Di Banjarejo Grobogan Akan Ada Pesta Tahun Baru yang Unik

Sejumlah warga sedang mempersiapkan lokasi sumur minyak tua yang akan dipakai untuk acara malam tahun baru di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah warga sedang mempersiapkan lokasi sumur minyak tua yang akan dipakai untuk acara malam tahun baru di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Bagi Anda yang ingin merayakan suasana pergantian tahun jauh dari kebisingan, ada baiknya datang ke Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Sebab, pada penghujung tahun nanti bakal ada acara yang digelar. Tepatnya, di kawasan objek wisata bekas sumur minta tua di utara Dusun Ngangil yang dikenal dengan nama Buran.

Kades Banjarejo Ahmad Taufik menyatakan, ide membikin acara tahun baru itu datang dari warga dan juga para pemerhati purbakala dan cagar budaya. Dari sinilah, kemudian diputuskan untuk menggelar acara memeriahkan pergantian tahun di Banjarejo.

“Lokasi yang kita pilih sengaja di kawasan Buran. Pertimbangannya, selain lokasinya menarik, di sana jauh dari perkampungan sehingga aktivitas perayaan tahun baru tidak akan mengganggu masyarakat,” katanya.

Terkait dengan penyelenggaraan kegiatan yang baru kali ini dilakukan, sejak beberapa hari lalu, berbagai elemen masyarakat Desa Banjarejo sudah mulai bergotong-royong menata lokasi. Di antaranya, membersihkan rumput liar di sekitar sendang, dan menyiapkan sarana lain yang diperlukan.

Misalnya, tempat duduk dan bersantai bagi pengunjung. Kemudian membikin jembatan bambu hingga tengah sumur minyak untuk dipakai selfie pengunjung.

“Kemungkinan acaranya nanti dihadiri banyak orang. Sampai saat ini, sudah ada ratusan orang yang mengabarkan untuk hadir. Beberapa diantaranya rekan-rekan dari luar kota. Untuk ikut acara ini, tidak dikenakan biaya. Tetapi saya sarankan, mereka yang mau ikut sebaiknya bawa perlengkapan kemping karena lokasinya di kawasan terbuka,” jelasnya.

Untuk menyemarakkan malam pergantian tahun nanti, ada beragam acara yang disiapkan. Antara lain, partunjukkan musik reggae, api unggun dan pesta lampion dan kembang api.

“Sementara baru ini yang kita siapkan. Kemungkinan nanti bisa kita tambah lagi acaranya biar tambah meriah,” imbuhnya.

Taufik menyatakan, lokasi wisata itu berada di tanah tegalan milik Mbah Lamidi. Jarak sumur dari perkampungan penduduk sekitar satu kilometer jauhnya dan tempatnya memang agak terpencil.

Bentuk sumur ini menyerupai lingkaran dengan diameter 7 meter dan kedalamannya diperkirakan lebih dari 10 meter. Dari jarak sekitar 5 meter dari sumur sudah tercium bau menyengat, seperti bau solar. Sumur minyak ini merupakan sisa peninggalan zaman Belanda.

Editor : Akrom Hazami