Dalang Muda dari ISI Surakarta Semarakkan Pagelaran Wayang Kulit di Pendapa Grobogan

Dalang muda yang juga mahasiswa ISI Surakarta Didik Sudrajat saat tampil di pagelaran wayang kulit malam Jumat Kliwon di Pendapa Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dalang muda yang juga mahasiswa ISI Surakarta Didik Sudrajat saat tampil di pagelaran wayang kulit malam Jumat Kliwon di Pendapa Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Pagelaran wayang kulit di Pendapa Kabupaten Grobogan, Kamis (19/1/2017) malam berlangsung meriah. Hadirnya dalang muda Didik Sudrajat makin menambah semarak pagelaran wayang yang digelar rutin tiap malam Jumat Kliwon tersebut. Malam tadi merupakan pagelaran perdana wayang kulit tahun 2017.

Dalam pagelaran perdana ini ada dua orang dalang yang tampil. Pada sesi awal, pagelaran wayang dengan lakon Alap-alapan Sukesi itu dimainkan dalang senior Ki Wahyoko. Kemudian saat pertengahan hingga selesai gantian dalang muda Didik Sudrajat yang unjuk kebolehan.

Kedua dalang tersebut sama-sama berasal dari Wirosari. Dalang muda Didik Sudrajat saat ini masih kuliah semester V di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Semasa anak-anak, mahasiswa berusia 20 tahun itu mengenal wayang kulit dan belajar ndalang dari Ki Wahyoko.

Meski masih muda, namun penampilan Didik saat memainkan wayang kulit dinilai sudah cukup bagus. Terutama, saat memainkan adegan perang.

“Sabetan yang dimainkan tadi kelihatan sudah mantap dan ada beberapa inovasinya. Kemudian, saat sesi goro-goro sudah bisa melontarkan humor yang menghibur penonton.  Saya rasa, sosok dalang muda ini cukup potensial,” kata Hartejo, salah seorang penggemar wayang kulit yang selalu hadir di pendapa tiap malam Jumat Kliwon.

Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto saat dimintai komentaranya menyatakan, sependapat dengan penilaian penonton. Menurutnya, penampilan dalang muda yang masih jadi mahasiswa itu memang sudah lumayan bagus.

“Didik Sudrajat ini sudah mengenal wayang sejak kecil. Selain terus belajar, untuk bisa mengembangkan kemampuannya ndalang butuh kesempatan tampil lebih banyak. Pagelaran rutin di pendapa tiap malam Jumat Kliwon ini bisa jadi salah satu sarana untuk menambah jam terbang,” kata Marwoto yang hadir pula di pendapa.

Editor : Kholistiono