Kebocoran Pintu Sungai Wulan Teratasi, tapi Warga Masih Was-was

Warga berada di dekat pintu air pembuangan di tanggul kanan Sungai Wulan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di dekat pintu air pembuangan di tanggul kanan Sungai Wulan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pintu air pembuangan di tanggul kanan Sungai Wulan di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, yyang sebelumnya bocor, kini sudah diperbaiki. Meski demikian, warga Undaan Kudus masih was-was, karena debit air masih tinggi.

Anton, warga setempat mengatakan kalau perbaikan pintu air sudah dilakukan beberapa waktu lalu. “Sudah aman, tapi takut kalau melimpas akibat tanggulnya sudah penuh,” keluh Anton di Kudus, Kamis (9/2/2017).

Suwarno, warga lain juga mengeluhkan hal yang sama. Meski dia warga Demak, namun sangat dekat dengan Kudus. Dan jika sampai pintu tanggul bocor, warga sekitar yang pertama mengalami dampak. Sebab berada di bawah tanggul. Diketahui, Desa Ketanjung persis berada di sebelah timur tanggul kanan Sungai Wulan berbatasan dengan wilayah Kudus.

Camat Undaan Catur Widiyanto mengatakan, desa yang tinggal di bawah tanggul menjadi dampak. Antara lain Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar Demak, serta Desa Tanjungkarang dan Jatiwetan Kecamatan Jati. Bahkan banjir dapat merembet ke daerah Undaan dan Mejobo Kudus

“Kemarin baru bocor, Minggu (22/1/2017) malam, debit Sungai Wulan mencapai 730 meter kubik per detik. Akibatnya daerah bawah termasuk Undaan penuh air. Sawah dan rumah warga juga menjadi korban,” katanya.

Saat ini sudah ada penambalan atas tanggul dengan sak yang diisi tanah. Hal itu cukup membantu seperti mengurangi pelimpasan air dari sungai besar tersebut.  Namun warga tetap waspada. Karena tanggul usianya juga sudah tua. “Tinggal kuat-kuatan tanggul, apakah dari Demak atau yang ke Kudus yang kuat. Tapi mudah-mudahan dapat aman dan selamat semuanya,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya sudah menginstruksikan kepada kepala desa terdampak untuk kerja sama. Meski masuk wilayah Demak, namun dampak besar dirasakan masyarakat Undaan. Sehingga harus lebih aktif meninjau dan koordinasi. “Kalau perlu warga dapat membantu dalam penanganan. Bisa dengan membantu menanggul kembali supaya lebih kuat dan lebih tinggi,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami