Gara-gara TPA, Dinas LH Was-was Rembang Tak Bisa Raih Adipura

Beberapa petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang sedang memantau pengerukan air resapan sampah di TPA Landoh. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan poin penilaian Adipura (Edy Sutriyono/MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang masih was-was jika pada 2017 ini, Rembang tak bisa meraih piala Adipura. Hal ini terkait dengan keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Landoh, Kecamatan Sulang.

Dari hasil pemantauan pertama (P1) oleh tim penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan akademisi pada Oktober 2016 silam, TPA Landoh mendapatkan poin 71.04. Hal itu dinilai masih kurang maksimal.

“Sebenarnya poin akumulatif yang ditentukan oleh kementerian supaya dapat penghargaan Adipura itu sekitar 73 poin. Dari hasil P1 TPA Landoh dapat 71,04 poin, kemudian pemantauan di pusat kota, baik jalan protokol, ruang terbuka hijau dan sejenisnya dapat 75.45 poin,” ujar Andreas Edy G, Kabid Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbaya Beracun dan Peningkatan Kapasitas pada DLH Rembang.

Dengan kondisi ini, nantinya, saat verifikasi dari tim akan ditingkatkan lagi kebersihannya. Meski masih was-was, pihaknya masih optimis jika nantinya Rembang bisa masuk nominasi penyabet penghargaan Adipura dan masuk urutan 6 se-Jawa Tengah dengan kriteria kota kecil.

Dia menambahkan, untuk penilaian Adipura, tahun ini dengan sebelumnya itu sangat berbeda. Yakni, bila di tahun sebelumnya ada pemantauan pertama dan kedua, tahun ini hanya ada pemantauan pertama saja.

“Setelah itu, hasil pemantauan pertama tadi dijadikan bahan verifikasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Nah, setelah mendapatkan nominasi, maka pihak Pemkab Rembang akan dipanggil kementerian untuk memaparkan poin-poin yang sudah dinilai tersebut,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono