Petani Kedelai di Grobogan Sumringah saat Panen Raya

Petani kedelai di Kecamatan Pulokulon sedang menjemur hasil panen. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petani kedelai di Kecamatan Pulokulon sedang menjemur hasil panen. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Memasuki panen raya, para petani kedelai di Grobogan merasa cukup lega. Sebab, harga kedelai hasil panen raya kali ini dinilai cukup bagus.

 “Saat ini harga kedelai memang lumayan tinggi. Sejak beberapa hari lalu, petani mulai masuk panen raya,” kata Ketua Kelompok Tani Kabul Lestari Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon Ali Mukhtar.

Menurut Ali, harga kedelai saat ini berkisar Rp 6.300 – 6.700 per kilogram. Harga ini, tergantung dengan kandungan kadar airnya. Semakin rendah kadar airnya, harganya bisa sedikit naik. Salah satu pakar kedelai di Grobogan ini menyatakan, hasil panen kali ini kualitasnya dinilai cukup bagus. Sebagian besar hasil panen akan digunakan sebagai benih.

Meski demikian, dilihat dari produktivitasnya, musim panen saat ini sedikit turun. Yang mana, dalam areal satu hektare hasil panen berkisar 2,4 ton. Biasanya, bisa sampai di atas 3 ton. “Saat kedelai mulai berbuah awal, sempat ada banjir di wilayah sini sehingga tanaman kedelai terendam. Makanya, produksinya agak turun. Kalau soal hama atau penyakit, hampir tidak ada tanaman yang terserang. Jadi, turunnya hanya masalah alam,” jelasnya.

Sebelum panen raya, para petani kedelai di Grobogan sempat dihinggapi kecemasan. Hal ini menyusul kondisi cuaca yang sering hujan terutama pada siang hari. Dengan kondisi cuaca yang seperti itu dipastikan bisa membawa dampak bagi para petani.

“Kalau tidak ada panas matahari maka kadelai yang habis dipanen sulit kering. Hal ini akan berpengaruh pada kualitas kedelai. Kalau kualitasnya kurang bagus maka harganya pasti turun,” kata Suwarlan, petani kedelai di Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi.

Panas matahari memang sangat diperlukan petani pasca panen. Sebab, setelah dipetik dari sawah, hasil panen kedelai butuh dijemur dulu hingga kering.

Setelah kering betul, maka biji kedelai bisa lebih mudah dikeluarkan dari kulitnya atau dipipil. Baik dilakukan secara manual atau menggunakan mesin pemipil.

Jika kondisi cuaca kurang panas maka kulit kedelai sulit kering. Kondisi ini terkadang bisa menyebabkan biji kedelai tidak bisa berwarna jernih karena muncul bintik-bintik hitam. 

Editor : Akrom Hazami