalan pantura Kudus, tepatnya di sebelah barat pabrik PT Pura di Terban, Kudus, Sabtu (30/9/2017). Sebuah motor roda tiga merk Viar disruduk truk trailer pengangkut mobil, hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia, dan satu lagi luka parah.

Informasi menyebutkan, korban meninggal dunia adalah pengendara motor Viar, sementara yang luka adalah penumpang motor roda tiga tersebut. Peristiwa tabrakan itu terjadi sekitar pukul 8.30 WIB.

Belum diketahui secara pasti nama-nama korban, dan kronologisnya. Namun berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, peristiwa itu terjadi lantaran kelalaian sopir truk trailer.

Truk yang melaju dari arah timur itu hendak menyalip. Namun dari arah depan melaju sepeda motor Viar, karena kecepatan truk yang tinggi tabrakan tak terhindarkan.

Pengendara dan penumpang Viar langsung terpental, dan muatanya berserakan di tengah jalan. Pengemudi Viar langsung meninggal di lokasi kejadian, sementara satu orang lain mengalami luka yang cukup parah, dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Akibat kecelakaan tersebut, lalu lintas dari arah timur (Pati) maupun barat (Kudus) mengalami kemacetan yang cukup panjang.

Hingga berita ini diturunkan, polisi tengah melakukan mengatur arus lalu lintas dan mengevakuasi dua kendaraan yang terlibat kecelakaan. Polisi juga masih melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Editor : Ali Muntoha