Perhiasan Emas Berbentuk Bunga Mawar yang Ditemukan di Sawah Ini Sempat Dikira Barang Mainan

Perhiasan emas berbentuk bunga mawar mekar yang ditemukan warga di sawah Desa Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Benda bersejarah berupa perhiasan emas berbentuk setangkai bunga mawar yang sedang mekar di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus,Grobogan ternyata ditemukan secara kebetulan. Penemu perhiasan ini adalah Sugiyanto, warga yang tinggal di Dusun Medang,Desa Banjarejo.

Ceritanya, Sabtu (4/3/2017) siang sekitar pukul 14.00 WIB, pria berusia 43 tahun tersebut berangkat menuju lokasi sawahnya yang ada di sebelah timur dusun. Tujuannya untuk mempersiapkan lahan buah ditanami padi.

Semula aktivitas menata lahan dengan cangkul berjalan biasa, seperti yang rutin dilakukan selama ini. Namun, sekitar 15 menit kemudian, Sugiyanto sempat dibikin kaget.

Gara-garanya, ia melihat sekilas ada benda kuning yang terlihat di bawah tanah yang terkena cangkul. Namun, tidak lama kemudian, benda ini kemudian tidak terlihat lagi lantaran tertutup air.

Merasa penasaran, Sugiyanto kemudian meraba lokasi tersebut dengan tangan. Akhirnya, benda yang sebelumnya sempat terlihat sepintas berhasil didapatkan. Kemudian, benda itu dibersihkan dengan air untuk menghilangkan kotoran tanah yang menempel.

Baca juga : Heboh,Emas Berbentuk Bunga Mawar Muncul dari Bumi Banjarejo Grobogan

“Semula, benda ini dikira barang mainan. Namun, untuk memastikan, penemunya menyerahkan barang ini ke rumah. Ternyata ini adalah barang bersejarah peninggalan masa lalu,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Di areal sawah di timur Dusun Medang, selama ini memang sudah seringkali ditemukan benda cagar budaya peninggalan masa lalu. Wujudnya, kebanyakan berupa perhiasan emas. Dua tahun lalu di sekitar lokasi itu juga sempat ditemukan fondasi bangunan kuno dari tatanan batu bata.

“Sebenarnya, warga Dusun Medang sudah familiar dengan penemuan barang berharga, khususnya perhiasan. Namun, setahu saya, memang belum pernah ditemukan perhiasan yang bentuknya seperti bunga ini. Yang sudah-sudah berupa cincin, dan anting-anting,” imbuh Taufik.

Editor : Kholistiono