Populasi Sapi di Boyolali Tertinggi Se-Jawa Tengah

Warga melakukan ternak sapinya, beberapa waktu lalu.(MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Boyolali – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali menyatakan saat ini jumlah populasi sapi di Boyolali tertinggi se-Jawa Tengah. Boyolali masih di puncak dengan diikuti Rembang, Blora, dan Purwodadi.

“Selama ini jumlah populasi sapi per wilayah yang dihitung hanya sapi potongnya saja. Sedangkan sapi perahnya tak masuk hitungan,” kata Kasi Perbibitan Ternak Disnakkan Boyolali, Sugiyarto, Jumat (18/7/2017) dikutip dari krjogja.com.

Menurutnya, saat ini, populasi sapi potong di Boyolal‎i ada 85 ribu ekor, sedang jumlah sapi perah mencapai 80 ribu ekor. Apabila populasi sapi perah dihitung, maka jumlah populasi sapi di Boyolali mencapai 160-an ribu ekor. Selain itu, Boyolali juga menjadi barometer transaksi pasaran sapi di Jateng. Dengan pasar ternak Sunggingan Boyolali yang menjadi pasar hewan terbesar di Jateng.

Sedangkan untuk menjaga populasi sapi tetap tinggi, pihaknya mengimbau para pemilik sapi tak memotong sapi betina yang masih produktif. Namun untuk transaksi sapi yang dijual ke luar Boyolali, pihaknya tak bisa melarang sebab itu hak pemilik sapi. Ada berbagai model pedagang sapi, yakni ‎pedagang sapi, baik perah maupun potong, yang menjual anaknya, pedagang yang membeli sejak kecil yang dijual saat siap kawin, pedagang yang jual beli sapi bunting dan sebagainya.

“Tak ada regulasi larangan transaksi sapi bunting. Yang penting jangan memotong sapi betina produktif atau sedang bunting sebab sekarang upaya meningkatkan populasi sapi sedang gencar-gencarnya digalakkan,” tambahnya.

Dia menambahkan, salah satu program peningkatan populasi sapi yang dilakukan yakni Program Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab)‎ yang digalakkan secara nasional.Untuk Boyolali ditarget sebanyak 50.062 ekor sapi perah maupun sapi potong akan dibuntingi dengan inseminasi buatan (IB). Dalam program ini, sapi yang diinseminasi seluruhnya gratis. Tak ada biaya apapun yang ditarik dari pemilik ternak.

“Sudah dilakukan sejak April lalu dan sampai bulan juni sudah 24.768 ekor sapi yang sudah diinjeksi IB,” ‎pungkas Sugiyarto.

Editor : Akrom Hazami