Peringatan Maulud Nabi di Desa Tanjungrejo Pati Dihadiri Ribuan Jemaah

Suasana rutinan rotib dan selawat memperingati Maulud Nabi Muhammad di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Pati, Jumat (23/12/2016) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana rutinan rotib dan selawat memperingati Maulud Nabi Muhammad di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Pati, Jumat (23/12/2016) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Agenda selawat akbar dalam rangka Maulud Nabi Muhammad yang digelar Jam’iyah Rotib dan Sholawat (Rosho) dan didukung Sukun King Size di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Pati, Jumat (23/12/2016) malam, berlangsung sukses.Ribuan pasukan selawat tumpah ruah menggelorakan kecintaannya pada Nabi Muhammad.

“Kita punya rutinan agenda selawat tiga bulan sekali. Biasanya, kita tempatkan di hari-hari besar seperti maulud, rajab, dan sebagainya. Tujuannya untuk nguri-uri kegiatan syiar Islam, nguri-uri peninggalan ulama-ulama terdahulu,” ujar Ketua Jam’iyah Rosho, Hisyam Ali.

Selawatan yang dipimpin Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dari Jepara tersebut, sedikitnya 5.000 jemaah larut dalam lantunan selawat yang menggema, diiringi rebana Khoirul ‘Amilin Pati Utara. Selawat sendiri diakui menjadi upaya Jam’iyah Rosho untuk mendekatkan anak-anak muda supaya mencintai kegiatan-kegiatan positif, seperti selawat.

“Fenomena zaman sekarang, banyak anak-anak muda yang salah dalam memilih pergaulan. Berawal dari itu, harapan kita bisa merangkul anak-anak muda untuk generasi berikutnya, lebih terarah menuju kebaikan. Terlebih, mereka terinspirasi untuk meneladani Nabi Muhammad,” tuturnya.

Tak lupa, Ali mengucapkan terima kasih kepada Sukun King Size yang sudah mendukung acara tersebut dengan baik. Ali berdoa supaya perusahaan rokok di Kudus ini tetap jaya dan bisa bekerja sama secara keberlanjutan. “Harapan kami, Sukun bisa terus bekerja sama secara berkelanjutan. Menurut kami, kerja sama ini saling menguntungkan, baik di dunia maupun akhirat,” ucapnya.

Dalam ceramahnya, Habib Ali Zainal Abidin memberikan pesan kepada jemaah untuk menambah kecintaan dan keteladanan kepada Nabi. Sebab, kecintaan tanpa disertai dengan langkah untuk mencontoh dan meneladani dianggap belum sempurna.

“Kalau hanya cinta itu mudah diucapkan. Namun, kita sebagai generasi penerus bangsa harus bisa meneladani Nabi Muhammad untuk memberikan yang terbaik kepada bangsa, negara, dan agama. Selawat menjadi momentum untuk mencintai, sekaligus meneladani Nabi,” pesan Habib Ali.

Editor : Kholistiono