Satu Rumah di Desa Sarimulyo Pati Ludes Terbakar

Kondisi rumah milik Sukarno, warga Dukuh Majan, Desa Sarimulyo RT 3 RW 2, Kecamatan Winong, Pati yang ludes dilalap si jago merah, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi rumah milik Sukarno, warga Dukuh Majan, Desa Sarimulyo RT 3 RW 2, Kecamatan Winong, Pati yang ludes dilalap si jago merah, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kebakaran hebat terjadi di Dukuh Majan, Desa Sarimulyo RT 3 RW 2, Kecamatan Winong, Pati, Senin (30/1/2017) sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran tersebut membuat rumah milik Sukarno (40) ludes terbakar.

Mirah, salah satu saksi mengatakan, saat itu dia melihat kepulan asap yang pekat muncul dari rumah milik Sukarno. Mirah yang tahu kepulan asap tersebut memanggil Wakidin.

“Saya langsung meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api. Hanya dalam waktu sebentar, api sudah mulai membesar dan berkobar. Warga akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api,” ujar Wakidin.

Sesaat setelah mendapatkan informasi kebakaran, tiga unit pemadam kebakaran Pemkab Pati tiba di lokasi dan berupaya memadamkan api. Namun, si jago merah sudah terlanjur melahap sebagian besar rumah yang terbuat dari papan tersebut, kendati api berhasil dipadamkan petugas.

Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp 170 juta. Sejumlah barang yang ikut terbakar, antara lain buku nikah, satu unit kulkas, satu unit televisi, dan akta kelahiran anak sebanyak tiga lembar.

Bangunan rumah berbentuk limas dengan ukuran 7×10 meter tersebut berdinding papan kayu jati, lantai keramik, rangka atap terbuat dari kayu jati dan beratapkan genteng. Barang-barang berharga milik korban tidak berhasil diselamatkan.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menuturkan, kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. “Kebakaran tidak sampai merambat ke rumah milik tetangga, meski terhitung padat penduduk. Polisi, TNI dan masyarakat bahu-membahu memadamkan api, serta melakukan evakuasi,” tuturnya.

Pada saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong. Pemilik rumah sedang bekerja di pabrik Kuningan Juwana, sehingga sejumlah barang-barang penting tidak berhasil diselamatkan. Kompol Sundoyo mengimbau kepada warga untuk memastikan semua jaringan listrik dimatikan saat ditinggal kerja.

Editor : Kholistiono