Sering Terendam Air, MI NU Basyirul Anam Jatiwetan Kudus Berharap Bupati Turun Tangan

Siswa saat melakukan aktivitas di MI NU Basyirul Anam Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Siswa saat melakukan aktivitas di MI NU Basyirul Anam Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah ruang kelas di MI NU Basyirul Anam, di Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kudus, terendam air banjir, sejak beberapa hari terakhir. Hal ini membuat proses belajar agak terhambat.

Kepala MI NU Basyirul Anam, Hayati Nimah, mengatakan banjir merendam sekolahnya semenjak Sabtu lalu. Banjir disebabkan akibat hujan lebat sebelumnya. “Ada satu ruang untuk MI, dan ada satu ruang lainnya yang terendam yakni untuk TK. Meski demikian KBM masih tetap dilanjutkan seperti biasanya,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Selasa (31/1/2017).

Menurutnya, untuk kelasdi  MI yang terendam air, proses pembelajaran dialihkan pada bangunan lantai II. Di atas, terdapat ruangan kosong, yang dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajaran seperti biasanya.

Sedangkan untuk TK, proses pembelajaran juga masih dilanjutkan. Dengan cara mengalihkan pembelajaran di musala sekolah. Sebab hanya musala saja yang dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajarannya. “Sekolah di sini swasta, modelnya juga yayasan, jadi satu sama lainnya saling membantu. Termasuk juga untuk TK dan juga untuk MI di sini juga demikian,” ujarnya.

Dikatakan, kalau sekolah yang berdiri sejak 1958 itu menjadi langganan genangan tiap kali terjadi cuaca ekstrem. Dalam beberapa bulan saja, halaman sekolah tercatat tergenang hingga 20 kali. Dan kali ini masuk ke ruangan kelas dengan genangan sekitar 25 centimeter.

Untuk mengantisipasi hal itu, pihak yayasan merencanakan peninggian kelas. Hal itu dapat membantu proses pembelajaran agar tak terganggu dengan adanya genangan air yang kerap menimpa sekolah. “Kami juga menginginkan bantuan kepada Bupati Kudus. Beberapa kali kami sudah mengajukan bantuannya dalam hal peninggian bangunan sekolah,” harapnya.

Editor : Akrom Hazami