Peta Jalur Alternatif Mudik di Kabupaten Pati

Peta jalur utama dan alternatif untuk mudik di Kabupaten Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bagian Operasional Polres Pati mencatat, jarak yang ditempuh untuk pemudik yang melalui jalur utama pantura Pati, 20,5 kilometer lebih dekat ketimbang jalur alternatif.

Namun, pemudik disarankan untuk melewati jalur alternatif bila jalur utama macet. Selain untuk keselamatan lalu lintas, penggunaan jalur alternatif diharapkan bisa mengurai kemacetan di kawasan pantura Pati.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, pemudik yang memilih jalur alternatif bisa lewat jalur lingkar selatan (JLS) ke kanan sampai kawasan Ngantru belok kanan menuju Gabus, Winong, Jakenan, Jaken dan Batangan.

“Meski jaraknya cukup jauh, terpaut 20,5 km, tetapi jalur alternatif disarankan bila jalur utama macet selama mudik. Puncak arus mudik diperkirakan tujuh hari sebelum Lebaran,” kata Kompol Sundoyo.

Pengendara yang dari arah Semarang ke Surabaya juga bisa memilih Kudus ke arah Cengkalsewu, Sukolilo kemudian setelah sampai di Jalan Pati-Kayen, bisa mengambil arah Jakenan dan berakhir di Batangan.

Bila di tengah-tengah kota macet, pengendara bisa mengambil arah jalan Pati-Tayu. Setelah sampai di pertigaan Wedarijaksa, ambil kanan lurus hingga sampai Juwana.

Kompol Sundoyo menambahkan, beberapa titik di jalur alternatif masih terdapat lubang kecil. Hanya saja, jalur tersebut masih layak dilalui dan terbilang cukup baik.

Terkait kondisi penerangan, pihaknya menemukan sarana penerangan yang mati di Jalan Pati-Tayu Km 6, Desa Sukoharjo, Wedarijaksa. Namun, dia memastikan bila jalur alternatif cukup layak dilalui pemudik.

Editor : Kholistiono