Ratusan Petani di Pati Dapat Kartu Tani dari Gubernur Jateng

Sejumlah petani di Desa Kutoharjo, Pati menerima kartu tani dari program yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petani di Desa Kutoharjo, Pati menerima kartu tani dari program yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 215 petani di Kecamatan Pati mendapatkan kartu tani dari program yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Fungsi kartu tani mirip ATM yang bisa digunakan untuk keperluan dalam dunia pertanian, seperti pembelian pupuk bersubsidi.

PPL Balai Penyuluh Kecamatan Pati, Sri Ratnawati mengatakan, pembagian kartu tani baru tersebar di sejumlah daerah di Kecamatan Pati sebanyak 60 persen. Sisanya, 40 persen akan dibagikan pada tahap kedua.

“Dari jumlah 215 kartu tani, 60 persen kartu sudah dibagikan kepada petani di Desa Blaru, Panjunan, Plangitan, Sinoman, Sarirejo, Dengkek, Sidoharjo, Semampir, dan Sidokerto. Petani di desa lainnya di Kecamatan Pati akan diberikan pada tahap kedua,” ujar Ratna kepada MuriaNewsCom, Sabtu (24/12/2016).

Penerbitan kartu tani, dimulai dari tahap sosialisasi kartu tani di tingkat desa sampai kelompok tani. Mereka diminta untuk mengumpulkan KTP dan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) sebagai bukti untuk melihat luas garapan masing-masing petani.

Dari data KTP dan SPPT yang dimiliki masing-masing petani tersebut, PPL memasukkannya dalam form 4 yang berisi fotokopi KTP, nama petani, NIK, dan luasan garapan. Dari form 4, data masuk ke form 5 yang berisi tentang nama petani, NIK KTP, luas garapan, dan kebutuhan pupuk yang sesuai dengan luas garapan.

Dari form 5 yang dimiliki PPL, masing-masing akan dilakukan sistem online oleh petugas admin kartu tani. Dengan adanya kartu tani tersebut, dia berharap agar harga pupuk tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) dan jumlah pupuk yang diterima petani tidak bisa dikurangi atau ditambah.

Editor : Kholistiono