Ketua DPRD Kudus : Tanggul Sungai Wulan di Undaan Bisa Ditangani Gotong-Royong

Warga berada di pinggir tanggul Sungai Wulan yang ada di Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ketua DPRD Kudus Mas’an berada di pinggir tanggul Sungai Wulan yang ada di Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Mas’an mengatakan,  dalam penanganan tanggul yang ambrol di Undaan, membutuhkan kerja sama sejumlah pihak. Termasuk juga warga sekitar, khususnya bagi warga yang terdampak dari adanya tanggul ambrol.

Hal itu dikatakan saat meninjau lokasi longsor. Dikatakannya, pemerintah desa setempat sebagai fasilitator bisa mengajak warga bersama-sama mengatasi persoalan. “Minimal dengan pembatas jenis bambu yang ditata. Dengan demikian tumpukan tanah yang jadi tanggul akan tertahan dan tak mudah longsor,” katanya di Undaan, Kudus, Kamis (19/1/2017).

Struktur tanggul memang rawan longsor. Sebab tanggul berbentuk langsung menjulang. Lain halnya jika tanggul dibuat landai layaknya tangga, maka tanah akan lebih kokoh. Pihaknya khawatir jika hujan intensitas tinggi berakibat tanggul kembali longsor. Apalagi perkiraan hujan tinggi akan sampai pada Februari mendatang. Maka potensi longsor masih dimungkinkan terjadi.

“Kalau sampai longsor, maka air akan membanjiri persawahan dulu. Dan petani akan gagal panen lantaran terendam air. Padahal lahan persawahan sudah siap panen,” ungkapnya.

Tanggul longsor  bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada 2015 lalu longsor juga terjadi. Saat itu kondisi sangat parah lantaran tanggul yang tersisa hanya satu meter saja. “Dulu langsung ditangani, jadi tanggul tak jadi ambrol. Namun kini sudah longsor lagi tanggulnya,” ucapnya. “Kalau warga mau gotong royong, saya bisa kerahkan masa. Ada KNPI yang siap membantu dan juga warga lainnya yang juga bisa dilibatkan,” jelas dia.

Sementara, Camat Undaan Catur W mengatakan, longsoran tanggul masih dalam taraf wajar, dan warga diminta tidak usah cemas lantaran masih dianggap aman. “Tanggul longsor yang berada di Undaan Lor masih jauh dari bibir sungai dan permukiman, jadi masih aman,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami