KA Tabrak Motor Berstiker Presiden Soekarno, Pengendaranya Selamat di Grobogan

Polisi melihat bangkai kendaraan sepeda motor bergambar Presiden RI pertama, Soekarno, di Desa Kuwaron, Gubug, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi melihat bangkai kendaraan sepeda motor bergambar Presiden RI pertama, Soekarno, di Desa Kuwaron, Gubug, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Nasib baik masih memayungi Sri Wahyudi, warga Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug. Betapa tidak, perempuan 36 tahun itu masih diberi keselamatan setelah sebelumnya terlibat insiden kecelakaan dengan kereta api yang sedang melaju kencang, Sabtu (28/1/2017).

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa kecelakaan itu terjadi siang sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Sri sedang menempuh perjalanan menuju Kampung Pilang Kidul, Desa Gubug. Sesampai di perlintasan kereta api rel ganda tanpa palang pintu yang ada di desa itu, Sri langsung saja melaju dan melewati rel sisi utara. Lantaran aman, Sri bermaksud meneruskan perjalanan melewati satu rel lagi yang ada disi selatan.

Nah, pada saat inilah, ada beberapa warga yang berteriak keras kalau ada kereta yang mau lewat dari arah timur. Saat itu Sri sempat melongok ke arah timur dan melihat posisi kereta api semakin mendekat. Melihat kondisi ini, Sri kemudian turun dan berupaya mendorong kendaraan agak mundur karena roda depan sudah berada di tengah jalur kereta api. Namun, Sri terlihat cukup kesulitan saat berusaha menyelamatkan motornya.

Beberapa warga kemudian member peringatan lagi agar Sri segera lari menjauh meninggalkan motornya. Sadar lebih penting keselamatan diri, Sri akhirnya membiarkan motornya tetap di situ dan lari menjauhi lintasan kereta api. Tindakan pada detik-detik akhir ini menyebabkan Sri selamat dari sambaran kereta. Meski demikian, sepeda motor Kawasaki Kaze yang miliknya rusak parah akibat diterjang kereta api.

Setelah melakukan pemeriksaan lokasi dan berkoordinasi dengan pihak PT KAI di Stasiun Gubug, polisi kemudian mengantar korban berikut sepeda motornya yang rusak parah ke rumahnya. Pihak keluarga korban juga merasa bersyukur karena anggota keluarganya masih diberi keselamatan dalam musibah tersebut. “Pihak keluarga juga tidak melakukan tuntutan apapun atas kejadian ini. Pihak keluarga tidak mempersoalkan sepeda motor yang rusak karena anggota keluarganya masih diberi keselamatan dalam musibah tadi,” kata Kapolsek Gubug AKP Dedy Setya.

Dedy menyatakan, lokasi kejadian memang selama ini dinilai cukup rawan kecelakaan. Sebab, jalur kereta di jalan tembus itu tidak ada palang pintu maupun penjaganya. “Kami minta masyarakat untuk berhati-hati kalau lewat perlintasan yang tidak ada pintu dan penjaganya. Pastikan kondisi kanan-kiri aman sebelum melintas,” pesannya.

Editor : Akrom Hazami