Gedung Ngasirah Kudus Akan Direnovasi, Rp 10 Miliar Dikucurkan 

Warga melintas di depan Gedung Ngasiroh, Kabupaten Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga melintas di depan Gedung Ngasiroh, Kabupaten Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Gedung Wanita Ngasirah Kudus, akhirnya direnovasi oleh Pemkab Kudus. Tak main-main, anggaran yang dikucurkan guna membenahi gedung yang rusak bertahun tahun itu mencapai minimal Rp 10 miliar.

Kabid Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Sri Wahjuningsih mengatakan anggaran tersebut diperoleh dari APBD murni 2017. Jumlah anggaran yang tak sedikit itu bakal digunakan untuk rombak total pembangunan gedung.”Sudah terlalu lama gedung Ngasirah dibiarkan. Kemudian oleh Bappeda dilimpahkan ke kami bagian pariwisata, dan kami ajukan untuk perbaikan gedung Ngasirah di 2017 ini,” kata Nining, kepada MuriaNewsCom di Kudus, Sabtu (28/1/2017).

Menurutnya, pembangunan gedung Ngasirah masih menunggu proses regulasinya. Seperti halnya lelang dan juga konsep pembangunan. Yang jelas, pembangunan gedung nanti tak menghilangkan fungsi utama gedung yakni sebagai gedung serbaguna. Dia mengatakan, bangunan tersebut sering digunakan masyarakat umum. Seperti halnya acara resepsi, pameran, atau juga kegiatan kesenian lainnya. Nantinya ketika jadi, masyarakat bisa mengunakan bangunan itu lagi seperti biasanya.

Hanya, mengenai konsep bangunan, kata Nining, juga belum mengetahui secara detail seperti apa. Namun rencana awal, selain bangunan asli sebagai serbaguna, Ngasirah juga akan dilengkapi dengan sejumlah kios. “Rencana masih berjalan, jadi masih menunggu gambarnya jadi secara utuh. Yang jelas tahun ini bakal diperbaiki,” ungkap dia.

Kepala Bappeda Kudus Jadmiko mengatakan, bangunan Ngasirah memang sudah terlalu lama nganggur tak terurus. Untuk itulah sudah saatnya Pemkab Kudus akan memperbaiki lantaran bangunan yang masih dibutuhkan masyarakat. “Iya sekitar Rp 10 miliar akan digunakan untuk Ngasirah. Bangunan itu sudah sangat tua dan bertempat di lokasi yang strategis. Jadi bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Namun, dia menegaskan kalau Ngasirah tetaplah gedung serbaguna. Sehingga pembangunan baru nanti juga masih mengusung konsep gedung serbaguna. “Mengenai modelnya itu dari Disbudpar,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami