Demi Pacaran Hot, Sepasang Kekasih Ini Nekat Nyolong di Blora

Sejoli muda ini melakukan pencurian di wilayah Sambong, Kabupaten Blora, dengan memanfaatkan mobilnya. (Polres Blora)

Sejoli muda ini melakukan pencurian di wilayah Sambong, Kabupaten Blora, dengan memanfaatkan mobilnya. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Pasangan kekasih Agni Mujihatmoko (25) dan Titin Dwi Wijayanti (25), benar-benar mabuk kepayang dengan cinta. Sampai-sampai mereka berlaku di luar logika.

Sejoli itu melakukan pencurian berkali-kali di wilayah Sambong, Polres Blora. Namun aksi mereka bisa dihentikan polisi. Terakhir, kedua pelaku melakukan pencurian di warung atau toko milik Sumaji (31) warga Dusun Pojokwatu, Kecamatan Sambong, Blora.

Kepolisian Polsek Sambong Resor Blora langsung menangkapnya. Sejumlah barang di warung Sumaji dicuri yakni satu kantong kresek rokok, satu buah kipas angin dan TV monitor yang telah dijual tersangka. Keduanya nekat mencuri lantaran butuh untuk kebutuhan sehari-hari, bersenang – senang termasuk untuk biaya pacaran.

“Mereka ini memang sepasang kekasih, dan belum menikah. Pengakuannya, nekat mencuri lantaran kebutuhan ekonomi. Sebenarnya sih untuk ongkos pacaran saja. Entah buat jalan-jalan dan jajan bareng di mana gitu ya. Saya kira seperti itu,” kata Kapolsek Sambong, AKP Joko Priyono dikutip polresblora.com, Rabu (04/01/2017).

Kedua pelaku menggunakan sarana mobil sedan putih corolla untuk beraksi melakukan tindak pencurian.  Joko mengungkapkan bahwa pelaku melakukan aksinya dengan modus memanjat ventilasi belakang rumah dan berhasil masuk melalui dapur.

Kemudian mereka langsung menggasak barang yang ada di toko atau warung tersebut. Setelah berhasil mencuri mereka keluar lewat pintu belakang dan barang hasil curiannya langsung dimasukkan ke dalam mobil yang digunakan kedua tersangka dalam melancarkan aksinya.

Kedua pelaku tersebut memang sudah menjadi incaran polisi. Dengan cerdik Unit Reskrim Polsek Sambong menggiring kedua pelaku tersebut ke area pom bensin (SPBU) Sambong seolah-olah mengajak transaksi dan kemudian tanpa sadar pelaku langsung ditangkap.

Cara ini dilakukan untuk mengantisipasi emosi warga yang bisa berhujung main hakim sendiri dan menjaga keamanan serta keselamatan pelaku tersebut.

Sudah tujuh TKP warga yang melapor ke Polsek Sambong terkait dengan pencurian di warung atau toko yang berada di wilayah hukum Polsek Sambong. Ternyata setelah dilakukan penyelidikan kedua pelaku inilah yang melakukan pencurian.

“Keduanya ini sama-sama pengangguran, dan mengaku melakukan aksi pencurian tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Maka atas tindakan kedua pelaku, kami menjeratnya dengan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidanan pencurian, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal ‎tujuh tahun,” tutup Joko.

Editor :  Akrom Hazami