Banjir di Karangturi Kudus Setinggi 40 Cm

Sejumlah warga berjalan kaki melintas di permukaan jalan yang terendam banjir di jalan Garung Kidul, Karangturi dan Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sejumlah warga berjalan kaki melintas di permukaan jalan yang terendam banjir di jalan Garung Kidul, Karangturi dan Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banjir yang merendam sepanjang jalan Garung Kidul, Karangturi dan Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, semakin meninggi, Rabu (8/2/2017).  

Sundup, warga setempat mengungkapkan kalau genangan air sudah semakin tinggi dari sebelumnya. Hal itu nampak dari semakin banyaknya jalan yang tergenang air di Karangturi.”Kalau sebelumnya sebagaian jalan masih belum terendam. Tapi sekarang yang terendam semakin mendekati jalan raya,” kata Sundup kepada MuriaNewsCom di lokasi banjir desa itu.

Diperkirakan, kalau genangan di jalan yang awalnya sekitar 30 cm, kini semakin meninggi hingga 40 cm. Kondisi demikian membuat warga kian hati-hati saat melintas di jalan yang terendam banjir. Menurutnya, kemarin sore, (7/2/2017) air sudah perlahan surut. Namun mulai semalam hingga pagi tadi, (8/2/2017) air malah semakin tinggi.

Diperkirakan hal itu terjadi karena hujan yang mengguyur di sejumlah tempat.”Kalau kampung itu aman, yang parah itu jalannya. Tapi jika air masuk kampung, maka jalan hilang dan tak bisa dilalui,” ungkap dia

Sementara, Kepala BPBD Kudus Bergas Catursasi Penanggungan menyebutkan, banjir di Karangturi karena kiriman Sungai Wulan. Dan kemarin debit Sungai Wulan sudah berangsur turun, sehingga memungkinkan debit air menurun pula. “Hanya di sejumlah tempat ada hujan deras. Jadi kalaupun debit menurun namun selang beberapa waktu akan kembali naik,” ungkap dia.

Pihaknya juga sudah menyiapkan kendaraanuntuk evakuasi warga bila sewaktu-waktu dibutuhkan. “Ada perahu dan mobil, namun sekarang masih bisa dilalui motor, jadi masih aman,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami