Kalau Ibu-ibu PKL Kudus Dandan, Kelar Hidup Loe…

Ibu-ibu PKL tampil dalam kegiatan Gebyar PKL untuk meramaikan hari PKL di Kabupaten Kudus, Kamis (5/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ibu-ibu PKL tampil dalam kegiatan Gebyar PKL untuk meramaikan hari PKL di Kabupaten Kudus, Kamis (5/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Even Gebyar PKL 2017 yang digelar Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, menghadirkan nuansa lain.Salah satunya adalah kehadiran ibu-ibu pedagang kali lima (PKL) yang tampil beda dalam gelaran di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus tersebut.

Ibu-ibu yang sehari-harinya berjualan di berbagai lokasi itu, terlihat beda saat mengikuti kirab PKL. Jika biasanya mereka berpakaian biasa-biasa saja, namun kali ini mereka dandan lengkap dengan pakaian khas daerah.

Ya, ibu-ibu itu terlihat sangat berbeda. Memakai sanggul, baju kebaya, bersepatu dengan hak, dan make up lengkap, terlihat sekali jika para ibu-ibu memang ingin memeriahkan acara dalam rangka HUT PKL Kudus tersebut. Meski menjadi ledekan rekan-rekan pedagang lainnya, namun mereka tidak peduli.

Sesekali langkah mereka harus berhenti, saat sandal atau sepatu berhak yang dipakai, sedikit menghambat. Namun mereka tetap penuh semangat melanjutkan langkahnya. Sesekali mereka bercanda dengan rekan-rekannya yang lain, sepanjang jalan yang dilalui.

“Ayo, kita segera jalan. Nanti make up-nya yang perempuan pada luntur, lho. Lumayan beda soalnya. Kelihatan lebih manis-manis,” kata salah seorang pedagang laki-laki peserta kirab.

Yang diledek juga tidak kalah membalasnya. Meski sambil tersipu-sipu malu, mereka bilang bahwa untuk even yang setahun sekali, hal itu tidak masalah. 

“Mumpung ada kesempatan. Sekali-kali tampil cantik. Mosok disuruh masak nasi goreng ikan saja, sih. Biar tampak beda,” kata salah satu pedagang perempuan yang didapuk membawa banner.

Ya, sebanyak 30 paguyuban PKL yang ada di Kudus, mengikuti kirab sebagai bagian dari rangkaian acara Gebyar PKL 2017 ini. Mereka mengambil start di depan Gedung DPRD Kudus, dan menyusuri Jalan Ahmad Yani, Jalan dr Loekmonohadi, Jalan Ramelan, Alun-alun Kudus, dan berakhir di pendapa kabupaten.

Peserta membawa tumpeng beraneka isi, yang akan digunakan untuk syukuran HUT di pendapa, dan akan dipimpin langsung Bupati Kudus H Musthofa.

Editor : Akrom Hazami