Areal Padi Diserang Wereng, Tentara Grobogan Beraksi

Para petani di Desa Karangrejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, sedang melakukan penanganan hama wereng yang menyerang tanaman padi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para petani di Desa Karangrejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, sedang melakukan penanganan hama wereng yang menyerang tanaman padi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan tak biasa terlihat di areal persawahan Desa Karangrejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jumat (6/1/2016). Sejumlah anggota TNI yang berbaur dengan para petani setempat untuk menyemprot tanaman padi. Penyemprotan itu dilakukan lantaran ada sebagian tanaman yang mulai diserang hama wereng.

Kepala Desa Karangrejo Sri Hartati mengatakan, areal tanaman padi yang diserang wereng belum begitu luas. Namun, pihaknya langsung melaporkan serangan hama pada petugas penyuluh lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian TPH Grobogan.

“Serangan wereng ini bisa berkembang cepat kalau tidak segera ditangani. Makanya, begitu ada kabar wereng menyerang, saya langsung koordinasi dengan PPL,” katanya di lokasi.

Menurutnya, laporan yang disampaikan langsung direspons dengan cepat. Selain menyediakan bantuan obat, dinas terkait juga mengajak petani untuk menyemprot tanaman padi yang terkena wereng secara serempak.

“Saya mengucapkan terima kasih dengan cepatnya penanganan yang dilakukan. Dalam penanganan hama wereng, petani juga dibantu anggota Babinsa dari Koramil Sulursari,” imbuhnya.

Sementara itu, PPL Dinas Pertanian TPH Grobogan Mustagfirin menyatakan, pihaknya mengapresiasi cepatnya laporan yang disampaikan para petani berkaitan dengan serangan wereng. Sebab, jika laporannya lebih lambat diterima maka areal yang terserang bisa cepat meluas. Sebab, perkembangan wereng memang berlangsung cepat.

“Areal yang terkena wereng hanya beberapa hektare saja dan tingkat serangannya belum begitu parah. Kita harapkan, dengan penanganan ini hama wereng bisa teratasi,” ungkapnya.

Untuk penanganan wereng tadi, ada sekitar 40 petani yang diajak melakukan gerakan penyemprotan serempak. Selain itu, kegiatan juga didukung sejumlah anggota Koramil Sulursari.

Dengan penyemprotan serempak maka jangkauan penanganan hama bisa lebih luas. Hal ini di sisi lain bisa menekan penyebaran wereng ke areal padi lainnya.

Dijelaskan, tanaman padi yang ada di sawah saat ini umurnya beragam. Yakni, mulai 50-60 hari. Perbedaan umur tanaman ini disebabkan tidak serempaknya masa tanam yang dilakukan petani.

Editor : Akrom Hazami