Polemik Bentor di Pati, Kasatlantas: Kami Siap Didemo

Paguyuban bentor seusai berkonsultasi di Kantor Yayasan SHEEP di Perumahan Wijayakusuma Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Upaya penegakan undang-undang larangan becak motor (bentor) di Pati yang dilakukan polisi ternyata mendapatkan reaksi dari paguyuban bentor. Mereka akan menempuh sejumlah upaya agar bentor tetap dibiarkan beroperasi.

Penarik bentor sadar bila pengoperasian bentor melanggar undang-undang. Namun, mereka tidak memiliki pilihan lagi karena dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa mereka hidup dari menarik bentor.

“Saya mencari nafkah dari menarik bentor. Saya menghidupi anak dan istri, menyekolahkan anak-anak juga dari menarik bentor. Kami benar-benar meminta toleransi kepada polisi untuk tidak melakukan penegakan undang-undang,” ungkap Surono, salah satu penarik bentor asal Kutoharjo, Pati.

Rencananya, paguyuban bentor akan melakukan audiensi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Bila jalur audiensi yang ditempuh mentok, mareka berencana akan menggelar aksi demonstrasi.

Menanggapi hal itu, Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengaku siap didemo. “Kami sudah konsultasikan dengan Kapolres Pati. Kami siap didemo, itu bagian dari demokrasi. Namun, kami tetap akan menegakkan undang-undang,” ucap AKP Ikrar.

Selain melanggar undang-undang, keberadaan bentor disebut mengancam keselamatan berkendara karena tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Sebelum penegakan dilakukan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan memasang spanduk larangan bentor di berbagai titik.

Untuk penegakan sendiri rencananya akan berlaku efektif pada akhir April 2017. Sosialisasi dianggap perlu supaya para penarik bentor bisa bersiap, sebelum penegakan dilakukan dengan menjaring operasi dan mengamankan bentor.

Editor : Kholistiono