Budiyono Terkejut Mengetahui Dirinya Dilaporkan LSM ke Kejari Pati Terkait Kasus Dugaan Korupsi

Ketua Divisi Penindakan DPD Garuda Paksi Pati Mohammad Syaifudin memberikan keterangan kepada awak media, usai melaporkan Budiyono ke Kejari Pati terkait dugaan korupsi, Kamis (26/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Divisi Penindakan DPD Garuda Paksi Pati Mohammad Syaifudin memberikan keterangan kepada awak media, usai melaporkan Budiyono ke Kejari Pati terkait dugaan korupsi, Kamis (26/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Budiyono, pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati terkait dengan dugaan korupsi. Laporan itu dilayangkan Ketua Divisi Penindakan DPD Garuda Paksi Kabupaten Pati Mohammad Syaifudin di Kantor Kejari Pati, Kamis (26/1/2017).

Syaifudin mengatakan, Budiyono mengirimkan surat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mencairkan dana proyek yang dianggap tidak jelas. Surat tersebut dibuat tanpa nomor dan menggunakan stempel Bupati Pati.

“Itu jelas menyalahi aturan. Wakil Bupati tidak punya wewenang melakukan itu, karena Bupati Pati tidak berhalangan. Kami anggap, Budiyono melakukan penyalahgunaan wewenang,” ucap Syaifudin.

Budiyono juga dilaporkan dengan kasus dugaan pidana korupsi pada pembangunan dua jembatan di Desa Slungkep, Kecamatan Kayen, masing-masing senilai Rp 750 juta dan Rp 450 juta, serta jembatan Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen dengan nilai proyek sebesar Rp 500 juta. Proyek dari APBD Provinsi Jawa Tengah itu disebut tanpa melalui mekanisme lelang.

Menanggapi hal itu, Budiyono terkejut. “Masya Allah. Setelah saya kroscek, ternyata itu bantuan dari provinsi. Mekanismenya jelas, pencairan dana tersebut melalui tim verifikasi. Penerimaan dana itu langsung ke rekening desa,” ujar Budiyono kepada MuriaNewsCom.

Karena itu, dia terkejut saat mengetahui informasi adanya pelaporan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) ke Kejari Pati yang mencatut namanya. Pemda dalam hal ini Bapermades, lanjut Budiyono, hanya mengetahui pengajuan proposal awal.

“Semoga menjadi hikmah untuk semuanya, sehingga Pati menjadi lebih baik,” kata Budiyono yang mengaku sedang berada di kawasan Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso untuk berziarah di makam wali Syeikh Ahmad Muttamaqin.

Editor : Kholistiono