273 Desa di Grobogan dapat Kucuran Dana Desa Rp 229 Miliar

 Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Grobogan Sanyoto. (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Grobogan Sanyoto. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemkab Grobogan mendapat kucuran dana desa sebesar Rp 229 miliar lebih untuk tahun anggaran 2017 ini. Dana yang bersumber dari APBN ini akan disalurkan pada 273 desa yang ada di Grobogan.

“Dibandingkan tahun 2016, besarnya dana desa yang kita dapat tahun ini naik 27 persen. Tahun lalu, dana desa nilainya sekitar Rp 179 miliar,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Grobogan Sanyoto, Kamis (5/1/2017).

Dijelaskan, dana desa nanti akan disalurkan ke 273 desa. Adapun nilai yang diterima tiap desa berbeda-beda.

Dari perhitungan yang dilakukan, besarnya dana desa paling sedikit nilainya sekitar Rp 761 juta. Sedangkan nominal dana desa tertinggi yang disalurkan sebesar Rp 1,02 miliar. Jika dirata-rata, dana desa yang diterima tiap desa berkisar Rp 800 juta.

“Yang dapat penyaluran dana desa di atas Rp 1 miliar hanya tiga desa saja. Nantinya, dana itu akan langsung dimasukkan ke rekening desa masing-masing,” kata mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah itu.

Menurut Sanyoto, besarnya dana desa untuk masing-masing desa ditentukan dari banyak faktor. Yakni, didasarkan dengan klasifikasi tiap-tiap desa yang dilihat dari beberapa unsur. Antara lain, luas wilayah, kesulitan geografi, angka kemiskinan dan jumlah penduduk.

“Kondisi tiap-tiap desa itu tidak sama. Oleh sebab itu, nominal dana desa yang didapat juga beda-beda. Hal ini sudah tertuang dalam aturan mengenai penyaluran dana desa,” jelasnya.

Mantan Camat Gubug itu menyatakan, untuk penggunaan dana desa masih difokuskan pada pembangunan infrastruktur. Khususnya, jalan desa dan jembatan. Sebab, di sebagian besar desa, infrastuktur utama ini kondisinya masih belum memadai.

Meski demikian, pihak desa juga diminta memperhatikan hal lainnya dalam penggunaan dana desa tersebut. Seperti bidang kesehatan dan pendidikan dasar serta peningkatan ekonomi masyarakat.

“Pada prinsipnya, dana desa ini bisa dipakai untuk membiayai banyak kegiatan. Saya menekankan pada para kepala desa agar menjalin koordinasi dengan komponen masyarakat dalam penggunaan dana desa supaya tepat sasaran. Kebutuhan apa yang sangat dibutuhkan masyarakat maka hal itu harus diprioritaskan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami