Pasca Direlokasi, Pedagang Pasar Pagi Grobogan Diberi Toleransi Jualan di Tempat Lama

Sejumlah pejabat dari berbagai instansi terkait menggelar rakor persiapan pemindahan pedagang pasar pagi yang dipimpin Sekda Sugiyanto di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pejabat dari berbagai instansi terkait menggelar rakor persiapan pemindahan pedagang pasar pagi yang dipimpin Sekda Sugiyanto di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Rencana pemindahan atau relokasi pedagang pasar pagi ke lokasi baru di jalan Gajah Mada Kabupaten Grobogan terus dimatangkan. Sejumlah instansi terkait bahkan sudah menggelar rakor persiapan pemindahan pedagang di ruang rapat Setda Grobogan lantai I, Selasa (24/1/2017).

Rakor dipimpin Sekda Grobogan Sugiyanto didampingi Asisten II Dasuki dan Kepala Satpol PP Bambang Panji. Rakor dihadiri pula Kepala Disperindag Muryanto, Kabag Perekonomian Anang Armunanto. Hadir pula perwakilan dari Dinas Perhubungan, dan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman.

Menurut Dasuki, dalam rakor sudah ditentukan jika peresmian pasar pagi yang sudah selesai dibangun akan dilangsungkan 4 Februari. Rencana peresmian oleh Bupati Sri Sumarni dan dihadiri para pimpinan FKPD.

Setelah peresmian, agenda selanjutnya adalah proses relokasi pedagang. Yakni, dari lokasi lama di kawasan bekas Stasiun Kereta Api Purwodadi ke Pasar Pagi baru di jalan Gajah Mada.

Proses pemindahan akan dilakukan sehari setelah peresmian, yakni Minggu 5 Februari. Pemindahan pedagang tidak dilakukan serempak tetapi akan dikerjakan bertahap selama beberapa hari. Hal itu dilakukan mengingat jumlah pedagangnya cukup banyak.

Setelah direlokasi, pedagang masih punya kesempatan jualan atau bersiap selama lima hari sampai 10 Februari. Setelah itu, semua pedagang dilarang lagi berjualan di tempat lama.

“Setelah tanggal 10 Februari, lokasi lama akan dijaga Satpoll PP. Tujuannya supaya pedagang tidak jualan lagi ditempat itu. Jadi kita beri toleransi lima hari,” katanya pada wartawan usai rakor.

Dijelaskan, jumlah pedagang keseluruhan ada 901 orang. Rinciannya, sebanyak 973 orang adalah pedagang di dalam kawasan bekas stasiun dan 928 orang merupakan pedagang di sepanjang jalan Banyuono.

Menurut Dasuki, pembangunan Pasar Pagi itu dilakukan karena tempat yang selama ini dipakai pedagang dinilai sudah tidak layak untuk berjualan. Sebab, lokasinya sempit, sehingga terkesan semrawut mengingat letaknya berada di tengah kota. Yakni, di sebelah timur Pasar Induk Purwodadi.

“Selain itu, lahan itu juga milik PT KAI sehingga sewaktu-waktu bisa diambil lagi oleh pemiliknya. Oleh sebab itu, kami berupaya menyediakan tempat yang lebih representatif buat pedagang,” jelasnya.

Pembuatan pasar dengan dana Rp 10,4 miliar ditempatkan di atas lahan seluas 9.000 meter persegi yang berada di Jalan Gajah Mada. Pasar yang dibangun rekanan PT Reka Esti Utama ini nanti akan digunakan untuk memindahkan 901 pedagang yang ada di lahan milik PT KAI tersebut. 

Dalam pasar tersebut terdapat tempat jualan sebanyak 604 unit. Terdiri 72 unit kios berukuran 3 x 4 meter. Kemudian, ada 464 unit los kering berukuran 2 x 1,5 meter. Sedangkan 68 unit lagi disiapkan untuk los basahan dengan ukuran  2 x 1,5 meter. Selain itu ada sekitar 400 tempat lagi dipakai untuk pedagang yang berjualan di sepanjang jalan Banyuono. Pedagang ini ditempatkan pada lahan kosong yang masih tersedia dan lokasinya masih mencukupi.

“Jadi, untuk pengundian tempat jualan yang sudah tersedia, tidak ada masalah. Baik, untuk kior, los kering maupun basahan sudah rampung,” imbuh Kepala Disperindag Muryanto.

Editor : Akrom Hazami