Pemilih Kotak Kosong di Kecamatan Pati dan Margoyoso Tinggi, Ini Kata Pengamat Politik

Seorang warga Desa Pasucen, Trangkil, saat melakukan pemungutan suara pada 15 Februari 2017 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada sejumlah kecamatan di Kabupaten Pati yang warganya banyak memilih kotak kosong pada pesta demokrasi 15 Februari 2017. Salah satunya, Kecamatan Pati, Margoyoso, Tambakromo, Trangkil, Wedarijaksa, dan Kayen.

Dari enam kecamatan yang memperoleh suara kotak kosong lebih dari 30 persen tersebut, Kecamatan Pati dan Margoyoso mendulang suara paling tinggi. Kecamatan Pati memperoleh suara 40,4 persen dan Margoyoso 41,9 persen. Perhitungan tersebut berdasarkan entri data model C1 yang dilakukan KPU Pati.

Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Hakim Alif Nugroho menilai, ada beberapa kemungkinan terkait tingginya perolehan suara kotak kosong di sejumlah kecamatan seperti Pati dan Margoyoso. Salah satunya, kawasan tersebut banyak pemilih rasional.

“Faktor pendidikan juga sangat memengaruhi. Masyarakat dengan pendidikan tinggi dan melek politik, bisa dikatakan pemilih rasional. Dia tidak bisa dipengaruhi apapun, termasuk politik uang. Kemungkinan, Pati dan Margoyoso mendekati pemilih rasional,” ujar Hakim, Sabtu (18/2/2017).

Dia melihat, masyarakat kecil di Pati masih belum mengerti kotak kosong. Artinya, sosialisasi kotak kosong yang dilakukan relawan belum sampai menyentuh ke akar rumput, sehingga perolehan kotak kosong tertinggi ada pada masyarakat dengan pemilih rasional.

Selain itu, Hakim juga memberikan kemungkinan lain terkait tingginya suara kotak kosong di Kecamatan Pati dan Margoyoso. “Haryanto-Arifin dikawal delapan partai politik. Itu kekuatan besar, tidak main-main. Kalau ada sejumlah kecamatan yang kecolongan, itu juga bisa menjadi tanda tanya,” imbuh Hakim.

Editor : Kholistiono