Jejak Manusia Purba Ditemukan di Banjarejo Grobogan, Ini Indikasinya

Ketua Tim Penelitian BPSMP Sangiran Wahyu Widianta (kaos hitam) dan Kades Banjarejo Ahmad Taufik menunjukkan bola batu yang berhasil ditemukan . (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan  – Perkiraan banyak pihak jika ada manusia purba yang sempat hidup di sekitar Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, tampaknya mulai mendekati kebenaran. Hal ini menyusul adanya penemuan benda terbaru yang didapat Tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran saat melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo sejak 10 hari lalu.

Benda yang ditemukan ini berupa bola batu. Jumlahnya ada tujuh. Sesuai namanya, benda ini bentuknya bulat. Benda ini hampir seukuran bola yang dipakai untuk olahraga tolak peluru. Bola batu ada yang bentuknya bulat simetris dan ada yang pinggirnya agak pipih seperti disayat. Bola batu paling besar berdiameter sekitar 10 cm dan yang kecil sekitar 7 cm. Beratnya sekitar 0,5 sampai 1 kg.

“Bola batu ini kita perkirakan merupakan salah satu peralatan yang dipakai manusia purba. Tepatnya, untuk alat berburu. Di Museum Sangiran sudah ada banyak koleksi bola batu,” Ketua Tim Penelitian BPSMP Sangiran Wahyu Widianta saat ditemui di Desa Banjarejo, Kamis (16/2/2017).

Bola batu berwarna kuning emas itu bisa digunakan berburu dengan cara dilemparkan pada sasaran yang dituju. Biasanya, hewan berukuran kecil semisal kijang. Bisa juga digunakan dengan diikat dengan tali sepanjang 1-1,5 meter, kemudian diputar dengan tangan dan dilemparkan pada sasaran. “Dalam film-film ada cara berburu seperti itu. Yakni, menggunakan batu yang diikat dengan seutas tali,” terang pengkaji pengembangan situs manusia purba BPSMP Sangiran itu.

Menurut Wahyu, bola batu itu ditemukan dalam kotak eskavasi yang bertempat di tegalan Dermo di sebelah utara Dusun Nganggil. Bola batu ditemukan saat dilakukan penggalian tanah di kotak eskavasi pada kedalaman 80 cm sampai 1,7 meter.  Dengan adanya bola batu maka kemungkinan adanya manusia purba yang hidup di sekitarnya cukup besar. Hanya saja, lokasi pasti di mana pusat peradaban manusia purba masih perlu diteliti lebih lanjut.

Wahyu menambahkan, selain bola batu, ada peralatan hidup lainnya dari batu yang digunakan manusia purba. Seperti, batu pipih berbentuk seperti pisau atau kapak untuk memotong benda keras. Ada juga ujung batu runcing tipis yang biasanya dipakai untuk menyayat atau menguliti hewan buruan. “Ada juga peralatan yang dibikin dari patahan tulang hewan besar dan kulit kerang yang keras dan ujungnya tajam,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami