Tim Ahli Purbakala BPSMP Sangiran Bakal Gelar Penelitian Lagi di Banjarejo Grobogan

 

 

Tim ahli purbakala dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran saat melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus bulan Maret 2016 lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tim ahli purbakala dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran saat melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus bulan Maret 2016 lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim ahli purbakala dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran dijadwalkan bakal melangsungkan penelitian lagi di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Rencananya, kegiatan penelitian akan dilangsungkan pertengahan Februari mendatang.

“Iya, kita ada rencana gelar penelitian lagi di Banjarejo. Nanti pada minggu kedua bulan Februari,” ungkap Kepala BPSMP Sangiran Sukronedi saat dihubungi lewat ponselnya, Selasa (17/1/2017).

Menurutnya, tim peneliti yang ditugaskan ke Banjarejo berjumlah sekitar 12 orang yang terdiri dari berbagai latar belakang keahlian. Penelitian ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan serupa yang dilakukan bulan Maret 2016.

Kegiatan penelitian nanti hampir sama dengan yang dilakukan tahun lalu. Yakni, melakukan penelitian, pengkajian dan mengungkap nilai penting dari penemuan benda purbakala terbaru yang ada di Banjarejo. Misalnya, soal struktur tanah, dan titik penemuan benda purbakala. Kemudian tim akan melakukan upaya konservasi, registrasi, dan identifikasi penemuan benda purbakala terbaru

“Kegiatannya hampir sama dengan tahun 2016. Namun, areal penelitian akan diperluas lagi. Hal itu untuk menentukan zona perlindungan situsnya,” kata Sukron.

Sementara itu, Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik ketika dimintai komentarnya mengaku senang dengan bakal adanya penelitian lagi yang dilakukan pihak BPSMP Sangiran. “Saya barusan dapat pemberitahuan dari BPSMP Sangiran soal bakal adanya penelitian lagi di sini. Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan pihak BPSMP,” katanya.

Menurutnya, pada penelitian tahun lalu, banyak hal yang sudah dilakukan tim ahli BPSMP selama melangsungkan penelitian hampir sebulan lamanya. Antara lain, mereka sudah berhasil mengidentifikasi ratusan potongan fosil purba yang sudah berhasil ditemukan selama beberapa waktu terakhir.

“Kalau boleh saya bilang, kerja tim ahli dari BPSMP saat penelitian lalu luar biasa. Ratusan fosil yang ada sudah teridentifikasi,” katanya.

Dari proses identifikasi yang sudah dilakukan, potongan fosil itu berasal dari 17 jenis hewan purba. Antara lain, gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, sapi, hiu, babi, antelop, menjangan dan kerang.

Selain jenis hewan, potongan fosil yang ada juga bisa diidentifikasi berdasarkan bagian tubuhnya. Misalnya, potongan tanduk, ekor, kepala, gigi, kaki atau bagian tubuh lainnya.

Dengan teridentifikasinya fosil tersebut nantinya akan banyak manfaat yang didapat. Seperti memudahkan dalam menata dalam tempat penyimpanan. Yakni, dengan mengelompokkan fosil berdasarkan jenis hewannya.

“Selain itu, tim ahli juga berhasil merekonstruksi fosil gading gajah purba dan sempat ikut menemukan fosil gading lagi saat penelitian di sini. Jadi, banyak sekali bantuan yang kita dapat dari penelitian tahun lalu. Kita harapkan, dalam penelitian nanti lebih banyak lagi hasil yang didapatkan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami