Jelang Pilkada, Penyandang Tunanetra di Pati Diajari Mencoblos

Riris (tengah), penyandang tunenetra yang mengikuti simulasi penggunaan hak pilih Pilkada di SLB Pati, Kamis (9/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Riris (tengah), penyandang tunenetra yang mengikuti simulasi penggunaan hak pilih Pilkada di SLB Pati, Kamis (9/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati menggelar sosialisasi pilkada di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Bina Citra Yoga Tuna Pati, Kamis (9/2/2017). Puluhan penyandang tunanetra, tunarungu dan tunawicara mengikuti sosialisasi dengan seksama.

Mereka adalah siswa kelas 3 SMALB dan alumni SLB yang sudah cukup umur dan memiliki e-KTP, sehingga sudah berhak menggunakan hak pilihnya. Dua penyandang tunanetra diminta untuk melakukan simulasi pencoblosan, usai mengikuti sosialisasi.

Salah satunya, Riris Anggriani (27), penyandang tunanetra asal Desa Margorejo, Pati. Dia diberikan satu lembar surat suara berlapis kertas dengan huruf braille, sehingga bisa menentukan apakah mencoblos pasangan Haryanto-Saiful Arifin atau lembar kosong.

“Saya bersyukur masih dilibatkan pada pilkada untuk menggunakan hak pilih. Sosialisasi dan simulasi ini sangat membantu. Penjelasannya juga sangat mudah. Nanti, saya akan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilih,” ujar Riris.

Perempuan tunanetra yang memperoleh gelar sarjana pendidikan dari IAIN Surakarta ini mengaku baru pertama kali akan menggunakan hak pilihnya. Pasalnya, pemilu yang lalu ia masih menempuh pendidikan tingginya di Surakarta sehingga terhambat saat ingin menggunakan hak pilihnya.

Hal yang sama disampaikan Sugeng Supriyadi, penyandang tunanetra asal Desa Puri, Pati. Dia akan datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Pengalaman menggunakan hak pilih dengan huruf braille sudah ia lakukan pada 2014 lalu. Namun, pengalaman memilih calon tunggal baru akan dilakukan pada Rabu (15/2/2017) mendatang.

Komisioner KPU Pati Imbang Setiawan mangatakan, sosialisasi dan simulasi dilakukan untuk mengakomodasi warga berkebutuhan khusus yang sudah bisa menggunakan hak pilihnya. “Kami ingin mewujudkan pemilu yang aksesibilitas untuk rekan-rekan saudara yang berkebutuhan khusus. Kami sudah sediakan template yang membantu warga tunanetra untuk menggunakan hak pilihnya,” tandas Imbang.

Editor : Kholistiono