Siswa Saka Kalpataru Pati Pasang Gapura Cantik dari Botol Bekas

Para siswa yang tergabung dalam Saka Kalpataru berhasil membuat gapura cantik dari botol bekas di kawasan wisata bukit pandang, Durensawit, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 50 siswa dari berbagai sekolah menengah atas (SMA) di Pati yang tergabung dalam “Saka Kalpataru” menggelar kamping di kawasan wisata Bukit Pandang, Desa Durensawit, Kayen, sejak Sabtu (12/8/2017) malam.

Ada beragam kegiatan peduli lingkungan yang diagendakan di sana. Salah satunya, pengumpulan botol-botol bekas yang dikumpulkan di sekitar kawasan wisata.

Yang mengejutkan, botol-botol itu tidak dikumpulkan untuk dibakar atau dimusnahkan. Namun, ratusan botol bekas yang berhasil dikumpulkan disulap menjadi gapura yang cantik.

Gapura dari botol bekas itu dipasang di pintu masuk dan keluar wisata. “Saya terkejut ketika tiba-tiba instruktur Saka Kalpataru meminta izin untuk memasang gapura di pintu masuk dan keluar wisata. Ternyata gapura itu dibuat dari botol, saya izinkan saja karena sangat bagus dan kreatif,” kata pengelola bukit pandang, Krisno, Senin (14/8/2017).

Subekti, instruktur Saka Kalpataru mengatakan, para siswa selama kamping diajarkan untuk peduli pada lingkungan dan keanekaragaman hayati. Karena itu, ketika para siswa melihat sampah botol air mineral berserakan, mereka punya inisiatif untuk memanfaatkannya.

Aksi itu juga menjadi bagian dari anggota Saka Kalpataru untuk menyadarkan masyarakat bahwa sampah bisa dimanfaatkan menjadi barang berharga. Sebab, sampah plastik yang dibakar justru menyebabkan polusi udara yang tidak baik untuk kesehatan manusia dan lingkungan.

“Botol-botol itu ditumpuk, kemudian diapit menggunakan bambu membentuk gapura. Ide para siswa itu sebetulnya sangat simpel, tapi sangat menarik dan kreatif. Jadi botolnya tidak sia-sia,” kata Subekti.

Sementara itu, Septi Nursanti, salah satu siswi dari SMKN 1 Pati mengaku senang mengikuti kamping di kawasan bukit pandang dengan pemandangan Pegunungan Kendeng. Hanya, menurut dia, butuh fasilitas toilet lebih banyak dan penerangan yang cukup supaya lebih representatif.

Editor : Akrom Hazami