Diguyur Hujan Deras, Puluhan Warga Banjarejo Grobogan Tetap Betah Nonton Film di Balai Desa

Warga menonton film tentang purbakala di Balai Desa Banjarejo, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski cuaca hujan deras, acara pemutaran film yang digelar Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran di Balai Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus tetap digelar, Kamis (16/2/2017) malam. Puluhan warga, mulai anak-anak hingga orang tua tetap berdatangan untuk melihat tontonan gratis tersebut.

Pemutaran film dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Beberapa peralatan yang sebelumnya ditempatkan di halaman terpaksa dipindah di teras balai desa lantaran kena guyuran hujan. Sebuah film dokumenter berisi perjalanan sejarah purbakala hingga berdirinya Museum Sangiran jadi tontonan perdana. Film ini berdurasi sekitar 30 menit. Setelah itu, ada satu film lagi yang diputar. Yakni, film petualangan dengan titel ‘Para Pemburu Gajah’.

Film petualangan ini mengisahkan keberanian lima orang anak yang sedang berkemah untuk menyelamatkan seekor anak gajah Sumatera dari incaran pemburu. Lima anak ini merasa terpanggil untuk menyelamatkan gajah Sumatera karena populasinya sudah terancam punah. Dalam film ini juga mengisahkan kekompakan dan kesetiakawanan anak-anak tersebut dalam upaya menyelamatkan anak gajah tersebut.“Filmnya bagus. Kebetulan, saya senang sama binatang gajah,” kata Faris, salah seorang bocah yang menyaksikan pemutaran film tersebut.

Kades Banjarejo Ahmad Taufik mengaku salut dengan animo warganya yang tetap bersedia hadir menyaksikan pemutaran film meski kondisi hujan deras sejak magrib. “Saya perkirakan ada 50 orang yang hadir di sini. Kalau cuaca cerah, yang nonton di balaidesa pasti penuh orang,” katanya, di sela-sela pemutaran film.

Taufik menilai, pemutaran film Para Pemburu Gajah dinilai sangat cocok. Sebab, film itu mengisahkan sebuah usaha untuk menyelamatkan sesuatu yang dinilai sangat berharga supaya keberadaannya tetap lestari. “Dari film ini saya berharap bisa memicu semangat warga untuk ikut menyelamatkan barang berharga yang adai di Banjarejo. Yakni, benda purbakala dan cagar budaya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPSMP Sangiran Sukronedi menyatakan, selama dua pekan, pihaknya melangsungkan kegiatan penelitian di Banjarejo. Di sela-sela penelitian, ada beberapa kegiatan lain yang dilakukan. Yakni, menggelar sosialisasi pelestarian benda purbakala dan pemutaran film. 

Editor : Akrom Hazami