Menteri PUPR Mendadak ke Grobogan, Ada Apa?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basoeki Hadimoeljono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Grobogan, Kamis (16/2/2017). (MuriaNewsCom/ Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Grobogan, Kamis (16/2/2017). Tepatnya, meninjau ke lokasi mega proyek yang ada di Bendung Klambu.

Bupati Grobogan Sri Sumarni menemui Menteri PUPR. Terlihat pula Kapolres AKBP Agusman Gurning dan Dandim Letkol Jan Piter Gurning. Tampak pula, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ni Made Sumiarsih dan Kepala Dinas PUPR Grobogan Subiyono.

Kedatangan menteri  bertujuan ingin memastikan jika proyek perbaikan jaringan irigasi dari Waduk Kedung Ombo melalui empat bendung yang didanai pemerintah pusat, sudah dimulai. Yakni, perbaikan jaringan irigasi Bendung Sidorejo, Sedadi, Klambu Kanan dan Klambu Kiri.

Pengecekan langsung ke lapangan itu dilakukan mengingat perbaikan jaringan irigasi itu sangat dinantikan petani. Terlebih, alokasi dana untuk mega proyek itu nilainya sangat besar. Yakni, Rp 1,6 triliun yang dikerjakan secara multi years dalam kurun waktu tiga tahun.

Begitu sampai di Grobogan, menteri PUPR yang tiba sekitar pukul 11.30 WIB langsung menuju Bendung Klambu yang ada jaringan Klambu Kanan dan Klambu Kiri. Hanya sekitar 30 menit, menteri meninjau lokasi dan selanjutnya melanjutkan acara di Semarang.

“Jadi kedatangan menteri untuk memastikan semua pekerjaan perbaikan jaringan irigasi sudah dimulai. Dan, sejauh ini, rekanan yang mengerjakan perbaikan jaringan irigasi semuanya sudah melakukan kegiatan sesuai jadwal,” kata Kepala Dinas PUPR Grobogan Subiyono.

Subiyono menambahkan, pihaknya juga mengajukan proyek berupa sodetan di Sungai Satrian yang ada di Desa Krongen, Kecamatan Brati ke Sungai Lusi. Kemudian, proyek penanggulangan Sungai Tirto di Wirosari dan perbaikan jalan menuju Waduk Kedungombo.

“Dana untuk tiga proyek itu bisa mencapai puluhan miliar. Keuangan kami tidak mencukupi sehingga perlu meminta bantuan ke kementrian,” kata mantan Kepala Dinas Pengairan itu.

Editor : Akrom Hazami