Tak Ikut Undian, Ratusan Pedagang Pasar Pagi Purwodadi Belum Kebagian Tempat Jualan

Beberapa pedagang Pasar Pagi Purwodadi sedang mengecek lokasi jualan baru yang sudah didapat dari hasil pengundian. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa pedagang Pasar Pagi Purwodadi sedang mengecek lokasi jualan baru yang sudah didapat dari hasil pengundian. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dari pelaksanaan pengundian tempat jualan di Pasar Pagi Purwodadi, ternyata ada ratusan pedagang yang tidak ikut. Oleh sebab itu, sebagian besar pedagang ini sempat heran ketika namanya tidak tercantum sebagai peserta undian.

“Saya tidak bisa ikut undian tempat jualan. Padahal, saya sudah lama jadi pedagang dan sebelumnya juga didata petugas,” kata Kumaidi, salah seorang pedagang yang ditemui di lokasi pengundian.

Pembangunan Pasar Pagi Purwodadi tersebut dikerjakan PT Reka Esti Utama yang berasal dari Semarang. Total dana yang dialokasikan untuk pembangunan pasar di Jalan Gajah Mada Purwodadi ini senilai Rp 10,4 miliar.

Pembangunan Pasar Pagi tersebut dilakukan untuk memindahkan pedagang yang berjualan di lahan bekas Stasiun Kereta Api di jalan A Yani Purwodadi. Pembuatan pasar dilakukan di atas lahan seluas 9.000 meter persegi yang berada di jalan Gajah Mada. Pasar ini nanti akan digunakan untuk memindahkan 901 pedagang di lokasi lama yang ada di lahan milik PT KAI tersebut. 

Dalam pasar tersebut terdapat 72 unit kios berukuran 3 x 4 meter. Kemudian, ada 464 unit los kering berukuran 2 x 1,5 meter. Sedangkan 68 unit lagi disiapkan untuk los basahan dengan ukuran  2 x 1,5 meter.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Grobogan Muryanto, total tempat jualan yang tersedia ada 604 unit. Yakni, berupa kios dan los (kering dan basahan).

Sedangkan jumlah pedagang yang terdaftar ada 901 orang. Dengan demikian, masih ada 297 pedagang yang belum kebagian tempat.

“Untuk pedagang ini, akan ditempatkan pada lahan kosong yang masih tersedia dan lokasinya masih mencukupi. Mereka ini kebanyakan adalah pedagang yang jualannya dasaran dipinggir jalan. Penataan bagi mereka ini akan kita lakukan setelah proses pengundian rampung,” katanya.

Ditambahkan, pembangunan Pasar Pagi itu dilakukan karena tempat yang selama ini dipakai pedagang dinilai sudah tidak layak untuk berjualan. Sebab, lokasinya sempit, sehingga terkesan semrawut mengingat letaknya berada di tengah kota. Yakni, di sebelah timur Pasar Induk Purwodadi.

“Selain itu, lahan itu juga milik PT KAI sehingga sewaktu-waktu bisa diambil lagi oleh pemiliknya. Oleh sebab itu, kami berupaya menyediakan tempat yang lebih representatif buat pedagang,” imbuh Muryanto.

Editor : Akrom Hazami