Pemprov Klaim Pabrik di Pati Bisa Kendalikan Harga Garam

Seorang petani garam sedang mengumpulkan garam dari lahan yang ada di Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung-Jepara. Pemprov Jateng bakal membangun pabrik garam besar di Pati. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang- Pemprov Jateng akan mulai membangun pabrik garam berkapasitas 40 ribu ton di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Pati, Oktober 2017 mendatang. Pabrik ini nantinya akan menghasilkan garam dengan kualitas unggul, serta mampu mengendalikan harga garam, sehingga tak merugikan petani.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumberdaya Alam Setda Pemprov Jateng, Peni Rahayu, mengatakan, pabrik garam ini nantinya akan menghasilkan garam kualitas baik untuk kebutuhan konsumsi industri. Setidaknya kadar yodium garam atau Natrium Chlorida (NaCl) mencapai angka 96.

“Saat ini garam rakyat yang ada rata-rata NaCl-nya baru 86. Maka nanti menggunakan teknologi tertentu agar NaCl bisa lebih tinggi,” katanya.

Teknologi yang dibuat BPPT, saat ini masih diperhitungkan biayanya. Karena untuk mengalirkan air laut butuh lahan sangat luas.

Meskipun semakin luas area lahan untuk perlintasan air lautnya, maka kualitas garam makin bersih dan kadar NaCl makin tinggi. “Jadi nanti garamnya benar-benar putih,” ujarnya.

Pada dasarnya, imbuh Peni, adanya pabrik garam ini adalah untuk mengendalikan harga ketika ada panen raya agar harga tidak anjlok karena dipermainkan tengkulak. Nantinya, petani garam menjual produksinya ke pabrik milik pemerintah dengan harga yang ditetapkan.

“Ke depan harapan kita ada penetapan harga garam misalnya harga pembelian pemerintah (HPP) seperti pada beras,” jelasnya.

Baca juga : Pati Akan Dibangun Pabrik Garam Besar, Ganjar Minta Oktober Mulai Digenjot

Sebelumnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta agar pabrik garam di Pati ini digenjot pembangunannya.

Ia menyebut, studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) rencana pembangunan pabrik garam kapasitas besar di Jateng telah tuntas. Pemprov menargetkan, Oktober tahun ini harus sudah mulai dibangun.

“Saya sudah meminta Oktober tahun ini diground breaking (peletakan batu pertama) agar lebih cepat, kalau itu bisa dilaksanakan maka intervensi Pemprov Jateng akan segera dimulai,” katanya.

Editor : Ali Muntoha